Inilah Pengaruh Tionghoa dalam Budaya Betawi

Noer ArdiansjahNoer Ardiansjah - Selasa, 28 Februari 2017
Inilah Pengaruh Tionghoa dalam Budaya Betawi

Tradisi palang pintu Betawi. (Foto: Dokumentasi Pribadi Sahroni)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

Orang-orang Tionghoa sudah datang ke nusantara lebih dahulu sebelum orang-orang Belanda. Hal itu terungkap dalam buku Sejarah Jakarta yang ditulis oleh Uka Tjandrasasmita.

Bahkan, Sunda Kelapa pada zaman Kerajaan Pajajaran sudah banyak dikunjungi oleh para pedagang Tionghoa. Dengan membawa porselin, sutra, dan obat-obatan, mereka menukar itu semua dengan hasil bumi nusantara.

Karena itu, berawal dari perdagangan lambat laun membuat pengaruh Tionghoa terhadap budaya Betawi pun semakin terjalin erat.

Menurut Raden Aryo Sastrodarmo, seorang pelancong Surakarta di Batavia pada tahun 1865, dalam Kawontenan ing Nagari Betawi, seperti dikutip Ridwan Saidi dalam Profil Orang Betawi: Asal Muasal, Kebudayaan, dan Adat Istiadatnya, adat-istiadat Betawi memiliki kemiripan dengan adat-istiadat Tionghoa. Dan, cara orang Betawi memperkenalkan diri juga seperti orang Tionghoa.

“Orang Tionghoa sudah lama sekali berada di Batavia. Saat kolonial Belanda pertama kali menginjakkan kaki di bumi Jayakarta, di sana sudah ada permukiman Tionghoa di muara Sungai Ciliwung. Dan hal tersebut menunjukkan bahwa hubungan yang sangat baik antara etnik yang di kemudian hari dikenal sebagai etnik Betawi dengan etnik Tionghoa,” jelas sejarawan Universitas Indonesia, Sulaiman Harahap saat dihubungi merahputih.com, Senin (27/2).

Adapun orang-orang Tionghoa tersebut, Sulaiman mengatakan, berasal dari provinsi Fujian, bagian selatan Tiongkok.

“Karena itu, budaya suku Hokkian-lah yang memberikan dampak besar. Kita bisa lihat dari istilah-istilah Hokkian yang sampai sekarang masih dikenal di kalangan Tionghoa peranakan dan sebagian telah masuk ke dalam kosakata bahasa Betawi,” kata Sulaiman.

Salah seorang sesepuh Betawi, Abah Misar (85) juga mengatakan bahwa pengaruh Tionghoa terasa pula dalam tradisi pernikahan Betawi.

“Seperti membakar petasan saat menyambut pengantin pria. Itu adalah budaya Tionghoa. Dan pada palang pintu, senjata khas Tionghoa; toya atau tongkat panjang juga sering digunakan selain golok,” kata Abah Misar.

Pemerhati sejarah dan budaya yang juga merupakan peranakan Tionghoa, David Kwa mengatakan beberapa budaya Betawi mengadopsi budaya Tionghoa. Misalnya, tradisi angpau. Angpau atau ampau juga lazim dilakukan masyarakat Betawi saat menghadiri pernikahan.

Angpau atau ampau adalah bingkisan uang yang dimasukkan ke dalam amplop. Dan itu digunakan masyarakat Betawi saat memberikan hadiah kepada kedua mempelai,” kata David Kwa.

Hal tersebut merupakan beberapa di antara pengaruh budaya Tionghoa dalam kehidupan masyarakat Betawi. Pengaruh yang sebenarnya juga berlaku timbal balik antara kedua etnik tersebut. Pengaruh yang mencerminkan kebhinnekaan yang sesungguhnya dalam budaya bangsa ini.

#Suku Betawi #Tionghoa
Bagikan
Ditulis Oleh

Noer Ardiansjah

Tukang sulap.

Berita Terkait

Indonesia
Hadiri Gelar Budaya Lebaran Betawi di Lapangan Banteng 10-12 April 2026
Lebaran Betawi 2026 digelar di Lapangan Banteng juga mempertimbangkan aspek historis lokasi.
Alwan Ridha Ramdani - Minggu, 05 April 2026
Hadiri Gelar Budaya Lebaran Betawi di Lapangan Banteng 10-12 April 2026
Lainnya
Nyorog, Tradisi Berbagi dan Silaturahmi Masyarakat Betawi Sambut Ramadan
Tradisi Nyorog menjadi bagian dari warisan budaya yang terus dijaga sebagai simbol penghormatan, kebersamaan, dan kepedulian antarkeluarga.
Frengky Aruan - Minggu, 01 Maret 2026
Nyorog, Tradisi Berbagi dan Silaturahmi Masyarakat Betawi Sambut Ramadan
Fun
Cara Unik Rayakan Imlek, 3 Film Horor Pilihan Bertema Budaya Tionghoa
Film-film horor ini menghadirkan nuansa mistis, kutukan, hingga tradisi leluhur kental Tionghoa, sehingga cocok menjadi hiburan menegangkan.
Wisnu Cipto - Senin, 16 Februari 2026
Cara Unik Rayakan Imlek, 3 Film Horor Pilihan Bertema Budaya Tionghoa
Lifestyle
Makna Imlek 2026: Tahun Shio Kuda Api yang Bawa Energi Perubahan Kuat
Makna Imlek 2026 menandai tahunnya Shio Kuda. Shio ini membawa energi perubahan kuat dan membuka era baru.
Soffi Amira - Kamis, 12 Februari 2026
Makna Imlek 2026: Tahun Shio Kuda Api yang Bawa Energi Perubahan Kuat
Lifestyle
7 Tradisi Imlek yang Masih Lestari di Indonesia, Jadi Simbol Harapan dan Kebersamaan
Tradisi Imlek di Indonesia ini masih biasa dilakukan oleh masyarakat Tionghoa. Tradisi itu menjadi simbol harapan dan kebersamaan.
Soffi Amira - Kamis, 12 Februari 2026
7 Tradisi Imlek yang Masih Lestari di Indonesia, Jadi Simbol Harapan dan Kebersamaan
Berita Foto
Ornamen Tionghua Hiasi Pusat Perbelanjaan Jelang Tahun Baru Imlek 2577 Kongzili di Jakarta
Pengunjung berfoto bersama dengan latar belakang Ornamen Oriental Khas Imlek di Pusat Perbelanjaan Plaza Senayan, Jakarta, Rabu (11/2/2026).
Didik Setiawan - Rabu, 11 Februari 2026
Ornamen Tionghua Hiasi Pusat Perbelanjaan Jelang Tahun Baru Imlek 2577 Kongzili di Jakarta
Tradisi
Warna Merah dan Imlek, Simbol Perayaan dan Harapan Keberuntungan
Warna merah dalam kebudayaan Tionghoa merupakan salah satu budaya yang paling kaya akan simbol.
Dwi Astarini - Jumat, 06 Februari 2026
 Warna Merah dan Imlek, Simbol Perayaan dan Harapan Keberuntungan
Indonesia
Pramono Sebut Jakarta Harus Punya Lembaga Adat Betawi, Jadi Identitas Kuat sebagai Kota Global
Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung mengatakan, bahwa Jakarta harus punya lembaga adat Betawi. Hal itu bisa menjadi identitas kuat sebagai kota global.
Soffi Amira - Jumat, 22 Agustus 2025
Pramono Sebut Jakarta Harus Punya Lembaga Adat Betawi, Jadi Identitas Kuat sebagai Kota Global
Indonesia
Lebaran Betawi 2025 Digelar di Monas, ini Rangkaian Acara Lengkapnya
Lebaran Betawi 2025 digelar di Monas pada 25-27 April. Tahun ini, acara tersebut mengusung tema "Menyongsong lima abad Jakarta dengan semangat mempererat kearifan lokal masyarakat Betawi".
Soffi Amira - Jumat, 25 April 2025
Lebaran Betawi 2025 Digelar di Monas, ini Rangkaian Acara Lengkapnya
Berita Foto
Umat Buddha Gelar Buka Puasa Bersama untuk Umat Muslim saat Ramadan 1446 H di Vihara Dharma Bakti
Umat membagikan makanan untuk buka puasa bagi umat muslim di Vihara Dharma Bakti, Petak Sembilan, Jakarta Barat, Senin (10/3/2025).
Didik Setiawan - Senin, 10 Maret 2025
Umat Buddha Gelar Buka Puasa Bersama untuk Umat Muslim saat Ramadan 1446 H di Vihara Dharma Bakti
Bagikan