MerahPutih.com - Korlantas Polri mencatat arus mudik libur Imlek tidak mengalami lonjakan kendaraan yang signifikan, khususnya yang mengarah ke Jawa Tengah dan Jawa Timur. Arus kendaraan yang keluar Tol Cikampek ke arah Jawa hanya naik 9-10 persen.
"Kondisi landainya arus mudik libur Imlek dipengaruhi sosialisasi Pemerintah melalui Surat Edaran Tentang Larangan Bepergian Di Masa Liburan Imlek Bagi ASN, TNI dan Polri maupun pegawai BUMN," ujar Kabag Ops Korlantas Polri Kombes Pol Rudi Antariksa.
Baca Juga:
Perayaan Imlek, Nyaris Seluruh Jakarta Bakal Diguyur Hujan
Selain itu, landai-nya arus dipengaruhi cuaca ekstrem di beberapa wilayah juga membuat masyarakat enggan bepergian. Salah satunya banjir di Pantura dan amblasnya jalan di KM 122 Tol Cipali akibat tanah bergerak lantaran curah hujan yang tinggi.
"Kemudian di jalur-jalur Pantura ada banjir, Semarang, Subang, di Pantura banyak yang banjir. Jadi masyarakat merasa kalau tidak penting-penting amat ngapain harus pergi,” tutur Rudi.
Rudi memastikan, jajaran polantas sebagaimana instruksi Kakorlantas Polri Irjen Pol Istiono telah menyiapkan sejumlah skenario bila terjadi kepadatan kendaraan di titik-titik yang rawan macet, salah satunya dengan menerapkan contraflow.
"Di lapangan justru malah banyak arus (kendaraan) yang dari Jawa ke Jakarta. Sampai hari Ini (malam (11/2) arus mudik masih lancar dan terkendali," kata perwira menengah berpangkat tiga melati ini. (Knu)
Baca Juga:
Tahan Laju COVID-19, Masyarakat Diimbau tidak Liburan saat Imlek