Merahputih.com - Aparat gabungan TNI dan Polri melakukan pembersihan disinfektan di Gereja Katedral, Jakarta Pusat. Beberapa sudut yang disemprot antara lain kursi umat, altar, langit-langit, tembok, pintu, dan halaman
Kegiatan ini dilakukan untuk menciptakan rasa aman dan nyaman masyarakat ditengah merebaknya virus corona. Gereja sendiri akan ditutup ditutup sementara hingga pukul 15.00 nan setelah itu akan dibuka kembali untuk persiapan misa pukul 16.00 WIB dan 18.00 WIB.
Baca Juga:
Apple Akan Buka Kembali 5 Store di Beijing? Enggak Takut Virus Corona?
Dandim 0501/JP BS Kolonel (Inf) Wahyu Yudhayana mengatakan kegiatan pembersihan ini merupakan rangkaian dari penyemprotan disinfektan di beberapa lokasi setelah Stasiun Gambir dan Masjid Istiqlal.
"Ada 26 personel gabungan dari TNI dan Polri dibantu PMI. Semua pakai alat perlindungan diri saat menyemprotkan disinfektan di seluruh gedung," kata Wahyu kepada Merahputih.com di Jakarta, Sabtu (14/3).
Wahyu melanjutkan, kegiatan ini untuk meyakinkan masyarakat untuk selalu tenang bahwa semua komponen bersatu mencegah adanya penyebaran corona.
Hal ini bisa menstimulus warga yang lain untuk melaksanakan yang sama pada level internal masing-masing dengan membersihkan diri dan lingkungan kerja. "Saya lebih kepada psikologis membuat semua tenang," imbuh Wahyu.
Selain itu, kegiatan penyemprotan ini bisa membuat masyarakat tenang lantaran merasa lingkungan tempat tinggal dan beraktivitasnya bersih. "Itu yang penting. Bisa menciptakan rasa tenang di masyarakat bahwa semua komponen bangsa bergerak," jelas Wahyu.
Di Jakarta Pusat sendiri, hampir seluruh masjid dibersihkan. Seperti pembersihan karpet dengan mencuci dan mengepel lantai. "Ini sekarang mulai gereja. Bukan hanya Katedral tapi di gereja lainnya terutama di bagian bangku," jelas Wahyu.
Baca Juga:
Kedepannya, sekolah dan tempat pendidikan akan menjadi lokasi penyemprotan disinfektan. "Kami ajak masyarakat untuk bersama melakukan kegiatan penyemprotan disinfektan dan menjaga kebersihan ini," sebut Wahyu. (Knu)