Permainan Tradisional Vs Modern, Pilih yang Mana?
Game modern seiring waktu menggeser permainan tradisional terutama di daerah perkotaan. (Foto: Pixabay/JESHOOTS-com)
PERMAINAN anak-anak kini semakin berkembang. Ketika anak-anak jadul bermain petak umpet atau layang-layang, kini anak-anak zaman now sudah memegang smartphone dengan segala jenis permainan di dalamnya, tanpa harus keluar rumah.
Apakah permainan modern berdampak buruk dan permainan tradisional berdampak positif pada perkembangan anak? Kedua permainan ini memiliki kelebihan dan kekurangannya masing-masing. Terutama bagi anak-anak, segala jenis permainan tentu harus tetap dalam pengawasan orang tua.
Berikut merahputih.com sajikan tiga perbandingan permainan tradisional dengan game modern populer.
1. Congklak vs PlayStation
Congklak
Congklak merupakan permainan rumahan yang dimainkan oleh dua orang. Ditemukan di hampir semua daerah Indonesia, permainan menggunakan papan dan biji congklak. Permainannya cukup sederhana dengan membagi semua batu pada lubang congklak. Masing-masing punya satu lubang utama di ujung papan. Lubang tersebut harus diisi penuh dan yang terbanyak dialah pemenangnya.
PlayStation
PlayStation merupakan perusaan game terkenal di dunia. Nah, permaian modern populer ini juga dapat dimainkan oleh dua orang. PlayStation pertama kali dimunculkan pada pertengahan tahun 90-an. Game PlayStation sangat beragam mulai di antaranya petualangan, racing game, dan game sepak bola.
2. Petak umpet Vs Point Blank
Petak umpet
Petak umpet sangat populer di kalangan anak-anak desa sebagai permainan kelompok. Petak umpet sangat beragam juga jenisnya. Paling umum permainan dimulai dengan satu orang penjaga dan pemain-pemain lain bersembunyi. Tugas penjaga mencari pemain lain hingga ditemukan semuanya.
Point blank
Point blank juga dimainkan secara kelompok. Game online ini tipe permainan komputer tembak-menembak (FPS) populer di kalangan anak-anak terutama di perkotaan. Point Blank permainan yang mengikuti perseteruan antara Free Rebels dan Counter Terrorist Force (CT-Force).
Banyak game online sejenis dengan Point Blank. Sebagian beralih ke gambe bergenre battle royale seperti PlayerUnknown's Battlegrounds.
3. Layang-layang Vs Game mobile
Layang-layang
Layang-layang merupakan permainan tradisional yang tak ada matinya. Tak hanya di pedesaan, permainan layang-langan juga masih dimainkan anak-anak di daerah perkotaan. Selain layangan adu yang cukup populer, anak-anak juga membuat layangan hias.
Festival layang-layang yang banyak digelar dalam skala besar juga menjadi penyebab permainan ini tak pernah sepi peminat dan dimainkan kalangan dewasa.
Game mobile
Selain game konsol, saat ini sangat populer game mobile (smartphone). Game mobile sangat banyak sekali pilihannya, dimulai dari game sederhana yang dimainkan sendiri, hingga game yang memerlukan skill rumit dan dimainkan multiplayer. Kelebihan game mobile dibanding konsol karena dinilai lebih praktis. (*)
Baca juga berita lainnya dalam artikel: Game PUBG Akan Dihapus? Begini Jawaban Menkominfo
Bagikan
Berita Terkait
10 Tips Penting Game TheoTown agar Kota Cepat Maju, 100 Persen Efektif!
Interaksi Sosial di Platform Gim Daring Jadi Wadah Sebarkan Paham Radikalisme
Simu Liu Jadi Bintang Utama Film Adaptasi Game 'Sleeping Dogs', Disutradarai Timo Tjahjanto
BNPT Pantau Roblox, Takut Jadi Media Penyebaran Radikalisasi Pada Anak
Film Adaptasi Gim Sleeping Dogs, Bakal Disutradarai Timo Tjahjanto
Trailer Film Live-Action 'Street Fighter' Rilis, Ini Deretan Aktor-Aktris Pemeran Ryu Dkk
Trailer Perdana Film Live-Action 'Street Fighter' Dirilis, Siap Suguhkan Aksi Laga Intens
Timnas MLBB Indonesia Ukir Sejarah Peringkat 4 Dunia IESF WEC 2025, Langsung Fokus SEA Games Thailand
Indonesia Genggam Dunia Esports: MLBB Putri Pertahankan Tahta IESF WEC 2025, Win Rate 100 Persen Cuy
Pakar Ungkap Dua Kunci Kerentanan Anak di Ruang Digital yang Bisa Dimanfaatkan Jaringan Terorisme