Merahputih.com - Pengamat Intelijen dan Keamanan Stanislaus Riyanta menilai, peluang calon Kapolri atau Tri Brata 1 (TB1) bakal diperebutkan para jenderal bintang tiga.
"Bintang dua naik menjadi Kapolri tidak mungkin," kata Stanislaus, kepada wartawan, Jumat (8/1).
Baca Juga:
Jokowi Dinilai Bakal Pakai Faktor 'Kedekatan' Tunjuk Calon Kapolri Pengganti Idham Azis
Mereka Para bintang tiga yang memiliki peluang yang cukup kuat, seperti Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) Boy Rafli Amar. Apalagi, Boy Rafli secara track record juga terbilang cukup bagus dalam tubuh Polri.
"Komjen Boy netral tidak masuk ke dalam ‘geng-gengan’ internal Polri, dan relatif bisa diterima semua," katanya.
Selain itu, masa jabatannya cukup layak karena masih 3 tahun lagi bagi Boy yang Maret ini berusia 56 tahun, dan berbagai persyaratan menjadi Kapolri sudah dipenuhi.
Nilai tambah bagi Komjen Boy adalah pernah menjadi Humas Polri. "Saat ini Polri cukup perlu komunikasi publik yang intens karena berhadapan dengan kelompok masa dengan propaganda kuat." jelasnya.
Baca Juga:
Jenderal Bintang Dua Berpeluang Gantikan Posisi Jenderal Idham Azis
Presiden Jokowi diyakini telah mengantongi satu nama calon kapolri pilihannya. Hanya, Jokowi masih enggan membuka nama yang dipilihnya itu ke publik. (Knu)