Pentingnya Edge Computing untuk Industri 4.0 di Indonesia
Dapat membantu perusahaan untuk memenuhi kebutuhan dan tuntutan otomasi. (Foto: Unsplash/Campaign Creators)
DIGITALISASI merupakan hal yang fundamental untuk diadaptasi di era modern ini. Perusahaan dituntut beradaptasi dengan proses otomasi industri agar siap menjadi bagian dari Industri 4.0. Pemerintah bahkan telah meluncurkan Indonesia Industry 4.0 Readiness Index (INDI 4.0), peta jalan untuk menjadikan Indonesia sebagai negara 10 besar ekonomi dunia di 2030.
Pada otomasi proses bisnis inilah Stratus Technologies memainkan peranan penting. Perusahaan teknologi asal Amerika Serikat tersebut memiliki inovasi yang sangat dibutuhkan oleh industri di era Industri 4.0 ini. Managing Director Stratus Technologies for Asia South Lin Hoe Foong mengatakan dari banyaknya upaya untuk melakukan digitalisasi Stratus Technologies menawarkan teknologi edge computing.
“Inovasi teknologi dari edge computing dapat membantu perusahaan untuk memenuhi kebutuhan dan tuntutan otomasi dalam Industri 4.0,” kata Lin Hoe.
Baca juga:
Apa Arti Refurbished? Perhatikan Informasi ini Sebelum Membelinya
Edge computing adalah proses komputasi yang difokuskan untuk memproses traffic internet of things. Komputerisasi ini juga berfungsi sebagai wadah penyimpanan dan pengolahan data yang ditempatkan sedekat mungkin dari sumber data. Dengan begitu, proses traffic data bisa dilakukan dengan latency minim yang memiliki tingkat konsumsi bandwidth yang jauh lebih efisien.
Menurut Lin Hoe, sebagus-bagusnya koneksi internet dan cloud computing, pasti akan mengalami latency.
“Untuk bisa berdaya saing tinggi di era 4.0, operasional 24 jam serta sistem peringatan kesalahan yang real time menjadi tuntutan yang harus diatasi. Hal inilah yang membuat Stratus perlu hadir untuk membantu industri agar tetap menjalankan proses bisnis mereka,” kata Lin Hoe.
Baca juga:
Meski terbilang baru di Indonesia, edge computing sudah cukup berkembang secara global. Diprediksi pangsa pasar edge computing mencapai USD 4 triliun atau sekitar Rp 57 triliun hingga 2030. Laju pertumbuhan per tahunnya sejak tahun ini juga diproyeksikan 38,4 persen.
Country Manager Stratus Indonesia Gerry Santoso mengatakan, bagi para pelaku industri di dalam negeri tidak perlu khawatir akan kesulitan menggunakan edge computing.
“Tidak perlu orang dengan sertifikat khusus untuk mengoperasikan edge computing kami. Dan tidak ada glorifikasi terhadap suatu merk tertentu, semua merk IT bisa diintegrasikan dengan solusi kami,” kata Gerry.
Di Indonesia sendiri, sudah ada banyak perusahaan dari berbagai industri yang menggunakan solusi inovatif dari Stratus. Salah satu penggunanya adalah perusahaan hulu migas milik pemerintah. Selain itu pengguna Stratus Technologies juga menyebar di sektor transportasi, keuangan, Energi, hingga kesehatan.
“Edge computing tidak semata untuk industri besar, industri kelas menengah ke bawah juga bisa menggunakannya,” tutup Gerry. (and)
Baca juga:
Bagikan
Andreas Pranatalta
Berita Terkait
OPPO Find X9 Ultra dan Vivo X300 Ultra Dirumorkan Pakai Kamera Ganda 200MP
OPPO Find X9 Pro Tembus 5 Besar DxOMark, Ungguli Honor Magic 8 Pro!
Redmi Buds 8 Lite dan Mijia Smart Audio Glasses Bakal Hadir di Indonesia Bersamaan dengan Peluncuran Redmi Note 15 Series
Tutorial Mudah Bikin Tren Photomontage Feed Sosmed Ala 'Zootopia 2' Pakai OPPO Reno 15 Series
OPPO Reno 15 Series Usung Desain 'Dancing Aurora', Terinspirasi dari Fenomena Alam Langka
OPPO Reno 15 Perkenalkan Fitur AI Flash Photography 2.0, Selfie Minim Cahaya Jadi Lebih Maksimal!
POCO X8 Pro Max Muncul di Sertifikasi BIS, Sudah Siap Meluncur Global?
Vivo X300 Ultra Siap Masuk Indonesia, Sudah Kantongi Sertifikasi TKDN!
Simak Nih! Cara Pakai StandBy Mode iPhone iOS 17: Tips dan Kustomisasi
Desain Layar iPhone 18 Mulai Terungkap, Model Pro Alami Perubahan Besar