Pernyataan Sikap Partai Demokrat Usai Rapat Mendadak Bareng SBY

Zulfikar SyZulfikar Sy - Kamis, 04 Januari 2018
Pernyataan Sikap Partai Demokrat Usai Rapat Mendadak Bareng SBY

Partai Demokrat saat menyampaikan pernyataan sikap terkait kondisi perpolitikan saat ini. (MP/Fadhli)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.com - Partai Demokrat mengeluarkan pernyataan sikap terkait dugaan ketidakadilan yang dialami sejumlah kadernya saat akan menghadapi pemilihan kepala daerah. Dan, yang teranyar adalah laporan kasus yang dialami calon Gubernur Kaltim Syaharie Jaang ke Bareskrim Polri, Rabu (3/1).

Pernyataan itu dikeluarkan setelah Ketua Umum Partai Demokrat Soesilo Bambang Yudhoyono (SBY) mengumpulkan petinggi partainya di Wisma Proklamasi, Rabu (3/1) malam . Presiden RI ke-6 ini langsung memimpin rapat tertutup yang berlangsung sekitar pukul 20.00 WIB tersebut.

Sekjen Partai Demokrat Hinca Panjaitan saat dikonfirmasi mengatakan, rapat tersebut digelar untuk menyikapi kondisi politik terkini.

Hinca Pandjaitan membeberkan rangkaian ketidakadilan yang terjadi sejak Pilkada DKI Jakarta. Saat itu pasangan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), Silvana Murni diperiksa untuk sebuah kasus yang tidak ada kejelasannya sampai saat ini.

Belum lagi, kasus penyerangan rumah kediaman Ketua Umum Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), berikut tudingan yang disampaikan mantan Ketua KPK Antasari Azhar. Hal ini masih ditambah dengan tudingan terhadap SBY yang dianggap mendanai Aksi 411 dan 212 yang membuat suara AHY-Sylvi menurun drastis.

Kedua, kata Hinca, menimpa kepada calon Gubernur Lukas Enembe yang merupakan kader dan diusung yang kedua kalinya sebagai calon Gubernur Papua. Dikatakannya, Lukas dipaksa menandatangani wakilnya oleh parpol tertentu yang tidak sesuai keinginannya.

"Karena itu tindakan sewenang-wenang, kader kami membentuk TPF kami tuntaskan secara baik dan sampaikan kepada Presiden Jokowi. Terima kasih Jokowi kami telah deklarasikan pak lukas sebagai inkumben yang maju. Itu pengalaman kedua tak adil," ujar Hinca saat jumpa pers di Kantor Pusat Demokrat, Jakarta, Rabu (3/1).

Ketidakadilan yang ketiga, lanjut Hinca menimpa pada kader Demokrat yakni Wali Kota Samarinda Syaharie Jaang yang berpasangan dengan Wali Kota Balikpapan Rizal Effendi. Kedua kader demokrat itu telah diduetkan untuk Pilgub Kalimantan Timur. Namun anehnya, Syaharie dipanggil oleh parpol tertentu agar bersedia mengganti wakilnya dengan Kapolda Kaltim. Syaharie menolak lantaran sudah ditentukan wakilnya yakni Rizal.

Menurut Hinca, karena Syaharie menolak, maka kadernya tersebut mendapat informasi bahwa akan ada kasus hukum yang diangkat berkenaan dengan dugaan keterlibatan Syaharie. Puncaknya hari ini Syaharie memenuhi panggilan Bareksrim Polri.

"Tanggal 26 desember sudah ada laporan polisi ke Bareskrim. (Tanggal) 27 keluar panggilan untuk diperiksa tanggal 29. Tentu Pak Jaang belum siap. (Tangga) 29 ditunda jadi sampe tanggal 2 (Januari)," paparnya.

Terkait hal itu, parpol berlambang bintang mercy itu meminta pemerintah tidak diam. Hinca mengaku percaya bahwa Jokowi tidak mengetahui mengenai masalah ini. Kendati begitu, ia berharap Jokowi sebagai kepala pemerintahan menghentikan proses yang dianggapnya tidak adil ini.

"Kami percaya dan berharap Presiden Jokowi untuk pastikan Pilkada 2018 berjalan adil jujur dan demokratis," pungkasnya. (Fdi)

Baca juga berita lainnya dalam artikel: Nah Lho! SBY Kumpulkan Petinggi Partai Demokrat, Ada Apa?

#Susilo Bambang Yudhoyono #Partai Demokrat
Bagikan
Ditulis Oleh

Zulfikar Sy

Tukang sihir

Berita Terkait

Indonesia
SBY Dibawa-bawa dalam Kasus Ijazah Palsu Jokowi, Demokrat Tegaskan itu Fitnah
Susilo Bambayng Yudhoyono (SBY) dikaitkan dengan isu ijazah palsu Jokowi. Partai Demokrat pun menegaskan, bahwa hal itu merupakan fitnah.
Soffi Amira - Jumat, 02 Januari 2026
SBY Dibawa-bawa dalam Kasus Ijazah Palsu Jokowi, Demokrat Tegaskan itu Fitnah
Indonesia
SBY Bakal Lawan Akun Anonim Usai Difitnah Jadi Dalang Dugaan Ijazah Palsu Jokowi
Negara dan demokrasi harus diatur oleh rule of law, bukan rule of noise atau kebisingan rumor
Angga Yudha Pratama - Jumat, 02 Januari 2026
SBY Bakal Lawan Akun Anonim Usai Difitnah Jadi Dalang Dugaan Ijazah Palsu Jokowi
Indonesia
Demokrat Respons Usulan Koalisi Permanen, Tegaskan Fokus ke Penanganan Bencana
Energi politik semestinya dicurahkan untuk memastikan penanganan bencana berjalan cepat dan efektif.
Dwi Astarini - Rabu, 10 Desember 2025
Demokrat Respons Usulan Koalisi Permanen, Tegaskan Fokus ke Penanganan Bencana
Indonesia
Percepat Penanganan Bencana Sumatra, Demokrat Desak Pemerintah Buka Akses Bantuan Asing
Partai Demokrat mendesak pemerintah untuk membuka akses bantuan asing. Hal itu dilakukan demi mempercepat penanganan darurat bencana Sumatra.
Soffi Amira - Senin, 08 Desember 2025
Percepat Penanganan Bencana Sumatra, Demokrat Desak Pemerintah Buka Akses Bantuan Asing
Indonesia
Jokowi Sebut Whoosh Investasi Sosial, Demokrat: Siapa yang Talangi Kerugiannya?
Jokowi sebut Whoosh jadi investasi sosial. Demokrat mempertanyakan siapa yang akan menalangi kerugiannya.
Soffi Amira - Sabtu, 01 November 2025
Jokowi Sebut Whoosh Investasi Sosial, Demokrat: Siapa yang Talangi Kerugiannya?
Indonesia
Partai Demokrat Dukung Menkeu soal Dana Pemda Mengendap, Tawarkan Solusi Efektif
Fenomena APBD mengendap di perbankan bukan sekadar persoalan teknis pengelolaan kas daerah, melainkan menggambarkan masalah struktural keuangan daerah.
Dwi Astarini - Jumat, 24 Oktober 2025
Partai Demokrat Dukung Menkeu soal Dana Pemda Mengendap, Tawarkan Solusi Efektif
Indonesia
Demokrat ‘Pelototi’ Paket Stimulus Kuartal IV 2025: Ingin Tepat Sasaran dan Berkelanjutan
Anggota Komisi XI DPR RI dari Fraksi Partai Demokrat menegaskan pentingnya pengawasan dan kolaborasi antara pemerintah dan DPR.
Ananda Dimas Prasetya - Rabu, 08 Oktober 2025
Demokrat ‘Pelototi’ Paket Stimulus Kuartal IV 2025: Ingin Tepat Sasaran dan Berkelanjutan
Indonesia
Ramai Video SBY Tak Salami Kapolri saat Peringatan HUT ke-80 TNI, Demokrat Tegaskan Hubungan Baik-Baik Saja
Narasi yang beredar menyebut seolah-olah hubungan antara pendiri Partai Demokrat dan Kapolri tidak akrab.
Ananda Dimas Prasetya - Selasa, 07 Oktober 2025
Ramai Video SBY Tak Salami Kapolri saat Peringatan HUT ke-80 TNI, Demokrat Tegaskan Hubungan Baik-Baik Saja
Indonesia
Geger Kematian Balita di Sukabumi, Demokrat: Bukti Gagalnya Negara Lindungi Rakyat Miskin
Politikus Partai Demokrat, Didi Irawadi Syamsuddin mengatakan, kasus kematian balita di Sukabumi menjadi bukti gagalnya negara melindungi rakyat.
Soffi Amira - Rabu, 20 Agustus 2025
Geger Kematian Balita di Sukabumi, Demokrat: Bukti Gagalnya Negara Lindungi Rakyat Miskin
Indonesia
Luhut Puji Kekompakan SBY, Jokowi Hingga Prabowo di Tengah Ketidakhadiran Megawati
Presiden ke-5 RI sekaligus Ketua Umum Partai PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri merayakan HUT ke-80 RI di Sekolah Partai PDIP
Angga Yudha Pratama - Minggu, 17 Agustus 2025
Luhut Puji Kekompakan SBY, Jokowi Hingga Prabowo di Tengah Ketidakhadiran Megawati
Bagikan