Rimanews - Suasana duka masih menyelimuti Persela Lamongan seusai kepergian Choirul Huda pada Minggu (15/10). Kiper berusia 38 tahun itu wafat setelah bertabrakan dengan rekan setimnya, Ramon Rodrigues di babak pertama.
Choirul Huda meninggal dunia akibat luka di bagian leher, rahang, dan dada. Mengetahui kabar tersebut, seluruh pemain dan ofisial Persela menangis tak terkecuali Ramon.
Raut muka Ramon langsung berubah ketika memasuki ruang ganti Stadion Surajaya, Lamongan. Bek asal Brasil itu merasa terpukul dengan kematian rekan setimnya tersebut. Apalagi, dia dianggap sebagai penyebab meningganya Huda.
Setelah tak muncul pascatewasnya Huda, Ramon mengunggah postingan di akun Instagram pribadinya, @rrmramon, Senin (16/10).
Lendas não morrem, deixam para nós heranças
Gostaria de agradecer as orações, ligações, mensagens de apoio e carinho de todos! Nunca imaginamos que tais fatalidades possam ocorrer conosco, infelizmente aconteceu, não tenho palavras para descrever tal sentimento. Huda, Só peço que Deus abençoe e conforte seus familiares e te receba de braços abertos. Saya ingin mengucapkan terima kasih atas doa, panggilan, pesan dukungan dan semua kasih sayang Anda! Kami tidak pernah membayangkan kematian seperti ini, sayangnya hal itu terjadi, saya tidak memiliki kata-kata untuk menggambarkan perasaan seperti itu. Saya benar-benar mengerti murka beberapa orang pada saat ini dan saya meminta Tuhan untuk memberkati dan melindungi hati semua orang, terutama keluarga Huda, dan semoga Tuhan terbuka lebar. "Legenda tidak pernah mati, kamu akan selalu hidup" I would like to thank the prayers calls messages of support and affection of all! Huda, I just ask God to bless and comfort your family and welcome you with open arms. "Legends do not die, live forever" #respect A post shared by Ramon (@rrmramon) on Oct 16, 2017 at 1:52am PDT