Home Leaderboard 1
Home Leaderboard 1

Peran Penting Orang Tua dan Guru untuk Cegah Remaja Kecanduan Gawai

Raden Yusuf NayamenggalaRaden Yusuf Nayamenggala - Minggu, 15 Mei 2022
 Peran Penting Orang Tua dan Guru untuk Cegah Remaja Kecanduan Gawai

Guru dan Orang Tua harus berkolaborasi untuk mencegah remaja kecanduan gadget. (Foto: pixabay/pexels)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

DI ERA digital ini banykak sekali remaja yang kecanduan gawai, bahkan hingga menyebabkan mereka malas untuk melakukan berbagai hal, termasuk belajar. Karena itu, orang tua bersama guru bimbingan dan konseling (BK) perlu berkolaborasi memantau risiko kecanduan gawai pada remaja.

Hal tersebut dipaparkan langsung oleh Widyaiswara Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi, Ana Susanti, M.pd CEP, CHt. Ana menyebutkan bahwa kerjasama guru dan orang tua sangat penting.

"Guru BK harus bekerja sama dengan orang tua mengenali tanda dan gejala awal yang mengarah atau berisiko tinggi kecanduan itu. Kemudian, guru BK perlu melakukan intervensi yang diperlukan untuk mencegah atau menemukan dampak merugikan dari penggunaan smartphone," jelas Ana pada webinar Remaja dan Gawai seperti dilansir Antara.

Baca juga:

Kapan Waktu yang Tepat Kenalkan Gawai pada Anak?

Guru BK perlu melakukan intervensi yang diperlukan untuk mencegah atau menemukan dampak merugikan dari penggunaan smartphone. (Foto: pixabay/jeshoots-com)

Pada survei yang dilakukan oleh Gregorio Serra dari Unit of Pediatrics di Campus Bio-Medico University, Roma, Italia pada Juli 2021, gawai sebenarnya tidak terlalu berdampak buruk para remaja, khususnya pada saat pandemi COVID-19.

Survei yang melibatkan sekitar 5.000 orang berusia 14-18 tahun itu, menunjukan adanya perubahan tujuan penggunaan gawai di kalangan remaja, yakni pada koneksi manusia, pembelajaran dan hiburan. Survei menunjukan penggunaan gawai memberikan dukungan psikologis serta sosial selama pandemi COVID-19, sebagai akibat dari tindakan pengendalian infeksi virus.

Namun, di sisi lain, gawai memberikan sebuah dampak negatif, yaitu peningkatan signifikan dari penggunaan berlebihan serta kecanduan. Sebelum pandemi, orang yang berisiko mengalami kecanduan gawai lebih tinggi, tapi setelah pandemi risikonya lebih rendah.

Menurut Ana Susanti, dalam menanggulangi kecanduan anak pada gawai ada sebuah teknik yang dinamakan Emotional Freedom Techniques (EFT). Sedikit informasi, EFT termasuk pengobatan alternatif untuk mengatasi rasa sakit fisik dan tekanan emosional.

Ada sejumlah hal yang perlu dilakukan orangtua untuk mencegah anak remajanya kecanduan gadget. (Foto: pixabay/mariexmartin)

Penggunaan teknik tersebut meyakini pelakunya untuk mengetuk tubuh untuk bisa menciptkan keseimbangan dalam sistem energi dan mengobati rasa sakit. Menurut pengembangnya yakni Gary Craig, gangguan energi menjadi penyebab utama semua emosi serta rasa sakit negatif.

Baca juga:

Kenali Manfaat Baca Buku Digital Lewat Gawai

Kendati masih harus dalam penelitian lebih lanjut, EFT sudah digunakan untuk mengobati orang yang mengalami kecemasan dan orang dengan gangguan stres pasca-trauma (PTSD).

"Kami melayani untuk menanggulangi anak-anak yang kecanduan ini dengan menggunakan Emotional Freedom Techniques. Sebagian berhasil, sebagian lagi masih berproses. Untuk bisa lakukan intervensi, mempertahankan perkembangan fisik dan psikologis yang memadai serta hubungan sosial yang sehat," ujar Ana.

Selain itu, Ana menjelaskan, terkait kolaborasi antara guru BK dan orang tua harus mengidentifikasi beberapa hal. Yakni memilih anak-anak ynag memiliki keterfokusan dalam penanganan masalah kecanduan lebih cepat.

"Itu yang dilakukan lebih dalam terkait bagaimana melakukan asesmen anak-anak yang perlu mendapatkan bantuan di lapangan," tutupnya. (Ryn)

Baca juga:

Ini Waktu yang Tak Tepat dalam Menggunakan Gawai

#Smartphone #Kecanduan Gadget #Anak Sekolah #Remaja Kekinian #Gadget #Gawai
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Raden Yusuf Nayamenggala

I'm not perfect but special
Show More
Follow Me

Berita Terkait

Tekno
Redmi Note 17 Pro Max Kantongi Sertifikasi NBTC, Bawa Baterai Super Besar!
Redmi Note 17 Pro Max muncul di sertifikasi NBTC Thailand. HP itu membawa kamera 200MP dan baterai 10.000mAh.
Soffi Amira - 2 jam, 56 menit lalu
Redmi Note 17 Pro Max Kantongi Sertifikasi NBTC, Bawa Baterai Super Besar!
Tekno
OPPO Find X10 Lolos Sertifikasi, Spesifikasi dan Jadwal Rilisnya Mulai Terungkap
OPPO Find X10 kabarnya meluncur September 2026. HP ini sudah lolos sertifikasi dan siap diluncurkan.
Soffi Amira - Sabtu, 18 Juli 2026
OPPO Find X10 Lolos Sertifikasi, Spesifikasi dan Jadwal Rilisnya Mulai Terungkap
Tekno
Bocoran Redmi Note 17 Global Terungkap, Spesifikasinya Berbeda dari Versi China
Redmi Note 17 versi global kini sudah bocor. Namun, HP tersebut akan meluncur sebagai POCO M8 Power.
Soffi Amira - Kamis, 16 Juli 2026
Bocoran Redmi Note 17 Global Terungkap, Spesifikasinya Berbeda dari Versi China
Indonesia
Mendikdasmen Masih Bolehkan Pembelajaran Pakai Gawai, Tapi Aturannya Harus Jelas
Mendikdasmen Abdul Mu’ti menegaskan gawai masih boleh digunakan di sekolah sesuai SE 18/2026, namun harus diatur jelas. Orangtua diminta terapkan prinsip 3S: screen time, screen zone, screen break.
Wisnu Cipto - Rabu, 15 Juli 2026
Mendikdasmen Masih Bolehkan Pembelajaran Pakai Gawai, Tapi Aturannya Harus Jelas
Tekno
Redmi Note 17 Pro Meluncur dengan Baterai Jumbo 9.000 mAh, Harganya Mulai Rp 4,2 Juta
Redmi Note 17 Pro resmi meluncur di Tiongkok. HP ini membawa baterai 9.000mAh. Berikut spesifikasi lengkapnya.
Soffi Amira - Rabu, 15 Juli 2026
Redmi Note 17 Pro Meluncur dengan Baterai Jumbo 9.000 mAh, Harganya Mulai Rp 4,2 Juta
Tekno
Redmi Note 17 Resmi Meluncur, Bawa Layar OLED 7 Inci dan Baterai Jumbo 8.000 mAh
Redmi Note 17 resmi meluncur di Tiongkok. HP ini memadukan layar dan baterai besar. Berikut spesifikasi lengkapnya.
Soffi Amira - Rabu, 15 Juli 2026
Redmi Note 17 Resmi Meluncur, Bawa Layar OLED 7 Inci dan Baterai Jumbo 8.000 mAh
Indonesia
Batasi Gawai di Sekolah, Mendikdasmen Ingin Kosentrasi Belajar di Kelas Tidak Terganggu
Rata-rata masyarakat Indonesia menghabiskan waktu berselancar di dunia maya selama 7 jam 32 menit setiap hari.
Alwan Ridha Ramdani - Rabu, 15 Juli 2026
Batasi Gawai di Sekolah, Mendikdasmen Ingin Kosentrasi Belajar di Kelas Tidak Terganggu
Indonesia
Banyak Sekolah Kekurangan Murid Baru, Puan Desak Pemerintah Lakukan Pemetaan
Pemerintah perlu terlebih dahulu memetakan penyebab fenomena tersebut sebelum menentukan langkah penanganan agar kebijakan yang diambil sesuai dengan kondisi di lapangan.
Alwan Ridha Ramdani - Rabu, 15 Juli 2026
Banyak Sekolah Kekurangan Murid Baru, Puan Desak Pemerintah Lakukan Pemetaan
Tekno
OPPO Find X10 Pro Max Bocor! Usung 3 Kamera 200MP dan Chip 2nm, Jadi Flagship Paling Gahar?
OPPO Find X10 Pro Max kabarnya akan membawa tiga kamera 200MP. HP tersebut digadang-gadang sebagai flagship paling gahar.
Soffi Amira - Senin, 13 Juli 2026
OPPO Find X10 Pro Max Bocor! Usung 3 Kamera 200MP dan Chip 2nm, Jadi Flagship Paling Gahar?
Tekno
Redmi Note 17 Series Meluncur 14 Juli 2026, ini Bocoran Spesifikasi yang Sudah Terungkap
Spesifikasi Redmi Note 17 dan Note 17 Pro kini sudah terungkap. HP itu akan rilis 14 Juli 2026.
Soffi Amira - Senin, 13 Juli 2026
Redmi Note 17 Series Meluncur 14 Juli 2026, ini Bocoran Spesifikasi yang Sudah Terungkap
Bagikan