Penjelasan BMKG soal Suara Dentuman di Jawa Tengah

Andika PratamaAndika Pratama - Senin, 11 Mei 2020
Penjelasan BMKG soal Suara Dentuman di Jawa Tengah

Ilustrasi langit. Foto: Net

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.com - Warga Jawa Tengah khususnya daerah Semarang Raya dan Solo Raya digegerkan dengan suara dentuman yang terjadi pada Senin (11/5) dalam kurun waktu 00.45 WIB sampai dengan 01.15 WIB. Bahkan tagar dentuman menjadi trending topik di Twitter dan viral di media sosial (medsos) pada Senin siang.

Seorang warga Solo, Sulistiyarini (32) mengaku mendengar suara dentuman itu dari luar rumah pada pukul 00.55 WIB. Ia terbangun dan mencoba mencari sumber suara melalui media sosial (medsos) dan mengecek akun Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Jawa Tengah dan Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG).

Baca Juga

Analisis Ahli Gempa BMKG soal Dentuman di Jabodetabek

"Biasanya kalau ada ektivitas erupsi Gunung Merapi akun twitter BPPTKG langsung memberikan info. Namun, untuk kejadian dentuman ini tidak. Lalu dari mana sumber suara dentuman tersebut," ujar Sulis kepada MerahPutih.com, Senin (11/5).

Ia pun memantau di sejumlah akun grup Facebook di Solo Raya ternyata suara dentuman itu juga didengar banyak orang. Namun, semua orang tidak mengetahui sumber dentuman tersebut.

"Sampai sekarang belumen ada jawaban. Sebagai warga pastinya khawatir kalau terjadi sesuatu," kata dia.

Merahputih.com / Rizki Fitrianto
BMKG. Merahputih.com / Rizki Fitrianto

Senada diungkapkan warga Semarang, Irma Astuti (40). Menurut dia, suara dentuman itu suaranya sangat jelas. Bahkan, sempat membuat warga kampung keluar rumah untuk mencari sumber suara.

"Suara itu terdengar saat warga sedang santap sahur, jadi wajar banyak warga yang mendengarnyaa. Sampai sejauh ini suara dentuman itu masih misterius apakah terkait aktivitas Gunung Merapi atau dari sumber suara lain," kata dia.

Kepala Seksi Data Informasi dan Komunikasi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Jawa Tengah, Iis Widya Harmoko, mengatakan saat ini pihaknya masih mencari tahu sumber suara dentuman yang sedang banyak diperbincangkan masyarakat Jawa Tengah khususnya Solo Raya dan Semarang Raya, dan Pati Raya.

"Saya belum tahu sumber suara dentuman itu dari mana asalnya. Masih kami selidiki dengan mencari rekaman suara dentuman itu. Aktivitas seismik tadi malam tidak ada," ujar Widya.

Baca Juga

Akhirnya PVMBG Beri Penjelasan Soal Suara Dentuman yang Jadi Buah Bibir Masyarakat

Ia menambahkan hasil koordinasi dengan pihak BPPTKG juga tidak ada aktivitas di Gunung Merapi. Bahkan, aktivitas gempa juga tidak terjadi di wilayah Jawa Tengah. (*)

Berita ini merupakan laporan Ismail Soli, kontributor merahputih.com untuk wilayah Solo dan sekitarnya.

#BMKG
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Berita Terkait

Indonesia
Update Peringatan Dini Cuaca Ekstrem 8-10 September 2026: Aceh dan Sumatera Utara Berstatus Siaga Hujan Sangat Lebat
Butuh info prakiraan cuaca sepekan ke depan? Cek peringatan dini BMKG (8-10 September 2026) soal potensi hujan lebat, angin kencang, hingga imbauan abu vulkanik Anak Krakatau di sini
Angga Yudha Pratama - Rabu, 09 September 2026
Update Peringatan Dini Cuaca Ekstrem 8-10 September 2026: Aceh dan Sumatera Utara Berstatus Siaga Hujan Sangat Lebat
Indonesia
Badan Geologi dan BMKG Diwacanakan Terintegrasi, Ketua Komisi V DPR Soroti Efisiensi dan Koordinasi
Ketua Komisi V DPR RI Lasarus mendukung wacana integrasi Badan Geologi dan BMKG untuk memperkuat koordinasi serta efisiensi penanganan bencana.
Ananda Dimas Prasetya - Selasa, 08 September 2026
Badan Geologi dan BMKG Diwacanakan Terintegrasi, Ketua Komisi V DPR Soroti Efisiensi dan Koordinasi
Indonesia
Puan: Penggabungan BMKG dan Badan Geologi Jangan Buru-Buru, Harus Dikaji Dulu
Puan mengatakan DPR siap mendukung jika hasil kajian menyimpulkan integrasi kedua lembaga tersebut dapat membuat pemantauan dan mitigasi bencana lebih efektif.
Alwan Ridha Ramdani - Selasa, 08 September 2026
Puan: Penggabungan BMKG dan Badan Geologi Jangan Buru-Buru, Harus Dikaji Dulu
Indonesia
OMC Dimulai, BMKG Berupaya Percepat Pembersihan Abu Vulkanik Gunung Anak Krakatau
BMKG bersama BNPB dan pihak terkait menggelar OMC sejak 7 September 2026 untuk mempercepat pembersihan atmosfer dari abu vulkanik Gunung Anak Krakatau.
Ananda Dimas Prasetya - Selasa, 08 September 2026
OMC Dimulai, BMKG Berupaya Percepat Pembersihan Abu Vulkanik Gunung Anak Krakatau
Indonesia
Gelombang Tinggi di Perairan Indonesia, Nelayan dan Kapal Penyeberangan Diminta Waspada
Kondisi gelombang laut yang dapat mencapai hingga 4 meter berpotensi membahayakan moda transportasi laut dari skala kecil hingga besar.
Dwi Astarini - Selasa, 08 September 2026
Gelombang Tinggi di Perairan Indonesia, Nelayan dan Kapal Penyeberangan Diminta Waspada
Indonesia
BMKG Buka-bukaan soal El Nino Sangat Kuat, Musim Hujan Baru Datang Oktober
BMKG mengingatkan ancaman El Nino sangat kuat saat musim kemarau 2026. Musim hujan diprediksi mulai bertahap pada pertengahan Oktober 2026.
Ananda Dimas Prasetya - Senin, 07 September 2026
BMKG Buka-bukaan soal El Nino Sangat Kuat, Musim Hujan Baru Datang Oktober
Indonesia
BMKG Keluarkan Peringatan Dini untuk Wilayah Sumatera Utara, Ada Potensi Bencana Hidrometeorologi
BMKG keluarkan peringatan dini terkait potensi cuaca ekstrem di sejumlah wilayah Sumatera Utara (Sumut) dalam sepekan ke depan.
Frengky Aruan - Senin, 07 September 2026
BMKG Keluarkan Peringatan Dini untuk Wilayah Sumatera Utara, Ada Potensi Bencana Hidrometeorologi
Indonesia
BMKG Gelar OMC, Hujan Buatan Siap Sapu Bersih Debu Vulkanik Anak Krakatau dalam 2 Hari
Khawatir dengan paparan debu vulkanik Anak Krakatau? Tenang, modifikasi cuaca BMKG siap menyapu bersih abu di udara dalam 1-2 hari. Cek cara kerjanya di sini
Angga Yudha Pratama - Senin, 07 September 2026
BMKG Gelar OMC, Hujan Buatan Siap Sapu Bersih Debu Vulkanik Anak Krakatau dalam 2 Hari
Indonesia
BMKG Pastikan Selat Sunda Aman, Potensi Tsunami akibat Erupsi Gunung Anak Krakatau Rendah
BMKG mengungkapkan, bahwa potensi tsunami di Selat Sunda tergolong rendah. Hal itu berdasarkan pemantauan data HF Radar.
Soffi Amira - Senin, 07 September 2026
BMKG Pastikan Selat Sunda Aman, Potensi Tsunami akibat Erupsi Gunung Anak Krakatau Rendah
Berita
Anak Krakatau Kembali Erupsi, Bagaimana Kondisinya Hari Ini? Ini Data Terbarunya
Kondisi Anak Krakatau saat ini, Senin 7 September 2026, masih aktif. Simak data erupsi, kegempaan, sebaran abu dan fakta Krakatau.
ImanK - Senin, 07 September 2026
Anak Krakatau Kembali Erupsi, Bagaimana Kondisinya Hari Ini? Ini Data Terbarunya
Bagikan