MerahPutih.com - Wakil Ketua Komisi VIII DPR RI, Abdul Wachid, mengungkapkan bahwa persiapan penyelenggaraan ibadah haji 2026 di Arab Saudi belum sepenuhnya siap.
Pernyataan tersebut disampaikan setelah dirinya melakukan pemantauan langsung selama lima hari di lokasi.
“Saya baru mendarat dari Arab Saudi sore ini setelah memonitor persiapan haji 2026,” kata Wachid di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (7/4).
Dalam kunjungannya, Wachid meninjau berbagai fasilitas yang akan digunakan jemaah haji, mulai dari pemondokan, layanan katering, hingga lokasi utama ibadah di Armuzna—yakni Arafah, Mina, dan Muzdalifah.
Dari hasil pemantauan tersebut, ia menemukan sejumlah kekurangan, terutama pada kesiapan tenda di Arafah dan Mina yang hingga kini belum rampung.
“Masih ada yang perlu dibenahi, terutama tenda di Arafah dan Mina yang belum selesai,” ujarnya.
Politikus dari Partai Gerindra itu pun meminta pihak penyedia layanan haji (syarikah) serta otoritas terkait di Arab Saudi untuk segera mempercepat pengerjaan fasilitas.
Baca juga:
Ketua DPR Minta Haji 2026 Tetap Berangkat, Tuntut Negara Jamin Keselamatan
Selain kesiapan fasilitas, Wachid juga menyoroti kondisi di Arab Saudi yang tengah memperketat pengawasan menjelang musim haji.
Pemerintah setempat bahkan menetapkan batas waktu bagi non-jemaah untuk keluar dari wilayah tersebut hingga 18 April 2026.
“Kondisinya sekarang ketat, banyak razia. Jadi persiapan harus dipercepat,” katanya.
Baca juga:
Puan Dorong Mitigasi Penyelenggaraan Haji di Tengah Konflik Timur Tengah
Meski terdapat sejumlah catatan, pemerintah Arab Saudi disebut tetap optimistis pelaksanaan haji 2026 akan berjalan aman dan lancar.
Di sisi lain, Wachid juga berharap situasi geopolitik di kawasan Timur Tengah segera kondusif agar tidak mengganggu penyelenggaraan ibadah haji.
Komisi VIII DPR RI, lanjutnya, akan segera menggelar rapat lanjutan bersama Menteri dan Wakil Menteri Haji Arab Saudi untuk membahas berbagai temuan di lapangan.
“Besok kami akan rapat untuk menyampaikan hasil pengawasan ini agar segera ditindaklanjuti,” pungkasnya. (Pon)