Home Leaderboard 1
Home Leaderboard 1

Pengamat Hingga Politisi Jangan Cari Panggung di Tengah Pagebluk COVID-19

Angga Yudha PratamaAngga Yudha Pratama - Selasa, 31 Maret 2020
Pengamat Hingga Politisi Jangan Cari Panggung di Tengah Pagebluk COVID-19

Gubernur Bali Wayan Koster saat diwawancarai salah satu televisi swasta lokal di Denpasar. ANTARA/ Dok Pemprov Bali/2020

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

Merahputih.com - Tokoh masyarakat, pengamat dan politisi diminta untuk tidak mencari panggung politik dan hanya menyalahkan pemerintah di tengah kondisi pandemi COVID-19.

"Jangan dalam situasi ini mencari panggung, mengambil kesempatan di tengah orang-orang lagi bekerja keras secara bersama-sama, secara bergotong-royong untuk menghadapi COVID-19. Jangan malah ngomong seenaknya, menyerang-nyerang pemerintah, menyudutkan pemerintah, menyalahkan pemerintah, yang menurut saya sangat tidak arif dan tidak bijak," kata Gubernur Bali Wayan Koster, Senin (31/3).

Baca Juga

Pengamat Intelijen: Darurat Sipil Berpotensi Munculkan Kebijakan Otoriter

Dalam kondisi seperti ini seharusnya semua pihak melakukan sesuatu yang konkret dan membantu secara nyata yang bisa dilakukan, serta jangan mengeluarkan sesuatu yang tidak bermanfaat bahkan kontraproduktif.

"COVID-19 ini masalah besar yang kita hadapi, tidak saja tanggung jawab pemerintah, tetapi tanggung jawab bersama. Jangan malah cari panggung politik. Nanti dalam pilkada bulan September 2020 kalau jadi, atau Pemilu 2024 nanti keluarkankanlah jurusnya, saya hadapi. Saya sebagai gubernur dan ketua partai tentu akan menghadapi," ucap pria yang juga Ketua DPD PDI Perjuangan Provinsi Bali itu.

Namun, sekarang yang lebih penting itu harus dengan niat dan perilaku nyata dengan bergotong royong ikut menangani persoalan wabah COVID-19.

"Jangan nyinyir, apalagi menyalahkan orang. Sementara yang menyalahkan dengan diam di tempat. Apalagi mengatakan pemerintah 'gabeng', gubernur kurang tegas dan kurang berani. Kalau melihat apa yang sudah saya lakukan, kurang berani apalagi saya sebagai gubernur," ucapnya.

Gubernur Bali Wayan Koster (Foto: antaranews)

Dia mengklaim bahwa Bali yang paling pertama telah membentuk Satgas Penanggulangan COVID-19, dan bahkan mendahului pemerinatah pusat. Demikian juga untuk penentuan Siaga Darurat, juga Provinsi Bali yang paling pertama dibandingkan daerah lain di Tanah Air.

Koster mengatakan terkait sejumlah masukan yang tertuju padanya mengenai upaya penanganan COVID-19, diakuinya tidak semua bisa dijalankan karena tidak semua kewenangan ada pada gubernur.

"Jangan lupa kita adalah NKRI, saya ini gubernur, di atasnya ada Presiden. Ada kebijakan yang menjadi level Presiden, baru kemudian bisa dijalankan oleh kepala daerah di bawahnya," ujar gubernur asal Desa Sembiran, Kabupaten Buleleng itu.

Koster mengajak bersatu padu dan bahu-membahu seluruh lembaga, baik itu pemerintah pusat, provinsi, kabupaten/kota, lembaga keagamaan dan majelis, dan tokoh masyarakat dalam menghadapi pandemi COVID-19.

Baca Juga

Darurat Sipil Tak Jamin Pemenuhan Kebutuhan Dasar, Pengamat: Rakyat Makin Ketakutan

Di sisi lain, sebagaimana dikutip Antara, terkait jumlah kasus positif COVID-19 di Bali hingga saat ini ada 10 orang (5 WNA dan 5 WNI). Satu dari 10 kasus positif tersebut sudah sembuh dan dua WNA meninggal dunia.

Sedangkan mereka yang berstatus pasien dalam pengawasan (PDP) COVID-19 di Pulau Dewata hingga saat ini secara kumulatif berjumlah 141 orang. Dari hasil pemeriksaan sampel swab, sebanyak 90 orang hasilnya negatif dan 10 positif, serta 41 orang masih menjalani perawatan di RSUP Sanglah dan sejumlah RS daerah di kabupaten/kota di Bali. (*)

#Virus Corona #Pasien Corona #Penyakit Corona
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Angga Yudha Pratama

Seorang jurnalis profesional, reporter senior, editor berita, dan asisten redaktur yang telah berkarya di industri media online nasional selama lebih dari satu dekade. Selalu mengedepankan akurasi, objektivitas, dan kualitas informasi dalam setiap karyanya berbekal dari pengalaman langsung bertahun-tahun melakukan peliputan di lapangan, penulisan berita, penyuntingan artikel, hingga pengelolaan konten digital. Keahlian tersebut membuat pemahaman secara menyeluruh proses produksi konten digital modern, mulai dari pencarian data, wawancara narasumber, verifikasi fakta, penulisan artikel, optimasi SEO, editing naskah, hingga publikasi berita sesuai kode etik jurnalistik. Lebih spesifik, pemahaman mengenai strategi optimasi SEO dan Digital Content untuk mesin pencari juga menjadi fokus saat ini di tengah disrupsi media. Keahlian itu meliputi SEO writing, content writing, copywriting, keyword research, semantic SEO, search intent, on page SEO, optimasi, artikel google, struktur heading SEO, evergreen content, optimasi readability, meta description hingga internal linking.
Show More
Follow Me

Berita Terkait

Dunia
Ilmuwan China Temukan Virus Corona Kelelawar Baru yang Sama dengan COVID-19, Disebut Dapat Menular ke Manusia Lewat
Virus baru ini berasal dari subgenus merbecovirus, yang juga termasuk virus penyebab Middle East Respiratory Syndrome (MERS).
Dwi Astarini - Jumat, 21 Februari 2025
 Ilmuwan China Temukan Virus Corona Kelelawar Baru yang Sama dengan COVID-19, Disebut Dapat Menular ke Manusia Lewat
Bagikan