MerahPutih.com - Diangkatnya Irjen Petrus Golose menjadi Kepala BNN, dinilai menutup peluang jenderal bintang dua polisi untuk masuk dalam bursa calon Kapolri tertutup.
Padahal sebelumnya ada salah satu dari tiga jenderal bintang dua polri yang disebut-sebut akan menjadi bintang tiga dan masuk dalam bursa calon Kapolri, yakni Irjen M Fadil Imran (Kapolda Metro Jaya), Irjen Ahmad Luthfi (Kapolda Jateng), dan Irjen Ahmad Dofiri (Kapolda Jabar).
Baca Juga:
Kasus Penembakan Pendeta Yeremia di Papua Masih Gelap
"Sepertinya, penguluran waktu pergantian Kepala BNN adalah strategi untuk mengunci masuknya jenderal bintang dua untuk bisa ikutan dalam bursa calon Kapolri," ujar Ketua IPW Neta S Pane di Jakarta, Rabu (23/12).
Dengan tertutupnya jenderal bintang dua masuk dalam bursa, calon Kapolri saat ini hanya diisi para calon dari jenderal bintang tiga berpangkat Komjen.
Diperkirakan, kata ia, pekan depan, baik Dewan Kebijakan Tinggi (Wanjakti) Polri maupun Kompolnas sudah memproses nama-nama calon Kapolri untuk diserahkan kepada Presiden Jokowi.
Dari nama-nama itu Jokowi akan memilih satu nama yang akan diserahkan ke DPR agar bisa dilakukan uji kepatutan oleh Komisi III DPR. DPR sendiri saat ini masih reses dan baru akan mulai beraktivitas pada 11 Januari 2021.
IPW menduga istana kepresidenan saat ini sudah menjaring dua nama calon Kapolri, yang satu jenderal bintang tiga senior, dan satu lagi junior. Kedua nama itu akan dikaji lagi dengan masukan nama nama calon dari Wanjakti Polri maupun Kompolnas.
"Namun IPW memperkirakan Presiden Jokowi akan memilih figur jenderal senior sebagai Kapolri pengganti Jenderal Idam Azis," pungkas Neta. (Knu)
Baca Juga:
Jelang Natal, Polresta Surakarta Sterilisasi Belasan Gereja dan Larang Jemaat Bawa Tas