Pengungsi Merapi Keluhkan Kekurangan Air Bersih dan Ruangan Panas

Zulfikar SyZulfikar Sy - Selasa, 10 November 2020
Pengungsi Merapi Keluhkan Kekurangan Air Bersih dan Ruangan Panas

Para pengungsi di barak pengungsian Desa Glagaharjo Cangkringan, Sleman. (Foto: MP/Humas Pemkab Sleman)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.com - Sejumlah pengungsi Gunung Merapi di barak pengungsian Balai Desa Glagahharjo, Kecamatan Cangkringan, Kabupaten Sleman mengeluhkankan minimnya air bersih. Mereka juga mengeluh kepanasan akibat kurang pendingin ruangan.

Salah seorang pengungsi lansia Arjo Dinomo (67) mengatakan, air di barak pengungsian terkadang tidak menyala.

"Kalau malam air suka tidak nyala. Air bersih jadi terbatas. Mau buang air saya tahan pagi-pagi saja," ujar Arjo di barak pengungsian Selasa (10/11).

Baca Juga:

Gunung Merapi Status Siaga, 961 Warga Jateng Diungsikan

Arjo yang sudah menempati barak pengungsian sejak Sabtu (8/11) Sore. Ia diangkut dengan menggunakan mobil pick up bersama dengan puluhan lansia satu kampungnya.

Saat pagi dan siang tiba, air bersih sangat terbatas. Arjo menjelaskan, jumlah kamar mandi yang tidak sampai belasan sangat kurang dengan jumlah pengungsi yang mencapai ratusan. Hal ini membuat ia harus mengantre cukup lama saat hendak menggunakan kamar mandi.

Namun Arjo mengatakan, ia tidak kekurangan air minum serta makanan. Dalam sehari, seluruh pengungsi diberi makan tiga kali oleh para petugas di dapur umum.

"Saya ke kamar mandi hanya untuk mandi sehari sekali dan buang air saja. Baju tidak saya cuci," kata warga RT 1 RW 19 itu.

Bupati Sleman Sri Purnomo (kemeja putih ) saat memantau barak pengungsian. (Foto: MP/Humas Pemkab Sleman)
Bupati Sleman Sri Purnomo (kemeja putih ) saat memantau barak pengungsian. (Foto: MP/Humas Pemkab Sleman)

Kesulitan air bersih juga dirasakan oleh Ngatmi (45). Ngatmi datang ke barak bersama cucu dan anak perempuannya. Ia menempati satu bilik kayu bersama dengan cucu dan anaknya.

Untuk bisa mandi atau buang air nih harus mengantri cukup lama. Ia terpaksa tidak rutin mandi setiap hari.

Ia juga merasakan kepanasan dan kegerahan selama berada dalam barak pengungsian.

"Kalau siang sumuk (gerah). Nda ada angin masuk. Saya tidak punya kipas (angin)," kata wanita sawo matang ini dengan bahasa Jawa.

Ngatmi juga harus berbagi kasur dengan cucu dan anaknya. Pasalnya satu bilik pengungsi hanya diberi satu buah kasur saja. Hal ini membuat ia terpaksa tidur beralaskan selimut. Akibatnya Ngatmi tidak bisa tidur nyenyak.

Kedua pengungsi ini berharap pemerintah bisa menambah air bersih serta pendingin ruangan agar mereka bisa merasa nyaman.

Baca Juga:

Kementerian ESDM: Guguran Aktif Gunung Merapi Normal Terjadi

Bupati Sleman Sri Purnomo mengatakan bahwa pihaknya terus melengkapi sarana dan prasarana di lokasi pengungsian. Tindakan yang sudah dilakukan antaranya memasang 13 titik lampu penerangan jalan yang dilakukan oleh Dinas Perhubungan Sleman.

"Selain itu, untuk memberikan pelayanan kesehatan, Pemerintah Kabupaten Sleman melalui Dinas Kesehatan telah menyiagakan puskesmas di Kapanewon Cangkringan, Kapanewon Turi, dan Kapanewon Pakem sebagai tanggap darurat Merapi," kata Sri Purnomo saat pantauan ke barak Pengungsian. (Teresa Ika/Yogyakarta)

Baca Juga:

Rapid Test Digelar di Barak Pengungsi Merapi

#Yogyakarta #Gunung Merapi #Letusan Gunung Merapi
Bagikan
Ditulis Oleh

Zulfikar Sy

Tukang sihir

Berita Terkait

ShowBiz
Fanny Soegi Hadirkan “Jogja Lantai 2”, Liriknya Memotret Sisi Sunyi Yogyakarta
Lagu ini dibalut nuansa ringan dan ceria, terinspirasi dari pengalaman berlibur di Yogyakarta
Wisnu Cipto - Minggu, 18 Januari 2026
Fanny Soegi Hadirkan “Jogja Lantai 2”, Liriknya Memotret Sisi Sunyi Yogyakarta
Indonesia
Sambut Long Weekend Isra Mikraj, KAI Daop 6 Kerahkan 4 KA Tambahan
Libur panjang akhir pekan kerap dimanfaatkan masyarakat untuk menjelajahi kota-kota dengan nyaman dan aman bersama keluarga dengan naik kereta api.
Dwi Astarini - Selasa, 13 Januari 2026
Sambut Long Weekend Isra Mikraj, KAI Daop 6 Kerahkan 4 KA Tambahan
Indonesia
Tiket KA ke Yogyakarta Paling Banyak Diburu Saat Libur Nataru 2026
Hingga Senin (29/12) penjualan tiket Angkutan Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 periode 18 Desember 2025–4 Januari 2026 telah mencapai 3.517.528 tiket.
Alwan Ridha Ramdani - Selasa, 30 Desember 2025
Tiket KA ke Yogyakarta Paling Banyak Diburu Saat Libur Nataru 2026
Indonesia
Yogyakarta Jadi Tujuan Favorit Wisata Orang Jakarta
Posisi berikutnya ditempati oleh Semarang dengan 32.962 penumpang, Surabaya sebanyak 22.846 penumpang, Purwokerto sebanyak 22.139 penumpang, dan Bandung dengan 21.186 penumpang.
Alwan Ridha Ramdani - Sabtu, 27 Desember 2025
Yogyakarta Jadi Tujuan Favorit Wisata Orang Jakarta
Indonesia
Hilang Sejak 20 Desember, Pendaki Ilegal Gunung Merapi Ditemukan Tewas dalam Jurang
Pendaki ilegal Gunung Merapi asal Yogyakarta yang hilang sejak 20 Desember ditemukan meninggal dunia di wilayah Sapu Angin, Klaten, Jawa Tengah.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 25 Desember 2025
Hilang Sejak 20 Desember, Pendaki Ilegal Gunung Merapi Ditemukan Tewas dalam Jurang
Indonesia
Pendaki Hilang di Merapi, 1 Dievakuasi tapi 1 belum Ditemukan
Proses evakuasi korban berlangsung cukup menantang mengingat medan di kawasan Gunung Merapi yang curam dan kondisi cuaca yang berubah-ubah.
Dwi Astarini - Selasa, 23 Desember 2025
Pendaki Hilang di Merapi, 1 Dievakuasi tapi 1 belum Ditemukan
Indonesia
Pendaki Asal Sleman Hilang di Gunung Merapi, Padahal Sudah Ada Larangan Naik
Dua orang tersebut dari keterangan rekannya yang turun nekat naik ke Gunung Merapi. Padahal sudah jelas dilarang naik Gunung Merapi berstatus siaga III.
Alwan Ridha Ramdani - Senin, 22 Desember 2025
Pendaki Asal Sleman Hilang di Gunung Merapi, Padahal Sudah Ada Larangan Naik
Indonesia
Gunung Merapi Status Siaga Level III, 7 Pendaki Ilegal Diamankan Polisi
Satu dari tujuh pendaki ilegal Gunung Merapi ialah perempuan. Mereka rata-rata masih berumur belasan tahun, yakni antara 17 dan 19 tahun.
Dwi Astarini - Rabu, 10 Desember 2025
Gunung Merapi Status Siaga Level III, 7 Pendaki Ilegal Diamankan Polisi
Indonesia
Presiden Prabowo Minta Setiap Kerdatangannya tak lagi Disambut Anak-Anak, Kasihan Lihat Kepanasan dan Ganggu Jam Sekolah
Prabowo memerintahkan Sekretaris Kabinet (Seskab) Teddy Indra Wijaya menyurati para bupati dan wali kota terkait dengan arahan tersebut.
Dwi Astarini - Rabu, 19 November 2025
Presiden Prabowo Minta Setiap Kerdatangannya tak lagi Disambut Anak-Anak, Kasihan Lihat Kepanasan dan Ganggu Jam Sekolah
Indonesia
Gunung Merapi Keluarkan 4 Kali Awan Panas Guguran, Masyarakat Diminta Waspada
Teramati 4 kali awan panas guguran ke arah barat daya (Kali Krasak) dengan jarak luncur maksimum 2.000 meter.
Dwi Astarini - Selasa, 11 November 2025
Gunung Merapi Keluarkan 4 Kali Awan Panas Guguran, Masyarakat Diminta Waspada
Bagikan