Pentingnya Modernisasi Arsitektur Teknologi pada Layanan Keuangan
Layanan keuangan membutuhkan fitur teknologi agar prosesnya lebih efisien. (Foto: Unsplash/Glenn Carstensz Pieters)
PANDEMI COVID-19 telah mempercepat transformasi digital di berbagai industri. Organisasi-organisasi secara cepat memperbarui aplikasi dan arsitektur untuk memperbaiki pengalaman konsumen dan efisiensi backend. Sementara strategi bisnis dan teknologi harus disesuaikan, arsitektur perusahaan yang mendasarinya juga harus diubah untuk mendukungnya serta mengantisipasi perubahan di masa depan.
Pandemi mendorong 88 persen organisasi di dunia untuk melakukan pekerjaan jarak jauh (remote working).Sementara 80 persen konsumen mengindikasi bahwa mobile app merupakan penghubung utama untuk layanan keuangan.
Baca Juga:
Yuk Pahami Hak dan Kewajiban Sebelum Gunakan Layanan Fintech Lending
Menurut siaran pers yang diterima merahputih.com, Laporan State of Application Strategy terbaru yang dikeluarkan F5 menemukan bahwa hampir sepertiga (32 persen) organisasi jasa keuangan mulai mengotomatiskan bisnis mereka sementara lebih dari setengah (58 persen) secara bersamaan telah memulai proyek AI. Temuan ini berfungsi sebagai penekanan kuat bagi organisasi layanan jasa keuangan untuk meninjau arsitektur perusahaan mereka saat ini.
Sebuah arsitektur perusahaan mengatur bagaimana bisnis beroperasi melalui fungsi dan prosesnya. Dengan demikian, bisnis dapat dibatasi dalam batasan sudah ada dan tidak dapat beradaptasi dengan kondisi yang berubah. Sebagian besar perusahaan keuangan saat ini memiliki arsitektur perusahaan yang dikembangkan beberapa dekade yang lalu dan mungkin sebagian besar tetap tidak berubah.
Organisasi dapat menggunakan standarisasi komunikasi pada tingkatan infrastruktur dan pengaplikasiannya untuk menyederhanakan dan mempercepat transisi teknis ke digital. Dalam merencanakan arsitektur perusahaan digital, kita perlu mempertimbangkan berbagai standar di dalam dua tren teknis yang luas yaitu keamanan dan edge computing.
Privasi menjadi perhatian yang berkembang di tengah percepatan transformasi digital, dan sangat penting bagi organisasi untuk meningkatkan keamanan ketika menyimpan informasi pribadi pengguna dalam jumlah yang banyak. Selain itu, berbagai industri bergegas untuk mengambil data, memanfaatkan peningkatan penggunaan perangkat digital oleh pelanggan, pemasok, distributor, dan mitra untuk menemukan efisiensi atau aliran pendapatan baru.
Baca Juga:
Modernisasi Pesat Dorong Kebangkitan Perbankan Digital di Indonesia
Dengan tren aplikasi saat ini dan layanan yang dihosting di beberapa lokasi, hal itu membuat memiliki keamanan yang menyeluruh dari aplikasi menjadi semakin menantang bagi organisasi. Oleh karena itu, organisasi dapat mempertimbangkan untuk mengadopsi distributed cloud yang dapat membantu menyediakan satu platform observasi terpadu. Dengan begitu, memungkinkan tim DevOps, NetOps, dan SecOps untuk meningkatkan visibilitas arsitektur keamanan mereka secara keseluruhan dan berkolaborasi dengan lebih baik satu sama lain.
Edge Computing telah menjadi standar untuk menjaga interoperabilitas dalam jaringan dan protokol komunikasi. Edge menawarkan peluang ekspansi yang lebih besar dan kemampuan untuk mengatasi hambatan jangka panjang melalui penggunaan aplikasi standar dan transport protocols untuk memperluas lapisan infrastruktur mereka ke berbagai lokasi.
Misalnya, pemrosesan kartu kredit dapat dilakukan secara efektif di edge daripada melalui database di kantor pusat perusahaan. Ini dapat menghemat waktu dan bandwidth dalam jangka panjang. Dalam waktu singkat, pusat data mikro dapat disiapkan di area yang memiliki populasi pengguna yang tinggi, sementara titik layanan cloud pop-up dapat mendukung kebutuhan sementara seperti konser atau acara khusus.
Ditambah AI, edge computing dapat meningkatkan efisiensi operasional dengan menghasilkan data dan wawasan yang lebih akurat, dan satu persatu melayani kebutuhan pelanggan mereka dengan lebih baik. Organisasi keuangan juga dapat didukung oleh AI analytics untuk melindungi pelanggan mereka dari potensi serangan cyber. (ikh)
Baca Juga:
Uang Masyarakat di Bank Digital Tumbuh 8 Ribu Persen
Bagikan
Berita Terkait
Samsung Galaxy S26 Sudah Muncul di Geekbench, Pakai Snapdragon 8 Elite Gen 5?
Xiaomi 17 Max Diprediksi Meluncur April 2026, Punya Fitur Layaknya Seri Pro!
Honor X80 Gendong Baterai 10.000mAh, Harga Diprediksi Enggak Sampai Rp 2,5 Juta
Oppo Pad 5 Gebrak Pasar Tablet dengan Bawa Baterai Jumbo 10.050mAh, Siap Maraton Film Tanpa Takut Lowbat
Redmi K90 Ultra Bocor! Gendong Kipas Aktif di Balik Kamera dan Baterai 8.000mAh, Siap Libas Game Berat
OPPO Find N7 Masuk Tahap Pengembangan, Spesifikasi dan Jadwal Rilisnya Bocor!
OPPO Reno 15c Sudah Meluncur, Bawa Baterai Jumbo dan Tangguh 7.000mAh!
OPPO Reno 15 Pro Mini Resmi Rilis, Hadir dengan Kamera 200MP dan Baterai 6.200mAh
Realme 16 Pro dan 16 Pro+ Resmi Mengaspal, Bawa Kamera 200MP dan Baterai 7.000mAh
OPPO Reno 15 Starry Pink Meluncur dengan Desain Unik, Dilengkapi 3 Kamera 50MP