Merahputih.com - Kecelakaan maut di Stasiun Bekasi Timur antara KRL Commuter Line dan Kereta Api jarak jauh Argo Bromo Anggrek pada Senin (27/4) malam memicu gangguan parah di jalur lintas Bekasi-Cikarang.
Peristiwa bermula saat rangkaian Commuter Line berhenti di Jalur 1 Stasiun Bekasi Timur menuju arah Cikarang. Secara mendadak, sebuah kereta jarak jauh dari arah barat memasuki jalur yang sama dan langsung menghantam bagian belakang KRL dengan keras. Benturan menyebabkan kerusakan signifikan pada badan kereta.
Baca juga:
Adu Banteng Commuter Line vs Kereta Jarak Jauh: Prioritas Nyawa Penumpang di Atas Segalanya
Di Stasiun Jatinegara, para calon penumpang hanya bisa pasrah dan menunggu tanpa kepastian waktu keberangkatan kereta kembali. Sebagian penumpang memilih duduk di lantai stasiun, sementara yang lain berdesakan memantau informasi dari pengeras suara.
"Iya ini kita nunggu saja dari tadi, mau gimana lagi udah ketauan begini, kalau naik ojek online mahal karena masih jauh saya mau ke Tambun," kata Taufik (53) salah satu penumpang terdampak.
Kepadatan serupa terlihat di area pintu masuk dan keluar stasiun. Antrean panjang mengular terutama di akses menuju peron jalur Bekasi. Petugas keamanan terus berjaga untuk mengatur arus penumpang dan mengimbau masyarakat agar tetap tenang mengikuti arahan resmi di lapangan.
"Sudah lebih dari 35 menit tidak jalan. Karena informasinya ternyata ada kecelakaan di depan, di Stasiun Bekasi Timur," ungkap Nur (24), seorang pengguna KRL yang terjebak di Stasiun Jatinegara.
Baca juga:
Petugas gabungan bersama masyarakat sekitar masih berupaya mengevakuasi para penumpang dari gerbong yang terdampak. Beberapa korban dilaporkan mengalami luka-luka serius hingga tidak sadarkan diri akibat benturan keras tersebut.