Merahputih.com - Pengamat Intelijen dan Keamanan, Stanislaus Riyanta menilai, rencana kepulangan Imam Besar Front Pembela Islam (FPI), Rizieq Shihab tak ada yang perlu menjadi atensi dari institusi keamanan negara.
“Tidak ada yang perlu dikhawatirkan terkait dengan kepulangan HRS ke tanah air,” katanya kepada wartawan yang dikutip, Jumat (6/11).
Baca Juga:
Agenda Utama Reuni 212: Pulangkan Habib Rizieq hingga Desak Proses Hukum Sukmawati
Kepulangan Rizieq adalah hal yang sangat wajar sebagai Warga Negara Indonesia (WNI) yang tengah berada di luar negeri.
“Hak setiap warga negara Indonesia yang berada di negara lain untuk pulang ke tanah air, selama sesuai prosedur dan tidak ada hambatan,” kata Stanislaus
Ia juga menilai kehadiran Rizieq kembali ke Indonesia setelah beberapa tahun stay di Arab Saudi tidak ada yang istimewa.
Sama seperti orang-orang Indonesia yang juga usai bepergian ke Arab Saudi atau negara-negara lainnya. “Kepulangan HRS adalah hal yang normatif,” ujarnya.
Baca Juga:
Eks Menteri Gus Dur Anggap Reuni 212 Cuma Alat Memelihara Massa Habib Rizieq
Kemudian, analis keamanan yang merupakan lulusan S2 Sekolah Kajian Stratejik dan Global Universitas Indonesia (UI) itu memandang bahwa sebetulnya sosok suami Syarifah Fadhlun bin Yahya itu sudah sangat kuat, sehingga penyambutan yang rencananya akan digelar secara besar-besaran oleh para simpatisannya juga terkesan wajar saja.
“Bagi para pendukung dan yang bersimpati dengan HRS (Habib Rizieq Shihab) juga sangat wajar jika melakukan penyambutan mengingat pengaruh HRS yang cukup kuat,” terangnya. (Knu)