Kesehatan

Perlu Tahu, Efek Samping Vaksin COVID-19

Dwi AstariniDwi Astarini - Kamis, 17 Desember 2020
Perlu Tahu, Efek Samping Vaksin COVID-19

Vaksin COVID-19 mungkin memberi efek samping. (foto: Unsplash/markus winkler)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

PENEMUAN vaksin tepat untuk COVID-19 masih berlangsung. Hingga kini, baru dilakukan penelitian pendahuluan tentang efek samping keamanan vaksin COVID-19 dari Pfizer dan Moderna. Secara keseluruhan, vaksin Pfizer dikatakan aman, begitu juga dengan vaksin dari Moderna yang menunjukkan tidak ada masalah keamanan yang serius.

Meskipun demikian, seperti vaksinasi lainnya, penerima dapat mengalami beberapa efek samping dari vaksin COVID-19. Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Amerika (CDC), seperti dikutip Antara, menyebut efek samping itu antara lain nyeri dan bengkak di lokasi suntikan, demam, menggigil, lelah dan sakit kepala.

BACA JUGA:

'Hantaman' Pandemi COVID-19 Tak Menyurutkan Daya Beli Konsumen Indonesia

Wakil Presiden Program Farmasi dan Layanan Diagnostik di ZOOM+Care Thad Mick mengatakan efek samping vaksin COVID-19 lainnya mungkin termasuk nyeri otot dan nyeri sendi. Dari apa yang diketahui, sebagian besar efek samping amat mungkin akan muncul dalam satu atau dua hari pertama setelah menerima vaksin. "Tetapi mungkin berpotensi muncul kemudian,” ujarnya seperti dilansir Shape, Kamis (17/12).

Jika efek samping itu disebut sangat mirip dengan gejala COVID-19, itu karena pada dasarnya memang demikian. Vaksin tersebut merangsang sistem kekebalan untuk melawan virus. Demikian dijelaskan dokter anak di California, Richard Pan.

vaksin
Vaksin COVID-19 memberi efek samping nyeri dan bengkak di lokasi suntikan. (foto: unsplash/markus spike)

Dia menegaskan hal itu tidak berarti vaksin COVID-19 dapat memberi kamu COVID-19 karena mRNA dari vaksin tidak secara permanen memengaruhi sel. Sebaliknya, mRNA itu hanyalah cetak biru sementara dari lonjakan protein yang terletak di permukaan virus. “Cetak biru ini sangat rapuh. Oleh karena itu, vaksin harus disimpan dalam suhu yang sangat dingin sebelum digunakan,” kata Pan.

Tubuh pada akhirnya menghilangkan cetak biru itu setelah kamu divaksinasi. Namun, antibodi yang kamu kembangkan sebagai respons akan tetap ada.

CDC menyatakan perlu lebih banyak data untuk mengkonfirmasi berapa lama antibodi yang dibangun dari vaksin COVID-19 akan bertahan.

Lalu, seberapa umum efek samping vaksin COVID-19?

Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika Serikat (FDA) masih mengevaluasi data tentang seberapa umum efek samping COVID-19 yang mungkin terjadi pada populasi umum. Pan mengatakan, untuk saat ini, informasi dari Pfizer dan Moderna tentang uji klinis skala besar mereka menunjukkan sejumlah kecil orang akan mengalami gejala yang signifikan, tetapi sifatnya sementara setelah menerima vaksin COVID-19.

Uji coba Moderna menunjukkan sebanyak 2,7% orang mengalami nyeri di tempat suntikan setelah dosis pertama. Setelah dosis kedua yang diberikan empat minggu setelah suntikan pertama sekitar 9,7% orang mengalami kelelahan.

Selain itu, sebanyak 8,9% penerima melaporkan nyeri otot, 5,2% mengalami nyeri sendi, 4,5% melaporkan sakit kepala, 4,1% mengalami nyeri, dan 2% mengalami kemerahan di tempat suntikan.

vaksin
Butuh penelitian untuk efek lebih lanjut. (foto: unsplash/markus winkler)

Efek itu tak jauh berbeda dengan vaksin COVID-19 Pfizer. Hasil uji coba mereka memperlihatkan sebanyak 3,8% penerima melaporkan kelelahan dan 2% mengalami sakit kepala setelah dosis kedua yang diberikan tiga minggu setelah suntikan pertama.

Kurang dari 1% peserta dalam uji klinis melaporkan demam dan sejumlah kecil partisipan uji, yakni 0,3%, juga melaporkan pembengkakan kelenjar getah bening yang umumnya sembuh dalam 10 hari setelah vaksinasi.

Menurut Pan, walau bersifat sementara dan tampaknya tidak terlalu umum, efek samping itu bisa jadi cukup signifikan. Dengan begitu, beberapa orang mungkin perlu melewatkan satu hari kerja setelah divaksinasi.

Selain efek tersebut, ada juga kekhawatiran tentang reaksi alergi terhadap vaksin COVID-19 Pfizer. Terkait hal itu, FDA menyatakan individu dengan riwayat reaksi alergi parah misalnya anafilaksis tidak boleh divaksinasi sementara ini.(dwi)

BACA JUGA:

Rumah Mungil Ramah Lingkungan

#Kesehatan
Bagikan

Dwi Astarini

Editor, jurnalis, dan profesional komunikasi bilingual (Indonesia–Inggris) dengan pengalaman lebih dari 15 tahun di industri media, jurnalistik, dan pengembangan konten. Telah bekerja di berbagai media nasional dan proyek editorial, membantu menghasilkan, menyunting, serta mengelola konten yang informatif, akurat, dan relevan bagi publik. Lulusan Sastra Inggris Universitas Udayana yang kini berfokus pada penyuntingan berita dan feature, pengembangan narasi, serta memastikan setiap konten memenuhi standar jurnalistik yang tinggi. Perjalanan karier meliputi hampir satu dekade di Media Indonesia dan terlibat sebagai editor freelance untuk berbagai publikasi, termasuk proyek buku foto jurnalistik bersama Galeri Foto Jurnalistik ANTARA (GFJA).
Show More
Follow Me

Berita Terkait

Indonesia
Cakupan Imunisasi Daerah 3T Anjlok, Legislator Desak Kemenkes Jemput Bola
Pemerintah tidak bisa lagi menggunakan pendekatan seragam yang menyamakan wilayah perkotaan dengan daerah terpencil dalam urusan pelayanan kesehatan dasar.
Dwi Astarini - Selasa, 23 Juni 2026
Cakupan Imunisasi Daerah 3T Anjlok, Legislator Desak Kemenkes Jemput Bola
Indonesia
Dinkes Bandung Barat Temukan 174 Suspek Flu Singapura
Masyarakat perlu memahami gejala Flu Singapura agar dapat melakukan penanganan lebih dini apabila menemukan tanda-tanda penyakit tersebut.
Alwan Ridha Ramdani - Jumat, 19 Juni 2026
Dinkes Bandung Barat Temukan 174 Suspek Flu Singapura
Lifestyle
5 Shio Ini Diprediksi Kebanjiran Rezeki Besok 19 Juni 2026
Ramalan shio besok 19 Juni 2026: prediksi asmara, karier, keuangan, hingga 5 shio paling beruntung dengan peluang rezeki dan keberuntungan besar.
ImanK - Kamis, 18 Juni 2026
5 Shio Ini Diprediksi Kebanjiran Rezeki Besok 19 Juni 2026
Lifestyle
5 Shio Paling Beruntung Besok 16 Juni 2026, Cek Asmara dan Keuangan Anda!
Ramalan shio besok 16 Juni 2026 lengkap. Simak prediksi asmara, karier, keuangan, kesehatan 12 shio serta 5 shio paling beruntung hari ini.
ImanK - Senin, 15 Juni 2026
5 Shio Paling Beruntung Besok 16 Juni 2026, Cek Asmara dan Keuangan Anda!
Indonesia
[HOAKS atau FAKTA] : Kabar Baik, Penderita Diabetes Tipe 1 dan Tipe 2 Bisa Sembuh tanpa Obat
Diabetes melitus merupakan penyakit menahun yang diderita seumur hidup.
Dwi Astarini - Senin, 15 Juni 2026
[HOAKS atau FAKTA] : Kabar Baik, Penderita Diabetes Tipe 1 dan Tipe 2 Bisa Sembuh tanpa Obat
Lifestyle
Ramalan Shio Besok 14 Juni 2026: Asmara, Karier, Keuangan, Kesehatan, Siapa yang Paling Beruntung?
Ramalan shio besok Minggu, 14 Juni 2026 lengkap untuk 12 shio. Simak peruntungan asmara, karier, keuangan, kesehatan serta 5 shio paling beruntung yang diprediksi banjir hoki
ImanK - Sabtu, 13 Juni 2026
Ramalan Shio Besok 14 Juni 2026: Asmara, Karier, Keuangan, Kesehatan, Siapa yang Paling Beruntung?
Lifestyle
Ramalan Shio 13 Juni 2026: Naga Panen Keberuntungan, Ular Waspada Pengeluaran Mendadak
Ramalan shio besok 13 Juni 2026 lengkap untuk Tikus hingga Babi. Simak prediksi asmara, karier, keuangan, kesehatan, masalah yang muncul dan saran terbaik.
ImanK - Jumat, 12 Juni 2026
Ramalan Shio 13 Juni 2026: Naga Panen Keberuntungan, Ular Waspada Pengeluaran Mendadak
Lifestyle
Ramalan Shio 12 Juni 2026: Bagaimana Asmara dan Keuangan Anda Hari Ini?
Ramalan shio hari ini 12 Juni 2026 untuk Tikus hingga Babi. Simak prediksi asmara, karier, keuangan, kesehatan, masalah yang perlu diwaspadai, dan shio paling beruntung
ImanK - Kamis, 11 Juni 2026
Ramalan Shio 12 Juni 2026: Bagaimana Asmara dan Keuangan Anda Hari Ini?
Lifestyle
Hati Hati Sakit Kepala Terus Terusan Saat Bangun Pagi, Bisa Jadi Gejala Tumor Otak
Pertumbuhan sel abnormal di dalam atau di sekitar otak yang dapat meningkatkan tekanan di dalam rongga kepala, serta menimbulkan berbagai keluhan dan masalah kesehatan.
Alwan Ridha Ramdani - Kamis, 11 Juni 2026
Hati Hati Sakit Kepala Terus Terusan Saat Bangun Pagi, Bisa Jadi Gejala Tumor Otak
Indonesia
Presiden Prabowo Targetkan Renovasi 400 RS dan Modernisasi 10 Ribu Puskesmas dalam 3 Tahun
Pemerintah melalui Kementerian Kesehatan telah menyusun rencana besar untuk meningkatkan kualitas infrastruktur kesehatan nasional, terutama di daerah-daerah yang masih membutuhkan penguatan layanan kesehatan.
Dwi Astarini - Rabu, 10 Juni 2026
Presiden Prabowo Targetkan Renovasi 400 RS dan Modernisasi 10 Ribu Puskesmas dalam 3 Tahun
Bagikan