Pengadilan Setuju Riot Games Bayar Rp1,4 Triliun akibat Diskriminasi Gender

Andrew FrancoisAndrew Francois - Minggu, 24 Juli 2022
Pengadilan Setuju Riot Games Bayar Rp1,4 Triliun akibat Diskriminasi Gender

Denda Rp 1,4 triliun akan dibayarkan ke karyawan dan mantan karyawan wanita. (Foto: Riot Games)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

GUGATAN diskriminasi gender di California pada 2018 terhadap pengembang League of Legends, Riot Games, telah memakan banyak waktu yang membuat frustrasi penggugat dan tergugat.

Sebelumnya tergugat mengajukan biaya penyelesaian senilai USD 10 juta (Rp 140 miliar) namun ditolak oleh Departemen Keadilan Ketenagakerjaan dan Perumahan California.

Penyelesaian federal dengan Activision itu sempat mengancam akan menggagalkan gugatan terhadap Riot Games, dan masih ada lebih banyak hambatan yang mewarnai proses gugatan tersebut.

Namun kini nampaknya upaya untuk gugatan itu hampir berakhir, sebab pengajuan penyelesaian senilai USD 100 juta (Rp 1,4 triliun) telah disetujui oleh pengadilan California.

Baca juga:

Riot Games Membuka Kantor Cabang Pertamanya di Indonesia

Pengadilan setujui usulan biaya penyelesaian Riot Games. (Foto: Unsplash/Tingey Injury Law Firm)

Seperti dilaporkan Gamerant, pengadilan California telah menyetujui penyelesaian yang akan memberikan hadiah USD 100 juta (Rp 1,4 triliun) kepada perempuan yang bekerja atau pernah bekerja di Riot Games antara November 2014 hingga Desember 2021.

Penyelesaian tersebut merupakan hasil dari gugatan diskriminasi gender terhadap Riot Games yang menyatakan bahwa perusahaan menolak memberi gaji yang sama dan menghambat karier perempuan yang bekerja di studio pengembang game itu.

Memang masih belum jelas apa langkah berikutnya dari proses gugatan itu, meski telah dicatat bahwa perempuan di Riot Games akan mulai menerima pemberitahuan terkait penyelesaian gugatan pada bulan Agustus dan akan memiliki waktu hingga Oktober untuk memilih keluar.

Itu mungkin menyiratkan bahwa tuntutan hukum lebih lanjut dapat menyusul, jika karyawan atau mantan karyawan perempuan tertentu merasa penyelesaiannya masih belum sesuai.

Baca juga:

Direktur Game Valorant, Joe Zigler Keluar dari Riot Games

Ada ketimpangan gaji karyawan pria dan wanita di Riot Games. (Foto: Unsplash/Saúl Bucio)

Aspek lain dari penyelesaian di luar USD 100 juta adalah bahwa Riot telah menyetujui untuk diadakannya pengawasan independen di dalam perusahaan.

Pengawasan akan berlangsung selama tiga tahun dan akan melibatkan evaluasi keluhan sumber daya manusia di perusahaan, serta keseimbangan gaji yang adil antara jenis kelamin karyawan.

Badan pengawas nantinya tentu akan memerlukan persetujuan dari Riot dan Departemen Pekerjaan dan Perumahan yang Adil di California. Setiap perubahan yang direkomendasikan oleh badan pengawas akan diberlakukan oleh hakim California Elihu M. Berle. (waf)

Baca juga:

Riot Games Rencanakan League of Legends Cinematic Universe

#Game
Bagikan
Ditulis Oleh

Andrew Francois

I write everything about cars, bikes, MotoGP, Formula 1, tech, games, and lifestyle.

Berita Terkait

Fun
10 Tips Penting Game TheoTown agar Kota Cepat Maju, 100 Persen Efektif!
Panduan TheoTown pemula untuk membangun kota stabil dan cepat berkembang, mulai dari jalan, listrik, pajak, hingga dense zone.
ImanK - Minggu, 11 Januari 2026
10 Tips Penting Game TheoTown agar Kota Cepat Maju, 100 Persen Efektif!
Indonesia
Interaksi Sosial di Platform Gim Daring Jadi Wadah Sebarkan Paham Radikalisme
BNPT mencatat sepanjang tahun 2025 terdapat sekitar 112 anak di 26 provinsi yang teridentifikasi terpapar paham radikalisme melalui ruang digital, baik melalui media sosial maupun gim daring.
Alwan Ridha Ramdani - Kamis, 08 Januari 2026
Interaksi Sosial di Platform Gim Daring Jadi Wadah Sebarkan Paham Radikalisme
ShowBiz
Simu Liu Jadi Bintang Utama Film Adaptasi Game 'Sleeping Dogs', Disutradarai Timo Tjahjanto
Simu Liu resmi membintangi film adaptasi game 'Sleeping Dogs' yang disutradarai Timo Tjahjanto. Kisah polisi undercover lawan Triad siap ke layar lebar.
Ananda Dimas Prasetya - Rabu, 31 Desember 2025
Simu Liu Jadi Bintang Utama Film Adaptasi Game 'Sleeping Dogs', Disutradarai Timo Tjahjanto
Indonesia
BNPT Pantau Roblox, Takut Jadi Media Penyebaran Radikalisasi Pada Anak
Pemilik platform permainan daring dituntut untuk memberikan verifikasi dan keamanan terhadap siapa yang mengakses.
Alwan Ridha Ramdani - Rabu, 31 Desember 2025
BNPT Pantau Roblox, Takut Jadi Media Penyebaran Radikalisasi Pada Anak
Lifestyle
Film Adaptasi Gim Sleeping Dogs, Bakal Disutradarai Timo Tjahjanto
Gim ini menarik karena adegan pertarungan tangan kosong dan juga senjata apinya.
Alwan Ridha Ramdani - Selasa, 30 Desember 2025
Film Adaptasi Gim Sleeping Dogs, Bakal Disutradarai Timo Tjahjanto
Fun
Trailer Film Live-Action 'Street Fighter' Rilis, Ini Deretan Aktor-Aktris Pemeran Ryu Dkk
Film Live-Action terbaru “Street Fighter” akan tayang di bioskop pada 16 Oktober 2026
Wisnu Cipto - Minggu, 14 Desember 2025
Trailer Film Live-Action 'Street Fighter' Rilis, Ini Deretan Aktor-Aktris Pemeran Ryu Dkk
ShowBiz
Trailer Perdana Film Live-Action 'Street Fighter' Dirilis, Siap Suguhkan Aksi Laga Intens
Trailer perdana film Street Fighter dirilis di The Game Awards, menampilkan aksi Ryu dan Ken menuju Turnamen World Warrior. Tayang 2026.
Ananda Dimas Prasetya - Sabtu, 13 Desember 2025
Trailer Perdana Film Live-Action 'Street Fighter' Dirilis, Siap Suguhkan Aksi Laga Intens
Lifestyle
Timnas MLBB Indonesia Ukir Sejarah Peringkat 4 Dunia IESF WEC 2025, Langsung Fokus SEA Games Thailand
Ajang IESF WEC 2025 ini dinilai sangat strategis untuk mematangkan tim
Angga Yudha Pratama - Senin, 08 Desember 2025
Timnas MLBB Indonesia Ukir Sejarah Peringkat 4 Dunia IESF WEC 2025, Langsung Fokus SEA Games Thailand
Lifestyle
Indonesia Genggam Dunia Esports: MLBB Putri Pertahankan Tahta IESF WEC 2025, Win Rate 100 Persen Cuy
Timnas MLBB putri memulai turnamen IESF WEC 2025 dengan hasil meyakinkan
Angga Yudha Pratama - Minggu, 07 Desember 2025
Indonesia Genggam Dunia Esports: MLBB Putri Pertahankan Tahta IESF WEC 2025, Win Rate 100 Persen Cuy
Indonesia
Pakar Ungkap Dua Kunci Kerentanan Anak di Ruang Digital yang Bisa Dimanfaatkan Jaringan Terorisme
Proses perekrutan seringkali dimulai dari aktivitas permainan yang terkesan normal
Angga Yudha Pratama - Selasa, 25 November 2025
Pakar Ungkap Dua Kunci Kerentanan Anak di Ruang Digital yang Bisa Dimanfaatkan Jaringan Terorisme
Bagikan