Pengamat Nilai Pemerintah Kurang Cekatan Tutup Penerbangan Indonesia-Tiongkok

Angga Yudha PratamaAngga Yudha Pratama - Rabu, 05 Februari 2020
Pengamat Nilai Pemerintah Kurang Cekatan Tutup Penerbangan Indonesia-Tiongkok

Unair-Kobe University temukan alat pendeteksi virus corona (Ant)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

Merahputih.com - Pengamat politik Jerry Massie menyayangkan langkah lamban Kemenhub yang terlambat menutup penerbangan Indonesia ke kawasan Tiongkok.

Direktur Eksekutif Political and Public Policy Studies itu mengusulkan, untuk mengantisipasi tutup jalur penerbangan ke Wuhan. Kemenlu juga perlu mengecek keselamatan warga Indonesia khususnya mahasiswa yang saat ini tinggal di Wuhan.

"Jadi harus ada info lisan dan tulisan. Gunakan sosmed, televisi, Radio, media online sampai imbauan ke masyarakat melalui pengeras suara," kata Jerry kepada wartawan, Rabu (5/3).

Baca juga:

Tak Sembarang Masker Bisa Cegah Penularan Virus Corona!

Satu-satunya cara mengantisipasi virus corona adalah menutup jalur penerbangan ke Wuhan.

"Kemenlu juga perlu mengecek keselamatan warga Indonesia khususnya mahasiswa yang saat ini tinggal di Wuhan,” paparnya.

Jerry juga meminta pemerintah mencanangkan status tanggap darurat virus corona yang berasal dari Tiongkok, karena telah mengancam sebagian negara di dunia.

Tujuannya, untuk mencegah penyebaran virus menjadi epidemi baru di Indonesia.

“Virus ini menjadi ancaman bagi Indonesia. Setidaknya untuk mencegah penyebarannya maka perlu dilakukan langkah preventif atau pencegahan," ujar dia.

Virus corona lebih cenderung menyerang pria (Foto: Vermont Public Radio)
Warga Tiongkok memakai masket antisipasi Corona (Foto: Vermont Public Radio)

Menurut Jerry, di Jepang semua toko-toko melarang turis Tiongkok berbelanja, di Korea Utara penerbangan dari Tiongkok ke Korea Utara ditutup.

Alasannya, wisatawan Tiongkok datang ke Indonesia pada tahun 2019 menurut BPS mencapai 176,334 ribu orang naik 73,01 persen.

"Bagi saya ini langkah antisipatif yang jitu. Sampai Minggu, virus ini dilaporkan sudah menyebar ke sepuluh negara bahkan sampai ke Perancis dan Amerika Serikat (AS)," tuturnya.

Baca juga:

Pengamat Intelijen: Virus Corona Kemungkinan Hasil Rekayasa

Di Tiongkok saja, kata dia, sudah 80 orang meninggal dan 1610 sudah terkena virus tersebut.

"Kalau perlu pemerintah setidaknya mencanangkan status tanggap darurat bukan hanya bencana alam. Lantaran ini termasuk epidemi mematikan," ujar Jerry. (Knu)

#Virus Corona #Pasien Corona #Penyakit Corona
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Angga Yudha Pratama

Seorang jurnalis profesional, reporter senior, editor berita, dan asisten redaktur yang telah berkarya di industri media online nasional selama lebih dari satu dekade. Selalu mengedepankan akurasi, objektivitas, dan kualitas informasi dalam setiap karyanya berbekal dari pengalaman langsung bertahun-tahun melakukan peliputan di lapangan, penulisan berita, penyuntingan artikel, hingga pengelolaan konten digital. Keahlian tersebut membuat pemahaman secara menyeluruh proses produksi konten digital modern, mulai dari pencarian data, wawancara narasumber, verifikasi fakta, penulisan artikel, optimasi SEO, editing naskah, hingga publikasi berita sesuai kode etik jurnalistik. Lebih spesifik, pemahaman mengenai strategi optimasi SEO dan Digital Content untuk mesin pencari juga menjadi fokus saat ini di tengah disrupsi media. Keahlian itu meliputi SEO writing, content writing, copywriting, keyword research, semantic SEO, search intent, on page SEO, optimasi, artikel google, struktur heading SEO, evergreen content, optimasi readability, meta description hingga internal linking.
Show More
Follow Me

Berita Terkait

Dunia
Ilmuwan China Temukan Virus Corona Kelelawar Baru yang Sama dengan COVID-19, Disebut Dapat Menular ke Manusia Lewat
Virus baru ini berasal dari subgenus merbecovirus, yang juga termasuk virus penyebab Middle East Respiratory Syndrome (MERS).
Dwi Astarini - Jumat, 21 Februari 2025
 Ilmuwan China Temukan Virus Corona Kelelawar Baru yang Sama dengan COVID-19, Disebut Dapat Menular ke Manusia Lewat
Bagikan