Hari Buruh

Penuh Perjuangan, Aksi Buruh untuk Hidup Nyaman dan 'Enjoy'

Dwi AstariniDwi Astarini - Rabu, 01 Mei 2019
Penuh Perjuangan, Aksi Buruh untuk Hidup Nyaman dan 'Enjoy'

Buat buruh, hidup nyaman bukan enggak mungkin dicapai. (foto: Istimewa)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

HIDUP nyaman dan enjoy bagi buruh katanya hanyalah angan-angan yang mengawang. Dengan upah yang diterima, banyak buruh yang mengaku belum bisa hidup nyaman. Ujung-ujungnya, mereka harus berjuang untuk penaikan upah. Caranya?

Ya, salah satunya ialah menggelar demo. Momen Hari Buruh Internasional jadi saat paling tepat untuk menyampaikan keinginan naik gaji itu. Namun, kalau mau sedikit menggali ide, selain berjuang lewat demo untuk penaikan gaji, buruh bisa mengatur siasat kok untuk hidup nyaman dengan gaji yang ada.


Komponen untuk hidup nyaman itu enggak banyak

smartphone
Punya rumah ialah salah satu komponen hidup nyaman. (foto: pixabay/geralt)


Sebagai pekerja di perusahaan, buruh tentunya menerima gaji atas kerja yang mereka lakukan. Kalau kamu berpikir buruh hanya pekerja kasar pabrik, kamu keliru. Pekerja kantoran yang berdasi di kantor ber-AC juga masih terhitung buruh. Kenapa? Ya, karena semua tenaga kerja yang bekerja untuk perusahaan disebut buruh.

Para buruh ini rela memeras keringat dari pukul 09.00, bahkan lebih pagi jika dihitung dengan durasi perjalanan ke kantor, hingga pukul 17.00--bisa lebih kalau harus lembur. Alasan semua buruh rela kerja keras bagai kuda pastilah sama: demi bisa hidup nyaman.

Untuk bisa hidup nyaman, ada komponen yang harus dipenuhi. Menurut ahli perencanaan keuangan Prita Ghozie, untuk hidup yang nyaman, ada 3 hal dasar yang harus dipenuhi. "Ada tiga, yaitu memiliki hunian rumah tinggal, punya kemampuan membeli makanan dan minuman, serta kemampuan membeli pakaian," jelas Prita saat dihubungi Merahputih.com.

Ketiga hal itu, meskipun kelihatannya berat untuk dicapai bersamaan, bukan berarti enggak mungkin dimiliki lho ya. Kalau sekarang kamu belum bisa beli rumah, tinggal bersama orangtua bisa jadi pilihan. Namun, jangan terlena, kamu yang bekerja tetap harus punya gaya untuk bisa punya rumah sendiri suatu saat nanti. Prita pun menyarankan kamu untuk terlebih dahulu memahami kemampuan finansial kamu. "Dari sana, kamu bisa menyesuaikan biaya hidup dengan pemasukan yang dimiliki," jelasnya.

Bagi yang sudah berkeluarga, Prita menyarankan agar kamu dan pasangan sama-sama berpenghasilan. "Jika tanggungan terlalu banyak, pasangan juga harus mau untuk produktif dan berpenghasilan," sarannya.

Kalau yang masih single gimana dong? Perhitungan keuangan kamu jadi lebih simpel. Tinggal terapkan konsep 75:25. "Apabila penghasilan sekitar UMP, dibagi dengan konsep 75% untuk pembayaran wajib dan 25% untuk dana darurat dan tabungan," imbuhnya.


Hidup nyaman itu enggak hanya untuk saat ini

financial planning
Biarpun sering dilalaikan, perencanaan keuangan bagi pekerja itu krusial. (foto: pixabay/rawpixel)


Dari pembagian itu, komponen tabungan jangan sampai kamu lewatkan lho ya. Pasalnya, menurut Prita, untuk mencapai taraf nyaman dalam hal finansial, kamu terlebih dahulu harus punya pola pikir bahwa hidup enggak hanya untuk hari ini, tapi juga bulan depan, dan masa depan.

Jadi nih, kalau memakai hitungan UMP DKI Jakarta sebesar Rp3.940.000, kamu seharusnya paling tidak menabung sebesar Rp985.000. Tabungan itu bisa jadi gaya kamu untuk memenuhi komponen hidup nyaman tadi, semisal membeli rumah.

Nah, kalau gaji buat nabung, kapan-kapan enjoy dan senang-senangnya dong? Boleh saja kok bersenang-senang dan menikmati hiburan. Namun, tetap lakukan itu dengan perencanaan keuagan yang ketat. Sekali aja nih kamu bobol karena tergoda ngopi cantik dan nge-mall tiap hari, siap-siap deh untuk keteteran dalam urusan keuangan.

Merencanakan keuangan bagi para pekerja sering kali dianggap sepele. Padahal hal itu amat penting dan krusial untuk dilakukan. Perencanaan keuangan dilakukan untuk masa depan yang lebih sejahtera. Masak kamu mau seumur hidup terlilit utang?

Perencanaan keuangan yang tepat akan menghindarkan kamu dari lingkaran setan gali lubang tutup lubang. Termasuk jeratan godaan cicilan yang katanya manis di awal, tapi nyebelin selanjutnya. Menabung bisa jadi cara kamu untuk menyisihkan uang lebih demi membeli hal-hal yang kamu butuhkan. "Biar enggak gali lubang tutup lubang, selalu beli barang saat sudah punya uang," jelas perencana keuangan yang juga dosen di FEB-UI ini.

Selain itu, Prita juga menyarankan cara budgeting sederhana bagi para buruh. "Bisa dibagi 50% untuk biaya hidup, 30% untuk dana darurat investasi serta tabungan, dan 20% untuk gaya hidup. Biasanya ini berlaku untuk lajang atau mereka yang berpenghasilan masih minim," ujarnya.

Selain menabung, menghindari label 'pekerja gaji 8 koma, gajian tanggal 1, tanggal 8 sudah koma' juga dimulai dari kesadaran diri. "Harus mau paham dan menerima dengan situasi hidup yang ada," kata Prita.

Dalam hal ini, kamu harus benar-benar bisa memilah mana kebutuhan dan mana keinginan. Seringnya nih, kamu terjebak bujuk rayu utang untuk belanja hal-hal yang kamu inginkan saja, bukan kamu butuhkan. Contoh gampangnya nih, kamu butuh baju, tapi karena ingin 'wah', kamu malah membeli baju branded dengan harga jauh di atas bujetmu.

Kalau sudah begitu, jebakan cicilan kartu kredit amat mungkin menjerat kamu. Hal-hal sepele seperti itulah yang membuat kamu terjebak dalam dilema pekerja 'gaji 8 koma'. "Biasanya karena pengeluaran sudah dilakukan duluan dengan cara kas bon. Jadi, saat gajian akhirnya cepat habis," kata Prita.

Bagi pekerja 'gaji 8 koma', kartu kredit seringnya jadi 'dewa penolong'. Padahal nih, di balik kemudahan gesek kartu, kamu tetap harus menanggung beban utang. Ujung-ujungnya sih, balik ke cicilan lagi. Yang sudah pasti menghabiskan gaji dalam waktu singkat. "Harusnya kepemilikan kartu kredit itu disesuaikan. Kartu kredit hanya pantas dimiliki oleh mereka yang berpenghasilan minimal Rp3,5 juta per bulan," jelasnya.

Nah, apa dengan gaji yang sekarang kamu sudah cukup eligible untuk punya kartu kredit? Jika belum, tunda dulu deh.


Nyaman di masa kini dan masa depan

business
Biar buruh, gaya nabung bisa keren kok lewat investasi reksa dana.(foto: pixabay/rawpixel)


Kebahagiaan kan enggak selalu diukur dengan uang dan gaji yang besar. Cicilan yang menumpuk, apalagi sampai diteror bank, pasti akan membuyarkan senyum di wajahmu. Rasanya, gaji sebesar apa pun enggak sanggup membeli kebahagiaan. Meskipun demikian, enggak dimungkiri, kamu butuh uang untuk hidup dan menikmati hidup. Ya kan?

Nah, kunci dari hidup yang enjoy ialah ciptakanlah kenyamanan. Caranya? Pahami perencanaan keuangan dengan baik, terima dengan situasi hidup yang ada, jeli membedakan kebutuhan dan keinginan, serta punya pola pikir bahwa hidup enggak hanya untuk masa sekarang.

Biarpun seorang buruh dengan gaji UMP, kamu tetap harus punya gaya untuk menabung demi masa depan yang nyaman, Ya enggak?

Prita amat menyarankan kamu untuk memiliki tabungan juga asuransi. "Setidaknya punya BPJS Kesehatan," ujarnya.

Biar lebih gaya dan enggak cuma nabung biasa, pekerja juga boleh banget kok berinvestasi. Pilihannya bisa lewat reksa dana atau tabungan emas. "Caranya, sisihkan 10% dari gaji di awal. Ini untuk investasi masa depan," jelas Prita.

Tuh kan, biar buruh, hidup nyaman, enjoy, dan gaya itu bukan cuma angan-angan. Yuk, wujudkan!(dwi)

#Hari Buruh #Mei Bulan Para Pejuang
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Dwi Astarini

Editor, jurnalis, dan profesional komunikasi bilingual (Indonesia–Inggris) dengan pengalaman lebih dari 15 tahun di industri media, jurnalistik, dan pengembangan konten. Telah bekerja di berbagai media nasional dan proyek editorial, membantu menghasilkan, menyunting, serta mengelola konten yang informatif, akurat, dan relevan bagi publik. Lulusan Sastra Inggris Universitas Udayana yang kini berfokus pada penyuntingan berita dan feature, pengembangan narasi, serta memastikan setiap konten memenuhi standar jurnalistik yang tinggi. Perjalanan karier meliputi hampir satu dekade di Media Indonesia dan terlibat sebagai editor freelance untuk berbagai publikasi, termasuk proyek buku foto jurnalistik bersama Galeri Foto Jurnalistik ANTARA (GFJA).
Show More
Follow Me

Berita Terkait

Indonesia
Sekjen PDIP Ajak Buruh Perkuat Solidaritas dan Gotong Royong
Kebersamaan dan gotong royong menjadi kekuatan utama untuk mendorong perubahan yang berpihak kepada rakyat kecil.
Dwi Astarini - Senin, 04 Mei 2026
Sekjen PDIP Ajak Buruh Perkuat Solidaritas dan Gotong Royong
Indonesia
Rano Karno Pertegas Pemprov DKI Pro ke Buruh, Tuntut Ruang Dialog Konstruktif demi Keadilan Pekerja Ibu Kota
Rano Karno memandang kaum pekerja sebagai elemen vital yang menentukan arah ekonomi daerah
Angga Yudha Pratama - Minggu, 03 Mei 2026
Rano Karno Pertegas Pemprov DKI Pro ke Buruh, Tuntut Ruang Dialog Konstruktif demi Keadilan Pekerja Ibu Kota
Indonesia
Kerusuhan May Day di Bandung, Polisi Tetapkan 6 Tersangka
Polda Jabar menetapkan enam tersangka kerusuhan May Day di Bandung. Mayoritas pelajar, terbukti lakukan pembakaran dan perusakan fasilitas publik di Tamansari.
Wisnu Cipto - Sabtu, 02 Mei 2026
Kerusuhan May Day di Bandung, Polisi Tetapkan 6 Tersangka
Indonesia
Ketika Prabowo Ingatkan Massa Buruh Cewek, Gue Presidennya Bukan Teddy
Peringatan Hari Buruh di Monas diwarnai momen unik saat Presiden Prabowo Subianto berseloroh kepada massa buruh yang bersorak untuk Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya.
Wisnu Cipto - Sabtu, 02 Mei 2026
Ketika Prabowo Ingatkan Massa Buruh Cewek, Gue Presidennya Bukan Teddy
Indonesia
Peringatan May Day, Pemkot Jamin Memperjuangan Hak dan Kesejahteraan Buruh
Melalui Dinas Ketenagakerjaan Solo, Walkot Solo akan menyurati perusahaan-perusahaan yang belum memberikan gaji layak dan jaminan tak sesuai.
Dwi Astarini - Jumat, 01 Mei 2026
Peringatan May Day, Pemkot Jamin Memperjuangan Hak dan Kesejahteraan Buruh
Indonesia
Tegaskan Potongan Ojol Jadi di Bawah 10 Persen, Presiden Prabowo: yang Keringat Ojol, aku Dapat Duit, Sorry Ye
Kepala Negara menegaskan tidak setuju dengan besaran pemotongan dan meminta agar potongan ojol dikurangi di bawah 10 persen.
Dwi Astarini - Jumat, 01 Mei 2026
Tegaskan Potongan Ojol Jadi di Bawah 10 Persen, Presiden Prabowo: yang Keringat Ojol, aku Dapat Duit, Sorry Ye
Lifestyle
Hari Buruh 1 Mei 2026: Sejarah, Aksi Nasional, Caption Medsos Terbaik hingga Prompt AI Poster
Hari Buruh 2026 diperingati 1 Mei. Simak sejarah May Day, makna, aksi buruh di Monas bersama Prabowo, 26 caption medsos, dan 10 prompt AI poster.
ImanK - Jumat, 01 Mei 2026
Hari Buruh 1 Mei 2026: Sejarah, Aksi Nasional, Caption Medsos Terbaik hingga Prompt AI Poster
Indonesia
Prabowo Bakal Hadiri Hari Buruh 2026 di Monas, Pemerintah Tegaskan Berpihak ke Pekerja
Presiden Prabowo dijadwalkan hadir di peringatan Hari Buruh 2026 di Monas. Pemerintah menegaskan komitmennya berpihak pada pekerja di tengah isu PHK dan tekanan ekonomi.
Ananda Dimas Prasetya - Rabu, 29 April 2026
Prabowo Bakal Hadiri Hari Buruh 2026 di Monas, Pemerintah Tegaskan Berpihak ke Pekerja
Indonesia
Suara Ibu Indonesia Datangi Polda Metro Jaya, Desak Polisi Bebaskan Mahasiswa yang Ditahan karena Demo
Suara Ibu Indonesia menuntut Kapolda Metro Jaya membebaskan mahasiswa yang ditahan usai demo damai. Mereka ingin keadilan untuk generasi muda.
Hendaru Tri Hanggoro - Selasa, 27 Mei 2025
Suara Ibu Indonesia Datangi Polda Metro Jaya, Desak Polisi Bebaskan Mahasiswa yang Ditahan karena Demo
Indonesia
Kelompok Muda Anarko Jadi Tersangka Melawan Aparat Saat May Day di Semarang
Terhadap anggota grup anarko tersebut pihak kepolisian akan terus menelusuri dan memprofiling aktifitasnya.
Alwan Ridha Ramdani - Sabtu, 03 Mei 2025
Kelompok Muda Anarko Jadi Tersangka Melawan Aparat Saat May Day di Semarang
Bagikan