Perang Dagang Amerika-China Makin Panas, Tarif Yang Dikenakan Trump 104 Persen

Alwan Ridha RamdaniAlwan Ridha Ramdani - Rabu, 09 April 2025
Perang Dagang Amerika-China Makin Panas, Tarif Yang Dikenakan Trump 104 Persen

Presiden AS, Donald Trump. (Foto: Partai Republik AS)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.com - Presiden Amerika Serikat, Donald Trump kembali menaikkan tarif impor untuk semua produk asal China. Kini tarif yang dikenakan mencapai 104 persen.

Keputusan itu diumumkan oleh Sekretaris Pers Gedung Putih, Karoline Leavitt melanjutkan kebijakan tarif tinggi yang sebelumnya diberlakukan terhadap China, Rabu (9/4).

Adapun peningkatan nilai pajak dilakukan setelah pemerintah China mengumumkan akan menaikkan tarif sebesar 34 persen sebagai respons terhadap kebijakan AS.

Respons yang dilakukan China memantik ketegangan sehingga Trump memutuskan untuk menambahkan tarif lebih tinggi lagi, sehingga total tarif barang impor dari China menjadi 84 persen.

Baca juga:

Prabowo Yakin Indonesia Survive di Tengah Perang Dagang dan Penurunan Pasar Modal

Ketegangan ini berdampak pada pasar saham AS, di mana setelah sempat menguat pada Selasa (8/4), bursa saham langsung berbalik arah dan mengalami penurunan tajam.

Indeks Dow Jones ditutup melemah 320 poin turun 0,84 persen, sementara indeks S&P 500 anjlok 1,57 persen, dan Nasdaq Composite yang banyak dihuni saham teknologi turun lebih dalam hingga 2,15 persen. Karoline Leavitt menegaskan bahwa Presiden Trump tidak akan mundur menghadapi tekanan dari China.

"Negara-negara seperti China yang memilih untuk membalas dan memperburuk perlakuan terhadap pekerja Amerika telah membuat kesalahan besar. Presiden Trump memiliki keberanian yang luar biasa, dan dia tidak akan gentar," ujarnya.

Pada Selasa (7/4), Kementerian Perdagangan China menegaskan penolakan terhadap tarif tambahan pajak AS dengan menyebut kebijakan tersebut sebagai kesalahan.

Mereka bahkan mengancam balik untuk membalas dengan kebijakan yang lebih keras terhadap ekspor Amerika Serikat.

Adapun tarif impor Trump diterapkan sejak Februari 2025. Dalam kebijakannya, Presiden AS itu menerapkan tarif 10 persen untuk seluruh produk asal China tanpa pengecualian.

Alasannya, China dianggap terlibat dalam membantu imigrasi ilegal dan menyelundupkan narkoba jenis fentanil ke AS. Bulan lalu, tarif tersebut bahkan dilipatgandakan. (Pon)

#Donald Trump #Perang Dagang #Tarif Resiprokal
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Berita Terkait

Dunia
Trump Tolak Rencana Global Kendalikan Kecerdasan Buatan
Trump menyatakan bahwa Washington akan mulai mengubah sebutan kecerdasan buatan menjadi "kecerdasan super"
Alwan Ridha Ramdani - Rabu, 23 September 2026
 Trump Tolak Rencana Global Kendalikan Kecerdasan Buatan
Indonesia
Trump Berikan Ancaman Baru, Iran Siapkan Serangan Balasan
Perdana Menteri sekaligus Menteri Luar Negeri Qatar, Syekh Mohammed bin Abdulrahman Al Thani, menyerukan dibentuknya kerangka kerja keamanan regional yang menyatukan negara-negara Teluk dan Iran.
Alwan Ridha Ramdani - Senin, 21 September 2026
Trump Berikan Ancaman Baru, Iran Siapkan Serangan Balasan
Dunia
AS Berikan Sanksi Ekonomi Lebih Luas Mahkamah Pidana Internasional
Sebelumnya, Majelis banding Mahkamah Pidana Internasional (ICC) menolak gugatan Israel atas legalitas penyelidikan ICC terkait dugaan kejahatan perang di Gaza setelah Oktober 2023.
Alwan Ridha Ramdani - Senin, 21 September 2026
AS Berikan Sanksi Ekonomi Lebih Luas Mahkamah Pidana Internasional
Indonesia
Trump Berikan Peringatan Keras ke Iran, "Hal Besar Akan Terjadi" Jika Gagal Mengubah Sikap
Trump memberikan peringatan keras dirinya telah memasuki "fase pengambilan keputusan" yang sangat krusial terkait perang yang tengah berlangsung dengan Iran.
Alwan Ridha Ramdani - Senin, 21 September 2026
Trump Berikan Peringatan Keras ke Iran,
ShowBiz
Zara Larsson Semprot Gedung Putih, tak Terima Lagunya Dipakai untuk Video Deportasi
Video yang memperlihatkan tindakan penggerebekan penegakan hukum imigrasi itu menggunakan lagu Midnight Sun milik Larsson.
Dwi Astarini - Jumat, 18 September 2026
Zara Larsson Semprot Gedung Putih, tak Terima Lagunya Dipakai untuk Video Deportasi
Dunia
Krisis Minyak Dunia Meledak! Iran Kunci Mati Selat Hormuz Sampai Trump dan Netanyahu Lengser
Iran menegaskan tidak akan membuka akses Selat Hormuz sampai Donald Trump dan Benjamin Netanyahu lengser, memicu krisis minyak global yang kian parah.
Wisnu Cipto - Jumat, 18 September 2026
Krisis Minyak Dunia Meledak! Iran Kunci Mati Selat Hormuz Sampai Trump dan Netanyahu Lengser
Dunia
AS Klaim Jadi Produsen Minyak Terbesar Dunia, Dapat Konsensi 100 Tahun di 17 Ladang Minyak Venezuela
“Sekarang kami adalah yang terbesar di dunia, dan itu belum termasuk Venezuela, yang baru saja kami tambahkan ke dalam cadangan kecil kami,” kata Trump.
Alwan Ridha Ramdani - Jumat, 11 September 2026
AS Klaim Jadi Produsen Minyak Terbesar Dunia, Dapat Konsensi 100 Tahun di 17 Ladang Minyak Venezuela
Dunia
Main Duit, Donald Trump Janjikan Rp 88 Juta untuk Setiap Warga Dewasa AS kalau Partai Republik Menang Pemilu Paruh Waktu
Trump menyampaikan janji itu dalam pidatonya di konvensi Partai Republik yang untuk pertama kalinya digelar di tengah masa jabatan presiden.
Dwi Astarini - Jumat, 11 September 2026
 Main Duit, Donald Trump Janjikan Rp 88 Juta untuk Setiap Warga Dewasa AS kalau Partai Republik Menang Pemilu Paruh Waktu
Dunia
Trump Kembali Bikin Geger, Islandia Protes Peta yang Gambarkan Wilayahnya Milik AS
Donald Trump kembali memicu kontroversi setelah mengunggah sebuah peta yang menggambarkan Islandia dan sejumlah wilayah lain berada di bawah bendera AS.
Yusuf Abdillah - Kamis, 10 September 2026
Trump Kembali Bikin Geger, Islandia Protes Peta yang Gambarkan Wilayahnya Milik AS
Dunia
Gubernur Tolak Usulan Trump Ubah New Mexico Jadi New America
New Mexico merupakan negara bagian ke-47 AS yang bergabung pada 1912 dengan ibukota Santa Fe dan kota terbesar ​​​​​​​Albuquerque.
Alwan Ridha Ramdani - Rabu, 09 September 2026
Gubernur Tolak Usulan Trump Ubah New Mexico Jadi New America
Bagikan