Penutupan Dapur Umum MBG tak Selesaikan Masalah, Pengamat Sebut Ada Kegagalan Desain yang Lebih Besar
Dapur atau Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) MBG. (Foto: MerahPutih.com/Didik)
MERAHPUTIH.COM - PENGAMAT kebijakan publik Achmad Nur Hidayat menyoroti langkah Kepala Badan Gizi Nasional telah menyatakan pembekuan terhadap penyedia makan bergizi gratis (MBG) yang melanggar SOP. Menurut Achmad, pembekuan yang dilakukan tak menyelesaikan masalah.
“Ini ibarat menarik rem darurat ketika mobil menukik, tetapi tidak memperbaiki sistem rem. Seolah tidak menambal ban yang aus, dan tidak mengembalikan rasa aman penumpang,” kata Achmad dalam keterangannya kepada wartawan di Jakarta, Jumat (3/10).
Menurut Achmad, yang harus dibetulkan ialah desain kebijakan dan SOP besar seperti kontrak, data, struktur pengawasan, serta arsitektur kelembagaan. Ia melihat insiden keracunan yang berulang lintas wilayah jarang karena kelalaian individu. “Pola yang konsisten menandakan kegagalan desain,” tutur Achmad.
Achmad melihat insentif kontrak saat ini terlalu menekankan volume dan harga, bukan keselamatan. “Ketika penyedia SPPG dikejar banyaknya porsi dan rendahnya biaya, tiga hal tak kasatmata, suhu, waktu simpan, dan sanitasi yang cenderung dikompromikan,” sebut Achmad.
Baca juga:
Cuma 1 dari Total 17 SPPG MBG di Solo Kantongi Sertifikat Laik Higienis dan Sanitasi
Pengajar dari UPN Veteran Jakarta ini menyebut, pembekuan SPPG pelanggar merupakan awal yang benar, tapi tidak cukup. “Kita harus mengubah permainan dari memadamkan api per kasus menjadi membangun bangunan yang tahan api,” tutur Achmad.
Dengan Perpres yang proeksekusi, pelibatan nyata Puskesmas dan UKS, ekosistem mitra yang bertanggung gugat, serta empat pilar desain ulang yang berjalan serempak, niat pemerataan gizi untuk anak bangsa tidak hanya mungkin, tetapi tidak terelakkan.
“Ketika anak-anak kembali makan tanpa cemas, jadi bukti negara hadir bukan dengan poster, tetapi dengan sistem yang bekerja,” tutup Achmad.(knu)
Baca juga:
BGN Masih Izinkan 5 SPPG MBG Langgar SOP Boleh Aktif Beroperasi
Bagikan
Joseph Kanugrahan
Berita Terkait
Polemik SPPG Sragen Selesai, Dapur MBG Dipindah dari Lokasi Dekat Kandang Babi
Makan Enak Enggak Harus 'Ngutang', INDEF Bongkar Strategi Fiskal MBG Biar Aman
BGN Izinkan Menu MBG Tanpa Susu Kalau Sapinya Jauh
Siswa SMK Negeri 1 Jakarta Santap Makan Bergizi Gratis (MBG) Perdana Tahun 2026
Aksi BGN dan Wamenkes Tinjau Pelaksanaan Setahun Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di SMK Negeri 1 Jakarta
SPPG Sragen Dibangun Dekat Kandang Babi, BGN Turun Tangan Selidiki Lokasi
Wagub Rano Pastikan Pemulihan Siswa Korban Tertabrak Mobil MBG di SDN Kalibaru 01
Dapur MBG Sragen Berdiri di Samping Kandang Babi, Warga Resah
1 Tahun Program Makan Bergizi Gratis, Prabowo Klaim Jangkau 55 Juta Penerima
Prabowo Sentil Pengkritik Program MBG Ibarat Orang Pintar Tak Punya Nurani