MerahPutih.com - Tim putra Indonesia harus menelan pil pahit setelah tersingkir di fase grup Piala Thomas 2026. Kekalahan 1-4 dari Prancis pada laga penentuan Grup D di Forum Horsens, Denmark, Rabu WIB, memastikan langkah Jonatan Christie dan kawan-kawan terhenti lebih cepat.
Rekor Terburuk Indonesia di Piala Thomas
Hasil ini menjadi catatan kelam bagi bulu tangkis Indonesia yang selama ini dikenal sebagai salah satu kekuatan utama dunia dengan koleksi 14 gelar juara.
Baca juga:
Kapten Tim Ingatkan Debutan Indonesia Jaga Emosi di Laga Pembuka Piala Thomas
Sejak pertama kali tampil pada 1958 hingga edisi 2024, Indonesia selalu mampu menembus fase gugur. Namun tahun ini, untuk pertama kalinya dalam sejarah, Merah Putih gagal lolos dari fase grup.
Indonesia sejatinya memulai turnamen dengan cukup meyakinkan setelah menang atas Aljazair (5-0) dan Thailand (3-2). Namun, kekalahan dari Prancis di laga terakhir membuat Indonesia finis di posisi ketiga Grup D. Thailand keluar sebagai juara grup, sementara Prancis melaju sebagai runner-up.
Kalah 4-1 di Laga Penentu
Pada laga kontra Prancis, Indonesia gagal mengamankan poin di empat partai awal. Jonatan Christie kalah dari Christo Popov, Alwi Farhan takluk dari Alex Lanier, Anthony Ginting menyerah lewat laga ketat melawan Toma Junior Popov, dan pasangan Sabar Karyaman Gutama/Mohammad Reza Pahlevi Isfahani juga gagal menyumbang poin.
Baca juga:
Laga Terakhir Menang 5-0, Indonesia Tetap Waspadai Kejutan Aljazair di Laga Pembuka Piala Thomas
Satu-satunya kemenangan Indonesia datang dari pasangan Fajar Alfian/Muhammad Shohibul Fikri yang menundukkan Christo Popov/Toma Junior Popov. Namun kemenangan itu tidak cukup untuk menyelamatkan Indonesia.
Hasil di Horsens ini menjadi pukulan besar bagi tradisi panjang Indonesia di ajang beregu putra paling bergengsi di dunia. Dilansir Antara, kegagalan menembus fase grup untuk pertama kalinya ini sekaligus membuka catatan evaluasi serius bagi sektor bulu tangkis nasional. (*)