Relasi

Pilih Kerja atau Bisnis? Yang Penting Punya Jiwa Pemimpin Dulu

Ikhsan Aryo DigdoIkhsan Aryo Digdo - Minggu, 12 Agustus 2018
Pilih Kerja atau Bisnis? Yang Penting Punya Jiwa Pemimpin Dulu

Sebelum berbisnis penting bagi kamu memiliki jiwa pemimpin (Foto: Pexels/Adil Alimbetov)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

KEDUA hal ini memang menjadi pilihan sulit bagi kebanyakan orang. Terutama para anak muda. Tidak jarang mereka galau antara harus memilih bekerja di suatu perusahaan, atau memiliki bisnis sendiri.

Apalagi kalau berbicara bisnis, masalah setiap orang ialah takut ambil risiko. Selain modal, pengetahuan bisnis yang masih minum juga memberikan keraguan untuk memulai berwirausaha. Bekerja menjadi pilihan aman, karena setidaknya pemasukan bulanan terjamin.

Namun, menurut Aryo Ariotedjo, pengusaha muda sekaligus founder Grupara bekerja tetap menjadi pilihan utama bagi yang takut memulai bisnis. Hal tersebut diuangkapkan olehnya saat ditemui di Pondok Indah Mall, Sabtu (8/11). Sebab banyak pelajaran dapat diambil sebagai karyawan yang nantinya akan berguna bagi bisnis kamu sendiri. "Memang harus kerja dulu karena kita belajar untuk dipimpin orang," ujar Aryo kepada merahputih.com.

Aryo Ariotedjo (Foto: MP/Ikhsan Digdo)

Menurutnya, salah satu hal penting yang harus dimiliki pengusaha ialah jiwa pemimpin. Melalui pengalaman dipimpin atasan saat bekerja di perusahaan lah nantinya kamu dapat mengetahui kriteria yang harus dimiliki sebagai pemimpin.

Setelah memiliki pengalaman selama beberapa tahun tentu kamu juga akan naik pangkat dan memiliki anak buah. Dari situlah nantinya kamu dapat melakukan praktek langsung memimpin karyawan sebelum memiliki bisnis sendiri. "Jadi bekerja ini melatih karakter kita," sambung pria kelahiran 1988 itu.

Lebih lanjut, dengan menggeluti profesi sebagai karyawan, kata Aryo kamu juga dapat memahami struktur yang harus dimiliki perusahaan. Sehingga nantinya kamu pun dapat memiliki manajemen yang bagus dalam usaha kecil kamu ataupun perusahaan besar yang kamu buat.

Penting memahami struktur perusahaan sebelum memiliki perusahaan sendiri (Foto: Pexels/Pixabay)

Namun, Aryo mengingatkan menjadi seorang pemimpin juga harus memiliki keseimbangan antara menempatkan diri sebagai atasan kepada bawahan. Kalau terlalu berlebihan nantinya karyawan akan segan dan bisa saja tidak menghormati kamu. Sebaliknya jika kamu telalu lembek, karyawan kamu malah tidak akan menghargai kamu. "Jadi supaya mereka enggak takut tapi enggak kelewatan," kata Aryo seraya berpesan kepada calon pebisnis.

Disamping itu, pentingnya memiliki pengalaman bekerja akan berguna sebagai bekal kalau saja bisnis yang kamu bangun mengalami kegagalan. Maksudnya jika memang tidak memiliki modal untuk melanjutkan, kamu bisa kembali lagi bekerja di perusahaan lain. Setidaknya untuk kembali mengamankan keadaan finansial kamu. "At least kalau kita punya pengalaman kerja, bisnis kita gagal kita masih punya opportunity kerja lagi," tegasnya.

Meskipun Aryo tetap menyarankan agar mengambil pengalaman sebagai karyawan dulu sebelum berbisnis. Nanun pilihan untuk langsung mulai berbisnis juga tidak masalah. Dengan catatan kamu harus konsisten dalam menjalankan bisnis tersebut. Intinya, semua kembali lagi ke diri kamu sendiri. (ikh)

Baca juga: Mudah, Kembangkan Bisnis Daring dengan Cara Ini

#Pekerjaan #Bisnis
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Berita Terkait

Kuliner
Dua Logo Ayam Goreng Suharti: Mana yang OG nih?
Di balik kerenyahan kremesan dan gurihnya bumbu, tersimpan kisah perjuangan hidup serta dinamika pahit perpecahan bisnis Ayam Goreng Suharti.
Dwi Astarini - Sabtu, 31 Oktober 2026
Dua Logo Ayam Goreng Suharti: Mana yang OG nih?
Berita Foto
Pemerintah Siapkan Bantuan Subsidi Upah (BSU) 2026, Penerima Dapat Rp900 Ribu
Aktivitas pekerja saat membersihkan kaca gedung apartemen di kawasan Sudirman-Thamrin, Bendungan Hilir (Benhil), Jakarta, Jumat (30/10/2026).
Didik Setiawan - Jumat, 30 Oktober 2026
Pemerintah Siapkan Bantuan Subsidi Upah (BSU) 2026, Penerima Dapat Rp900 Ribu
Kuliner
Starbucks China Terapkan Kebijakan Baru, Pesanan Dulu Baru Dapat Tempat Duduk
Starbucks China menyatakan langkah ini merupakan bagian dari upaya untuk meningkatkan pengalaman di dalam toko bagi para pelanggan.
Dwi Astarini - Kamis, 22 Oktober 2026
 Starbucks China Terapkan Kebijakan Baru, Pesanan Dulu Baru Dapat Tempat Duduk
Dunia
Netflix Catatkan Kenaikan Laba Hampir 44 Persen pada Kuartal III 2026
Netflix menyatakan pertumbuhan pendapatannya terutama didorong kenaikan pendapatan langganan.
Dwi Astarini - Kamis, 22 Oktober 2026
Netflix Catatkan Kenaikan Laba Hampir 44 Persen pada Kuartal III 2026
Indonesia
IOITE 2026 Resmi Dibuka di PIK 2, Fokus Perkuat Bisnis MICE dan Corporate Travel
Indonesia Outing & Incentive Travel Expo (IOITE) 2026 resmi dibuka di PIK 2, Tangerang. Pameran bisnis ini berlangsung hingga 11 Oktober 2026.
Soffi Amira - Kamis, 08 Oktober 2026
IOITE 2026 Resmi Dibuka di PIK 2, Fokus Perkuat Bisnis MICE dan Corporate Travel
Lifestyle
30 Tahun Erajaya Group, Berkembang dan Bertransformasi untuk Selalu Relevan
Perubahan preferensi konsumen menjadi kompas utama kami dalam melangkah dan mengembangkan bisnis Erajaya.
Dwi Astarini - Rabu, 07 Oktober 2026
  30 Tahun Erajaya Group, Berkembang dan Bertransformasi untuk Selalu Relevan
Indonesia
1,4 Juta Tenaga Kerja Sudah Terserap hingga Agustus 2026, Kemnaker Perkuat Career Day untuk Talenta Muda
Sebanyak 1.411.857 tenaga kerja mendapat penempatan hingga Agustus 2026. Kemnaker memperkuat Career Day dan You RISE untuk talenta muda.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 20 Agustus 2026
1,4 Juta Tenaga Kerja Sudah Terserap hingga Agustus 2026, Kemnaker Perkuat Career Day untuk Talenta Muda
Indonesia
Kemenaker Akan Ubah Regulasi Ketenagakerjaan, Akomodir Gig Economy
Model kerja berbasis platform membuka peluang ekonomi yang semakin luas, tetapi pada saat yang sama memerlukan pendekatan regulasi yang mampu mengakomodasi karakter hubungan kerja
Alwan Ridha Ramdani - Jumat, 07 Agustus 2026
Kemenaker Akan Ubah Regulasi Ketenagakerjaan, Akomodir Gig Economy
Indonesia
DPR Kritik Pembentukan Karakter Pegawai BPJS Ketenagakerjaan Dengan Cara Berjalan di Atas Bara Api
Kualitas insan BPJS Ketenagakerjaan diuji melalui kinerja nyata di lapangan, bukan sekadar ketahanan fisik melintasi rintangan ekstrim.
Alwan Ridha Ramdani - Senin, 03 Agustus 2026
DPR Kritik Pembentukan Karakter Pegawai BPJS Ketenagakerjaan Dengan Cara Berjalan di Atas Bara Api
Berita Foto
Angka Pekerja Informal di Jakarta Sentuh 1,98 Juta Orang
Sejumlah pekerja melintas dekat badut yang tertidur di Kawasan JPO Pancoran, Jakarta Selatan, Senin (20/7/2026).
Didik Setiawan - Senin, 20 Juli 2026
Angka Pekerja Informal di Jakarta Sentuh 1,98 Juta Orang
Bagikan