Pertamina Batasi Pembelian Solar Subsidi di Kalimantan

Alwan Ridha RamdaniAlwan Ridha Ramdani - Rabu, 30 Maret 2022
Pertamina Batasi Pembelian Solar Subsidi di Kalimantan

Antrean truk pembeli solar di sepanjang ruas Km 16-15 hingga ke mulut SPBU Km 15 di Jalan Soekarno-Hatta, Karang Joang, Balikpapan Utara. Pertamina menambah lagi satu tempat penjualan solar subsidi ya

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.com - Kelangkaan dan keluhan pasokan solar yang terbatas, masih dikeluhkan para sopir angkutan ekspedisi di berbagai provinsi terutama di luar pulau jawa.

Pertamina mengklaim segera membuka satu tambahan Stasiun Pengisian Bahan Bakar untuk Umum (SPBU) yang menjual solar subsidi di Balikpapan, Kalimantan Timur.

"Kami sedang selesaikan administrasinya,” kata Humas Pertamina Patra Niaga Kalimantan Susanto Satria, Selasa.

Baca Juga:

Krisis Solar Terjadi di Berbagai Daerah

SPBU yang baru itu ada di Km 13 Jalan Soekarno-Hatta. Dengan demikian, dalam radius 11 km, mulai dari Km 4 hingga Km 15 ada 4 SPBU dan 3 di antaranya menyediakan solar subsidi.

Saat ini solar subsidi ada di SPBU Km 9 dan Km 15. SPBU Km 4 yang di waktu-waktu tertentu buka 24 jam hanya menjual solar non subsidi seperti Dexlight dan Pertadex.

Penambahan tempat penjualan solar subsidi di SPBU Km 13 itu diharapkan bisa mengurangi panjang antrean truk di SPBU Km 9 dan Km 15 untuk mendapatkan solar tersebut.

Selain itu, Pertamina juga menerapkan penggunaan kartu kendali untuk pembelian solar subsidi.

Kartu Kendali itu diberikan kepada setiap konsumen solar subsidi, berisi terutama nomor polisi kendaraan dan jenis kendaraannya. Setiap pembelian solar subsidi tercatat di kartu kendali tersebut.

"Nanti ada pembatasan pembelian solar subsidi. Misalnya truk roda enam dan seterusnya maksimal 200 liter dalam sekali pembelian per hari,” jelas Satria.

Dengan demikian, kata ia, kendaraan yang sama tidak bisa lagi ikut antre di hari yang sama bila sudah mendapatkan jatahnya untuk hari tersebut.

Jatah solar subsidi untuk Balikpapan adalah 27.498 kilo liter (KL). Solar sejumlah itu dijatah sebanyak 60-75 KL per hari dan dijual di SPBU Km 9 dan Km 15 Jalan Soekarno-Hatta. Di Kalimantan Timur secara keseleruhan, Pertamina sudah menyalurkan 47.000 KL solar subsidi hingga akhir Maret 2022.

Jumlah itu, kata ia, seperempat dari jatah tahun 2022 ebanyak 205.382 KL. Susanto menegaskan, bahwa kuota atau jatah tersebut merupakan ketentuan dari Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas (BPH Migas).

Sejumlah kendaraan beroda empat sedang mengantre solar di salah satu SPBU, di Kota Manado, Senin (28/3/2022). ANTARA/NANCY LYNDA TIGAUW.
Sejumlah kendaraan beroda empat sedang mengantre solar di salah satu SPBU, di Kota Manado, Senin (28/3/2022). ANTARA/NANCY LYNDA TIGAUW.

Sementara itu, Pertamina Patra Niaga Regional Sumatera Bagian Selatan (Sumbagsel) menjamin ketersediaan solar untuk masyarakat, apalagi stok solar secara nasional di level 20 hari.

Area Manager Communication, Relation & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagsel Tjahyo Nikho Indrawan mengatakan, adanya pertumbuhan positif ekonomi nasional yang mampu menembus angka di atas lima persen telah berpengaruh terhadap peningkatan kebutuhan energi, salah satunya solar subsidi.

Menyikapi hal ini, Pertamina Patra Niaga berupaya memastikan stok dan menjamin proses distribusi berjalan dengan maksimal.

"Stok solar subsidi secara nasional di level 20 hari sehingga proses penyaluran ke SPBU terus kami monitor secara real time," katanya dikutip Antara. (*)

Baca Juga:

Organda Keluhkan Kelangkaan Solar Subsidi di Wilayah Soloraya

#Solar #BBM #BBM Bersubsidi #Pertamina
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Alwan Ridha Ramdani

Alwan Ridha Ramdanu adalah Jurnalis kelahiran di Bandung, Jawa Barat. Sudah 20 tahun menjadi jurnalis dengan mayoritas fokus pada liputan atau menulis terkait ekonomi makro. Selain jurnalis, Alwan juga adalah pendamping petani sawit swadaya dan juga berpengalaman dalam communication dan community terkait isu keberlanjutan dan lingkungan hidup.
Show More

Berita Terkait

Indonesia
Bisnis SPBU di Indonesia Diambilalih SEFAS Group, Shall Hanya Pertahankan Bisnis Pelumas
SEFAS Group telah sepakat untuk mengakuisisi 100 persen bisnis stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) Shell di Indonesia, dengan tetap tunduk pada persetujuan regulator.
Alwan Ridha Ramdani - Jumat, 30 Oktober 2026
Bisnis SPBU di Indonesia Diambilalih SEFAS Group, Shall Hanya Pertahankan Bisnis Pelumas
Indonesia
Antrean Pembelian BBM Subsidi Membludak di Gorontalo, Pertamina Percepat Distribusi
Perubahan pola konsumsi itu turut menjadi perhatian Pertamina dalam mengoptimalkan penyaluran BBM
Alwan Ridha Ramdani - Rabu, 28 Oktober 2026
Antrean Pembelian BBM Subsidi Membludak di Gorontalo, Pertamina Percepat Distribusi
Indonesia
E20 Diyakini Kurangi Impor Bensin, Tiap Tahun Impor 22 Juta Kiloliter
Penerapan kebijakan bahan bakar harus tetap memperhatikan hasil pengujian dan kesesuaian dengan kendaraan yang digunakan.
Alwan Ridha Ramdani - Selasa, 27 Oktober 2026
E20 Diyakini Kurangi Impor Bensin,  Tiap Tahun Impor 22 Juta Kiloliter
Indonesia
Minyak Dari Timur Tengah Tersendat, Pertamina Minta ASEAN Tingkatkan Produksi
ASCOPE juga membahas bagaimana negara-negara ASEAN dapat memastikan trading atau jual beli minyak mentah di kawasan dapat berlangsung dengan lebih lancar.
Alwan Ridha Ramdani - Selasa, 27 Oktober 2026
Minyak Dari Timur Tengah Tersendat, Pertamina Minta ASEAN Tingkatkan Produksi
Indonesia
Warga Harus Antre Panjang Beli BBM, Pertamina Tambah Pasokan ke SPBU
Langkah tersebut merupakan upaya Pertamina untuk terus memperkuat pasokan dan distribusi BBM, serta memastikan kebutuhan energi masyarakat di seluruh Indonesia terpenuhi.
Alwan Ridha Ramdani - Minggu, 25 Oktober 2026
Warga Harus Antre Panjang Beli BBM, Pertamina Tambah Pasokan ke SPBU
Indonesia
Prabowo Terima Laporan Menteri Bahlil Soal Cadangan BBM Nasional Aman Terkendali,Keran Impor Solar Disetop
Khawatir krisis energi? Menteri ESDM Bahlil Lahadalia memastikan cadangan BBM nasional dan LPG dalam kondisi aman. Cek detail laporan ke Presiden Prabowo di sini!
Angga Yudha Pratama - Jumat, 23 Oktober 2026
Prabowo Terima Laporan Menteri Bahlil Soal Cadangan BBM Nasional Aman Terkendali,Keran Impor Solar Disetop
Indonesia
Antre Dimana-Mana, Pasokan Pertalite Bakal Ditambah
Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas) mencatat konsumsi pertalite naik hingga 12,92 persen pada Juli 2026, tepatnya sebulan setelah kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) nonsubsidi
Alwan Ridha Ramdani - Jumat, 23 Oktober 2026
Antre Dimana-Mana, Pasokan Pertalite Bakal Ditambah
Indonesia
Warga Jatim Antre Beli BBM, ESDM Janji Dalam 2 Hari Terurai
Gangguan distribusi Biosolar dapat berdampak pada transportasi, logistik, kegiatan usaha, hingga aktivitas nelayan.
Alwan Ridha Ramdani - Rabu, 21 Oktober 2026
Warga Jatim Antre Beli BBM, ESDM Janji Dalam 2 Hari Terurai
Indonesia
Pasokan Pertalite Dikurangi, SPBU di Blitar Atur Jam Penjualan
Pengurangan pasokan itu berkaitan dengan keterbatasan pasokan di wilayah Malang dan sekitarnya.
Alwan Ridha Ramdani - Selasa, 20 Oktober 2026
Pasokan Pertalite Dikurangi, SPBU di Blitar Atur Jam Penjualan
Indonesia
Antrean BBM di Bali Mulai Mereda, Aturan Ganjil-Genap Diperpanjang hingga 23 Oktober
Bahlil Lahadalia menambah armada kapal distribusi BBM ke Bali menjadi tujuh kapal. Cadangan Pertalite ditingkatkan dan aturan ganjil-genap diperpanjang.
Ananda Dimas Prasetya - Senin, 19 Oktober 2026
Antrean BBM di Bali Mulai Mereda, Aturan Ganjil-Genap Diperpanjang hingga 23 Oktober
Bagikan