Pengamat Yakin Publik Menunggu ‘Drama’ PDIP saat Jadi Oposisi Prabowo

Soffi AmiraSoffi Amira - Rabu, 29 Mei 2024
Pengamat Yakin Publik Menunggu ‘Drama’ PDIP saat Jadi Oposisi Prabowo

Pengamat Politik, Jerry Massie. Foto: Dok/Pribadi

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.com - Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) kini tengah berada di persimpangan jalan. Mereka tak kunjung menentukan sikap politik apakah akan menjadi oposisi atau bagian dari pemerintahan Presiden terpilih Prabowo Subianto.

Pengamat politik, Jerry Massie menilai, masyarakat banyak yang berharap partai berlogo banteng moncong putih itu untuk oposisi. Sebab, dalam negara demokrasi yang tidak ada partai oposisi, sama saja dengan percuma.

“Saya sarankan PDI di luar pemerintahan jadi oposisi yang baik,” jelas Jerry kepada awak media di Jakarta, Selasa (29/5).

Salah satu alasannya karena koalisi Prabowo sudah penuh. Selain itu, sikap PDIP yang jadi oposisi juga menegakkan wibawa mereka sebagai pihak yang kalah di Pilpres 2024 seharusnya berada di luar pemerintahan.

Baca juga:

PDIP Kuasai DPRD Jateng Dengan 33 Kursi, Bisa Ajukan Cagub Tanpa Koalisi

Ia menyebutkan, PDIP sudah berpengalaman menjadi opisisi. Seperti saat dua periode pemerintahan Presiden ke-6 RI, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), partai besutan Megawati Soekarnoputri itu dianggap mumpuni saat menjadi oposisi.

Jerry memberikan contoh, ketika PDIP lihai memainkan isu yang menyentuh nurani publik ketika mengkritisi program kerja SBY.

“Seperti dulu sempat mengkritisi sampai ada drama ‘menangis’ di era SBY ketika BBM naik, sembako naik, kita kan menunggu seperti itu lagi,” jelas sekaligus Direktur Eksekutif LP3S ini.

Jerry melihat, beberapa kader PDIP sudah sering menyindir keras pemerintahan Presiden Jokowi Widodo.

Baca juga:

Sikap Politik PDIP Pada Prabowo-Gibran, Megawati: Gue Mainkan Dahulu, Dong

Salah satunya soal polemik naiknya biaya UKT Mahasiswa baru di mayoritas perguruan tinggi di Indonesia yang mengalami kenaikan signifikan.

“Sikap yang ditunjukkan ini bisa dijadikan persepsi, bahwa itu adalah sikap partai yang sudah siap menjadi oposisi pemerintah, bahkan di saat pemerintahan Prabowo nanti,” ucap Jerry.

Jerry menyarankan, jika memang PDIP sudah menentukan sikap, sebaiknya semua menteri di Kabinet Indonesia Maju yang berasal dari PDIP mengundurkan diri secara terhormat .

Hal itu dikarenakan basis mereka sudah tidak representatif dengan sikap pemerintah Presiden Joko Widodo saat ini.

Baca juga:

PDIP Disarankan Deklarasikan Sikap Oposisi Demi Menang Pilkada

“Karena sudah tak ada unsur keluarga besar partai dengan Jokowi, alias sudah bercerai politik,” ujarnya. (knu)

#PDIP #Prabowo Subianto #Partai Politik
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Berita Terkait

Indonesia
Cerita Jokowi Kantongi Nomor Anggota PSI dan Jadi Pengurus Tertinggi
Jokowi mengatakan bergabungnya ke PSI sudah dari 14 Oktober 2025. Ia membuka hal tersebut lantaran masih banyak pihak yang mempertanyakan posisinya.
Alwan Ridha Ramdani - Minggu, 27 September 2026
Cerita Jokowi Kantongi Nomor Anggota PSI dan Jadi Pengurus Tertinggi
Indonesia
Guruh Soekarnoputra Meninggal Dunia di Usia 73 Tahun, ini Profil dan Jejak Kariernya
Guruh Soekarnoputra meninggal dunia di usia 73 tahun, Sabtu (26/9). Ia meninggalkan karya dan lagu legendaris.
Soffi Amira - Sabtu, 26 September 2026
Guruh Soekarnoputra Meninggal Dunia di Usia 73 Tahun, ini Profil dan Jejak Kariernya
Olahraga
Indonesia Raih Emas Pertama di Asian Games 2026, Prabowo: Terima Kasih atas Kerja Kerasnya!
Presiden RI, Prabowo Subianto, mengapresiasi atlet Indonesia usai meraih emas pertama di Asian Games 2026.
Soffi Amira - Jumat, 25 September 2026
Indonesia Raih Emas Pertama di Asian Games 2026, Prabowo: Terima Kasih atas Kerja Kerasnya!
Olahraga
Penuh Unsur Angka 8. Garudayaksa Pinang Azizu Milanesta dan Tristan 2 Bakat Muda Eks Dewa United
Garudayaksa FC resmi boyong dua wonderkid Azizu Milanesta dan Tristan Raissa Ibrahim dengan fakta unik penuh unsur angka 8 yang bikin penasaran!
Wisnu Cipto - Rabu, 23 September 2026
Penuh Unsur Angka 8. Garudayaksa Pinang Azizu Milanesta dan Tristan 2 Bakat Muda Eks Dewa United
Indonesia
Danantara Mulai Kaji Pendanaan LRT Jakarta, Integrasi MRT dan Transjakarta Disiapkan
Danantara kini mulai mengkaji pendanaan LRT Jakarta. Integrasi dengan MRT dan Transjakarta sudah masuk pembahasan.
Soffi Amira - Rabu, 23 September 2026
Danantara Mulai Kaji Pendanaan LRT Jakarta, Integrasi MRT dan Transjakarta Disiapkan
Indonesia
Puan Ungkap PDIP sudah Diajak Bicara soal PT 5 Persen dan Syarat Capres Diusung 2 Parpol
Angka tersebut belum menjadi keputusan resmi karena masih dibicarakan secara informal oleh partai politik.
Dwi Astarini - Selasa, 22 September 2026
Puan Ungkap PDIP sudah Diajak Bicara soal PT 5 Persen dan Syarat Capres Diusung 2 Parpol
Indonesia
Men-HAM Pigai Bongkar Sosok 'Pakar' Eks Menteri yang Disentil Prabowo, Ini Ciri-Cirinya!
Kritik Presiden Prabowo ditujukan kepada untuk oknum 'pakar' eks Menteri merangkap buzzer dan partisan politik, bukan ilmuwan murni. Cek detailnya!
Wisnu Cipto - Selasa, 22 September 2026
Men-HAM Pigai Bongkar Sosok 'Pakar' Eks Menteri yang Disentil Prabowo, Ini Ciri-Cirinya!
Indonesia
Prabowo Minta Pendidikan hingga PTN Gratis, Mendiktisaintek Kaji Skema Pembiayaan
Presiden RI, Prabowo Subianto, meminta pendidikan hingga PTN digratiskan. Mendiktisaintek pun mulai mengkaji skema biayanya.
Soffi Amira - Senin, 21 September 2026
Prabowo Minta Pendidikan hingga PTN Gratis, Mendiktisaintek Kaji Skema Pembiayaan
Olahraga
Indonesia Koleksi 5 Medali di Hari Pertama Asian Games 2026, Masih Tunggu Emas
Indonesia mengoleksi lima emas di hari pertama Asian Games 2026. Emas menjadi target berikutnya.
Soffi Amira - Senin, 21 September 2026
Indonesia Koleksi 5 Medali di Hari Pertama Asian Games 2026, Masih Tunggu Emas
Indonesia
PDIP Buka Opsi Parliamentary Threshold 5-7 Persen untuk Efektivitas Kerja Parlemen
Penaikan PT diperlukan untuk mendorong efektivitas kerja parlemen.
Dwi Astarini - Minggu, 20 September 2026
PDIP Buka Opsi Parliamentary Threshold 5-7 Persen untuk Efektivitas Kerja Parlemen
Bagikan