MerahPutih.com - Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming Raka resmi menjadi Presiden dan Wakil Presiden Republik Indonesia untuk periode 2024-2029.
Dalam pidato perdana sebagai presiden, Prabowo Subianto mengaku miris dengan kondisi Indonesia saat ini, yang mana uangnya dirampok oleh pihak-pihak tertentu, tanpa memperdulikan masyarakat miskin.
Presiden Prabowo akui masih banyak perilaku korupsi di negeri. Hal ini merupakan kenyataan yang mestinya hilang demi kesejahteraan rakyat.
"Kita harus menghadapi kenyataan bahwa masih terlalu banyak kebocoran, penyelewangan korupsi di negara kita," kata Prabowo saat pidato perdana resmi menjadi Presiden ke-8 Indonesia.
Baca juga:
Kekuasaan Milik Rakyat, Prabowo Bertekad Bekerja untuk Bangsa
Menurut dia, perilaku korupsi mebahayakan masa depan Indonesia, dan akan berimbas pada masa depan anak-anak dan cucu-cucu bangsa Indonesia.
"Kita harus berani mengakui terlalu banyak kebocoran-kebocoran dari anggaran kita. Penyimpangan-penyimpangan kolusi diantara pejabat politik pejabat pemerintah, di semua tingkatan dengan pengusaha-pengusaha yang nakal pengusaha-pengusaha yang tidak patriotik," cetusnya.
Prabowo tegaskan, mestinya pejabat dan pemangku kepentingan sadar bahwa masih banyak masyarakat Indonesia yang masih di bawah garis kemiskinan.
"Jangan lah kita takut untuk melihat realita ini, kita masih melihat sebagaian saudara-saudara kita yang belum menikmati hasil kemerdekaan. Terlalu banyak saudara-saudara kita yang berada di bawah garis kemiskinan," ucapnya.
Lebih lanjut Prabowo mengatakan, harusnya para pejabat membuka mata, lantaran masih banyak rakyat Indonesia yang miskin, sampai beli makan untuk sarapan tidak bisa.
"Terlalu banyak anak anak yang berangkat sekilah tidak makan pgi teralu banyak anak anak kita yang tidak punya pakaian untuk berangkat sekolah," tegasnya. (Asp)