Pengadilan Setuju Riot Games Bayar Rp1,4 Triliun akibat Diskriminasi Gender
Denda Rp 1,4 triliun akan dibayarkan ke karyawan dan mantan karyawan wanita. (Foto: Riot Games)
GUGATAN diskriminasi gender di California pada 2018 terhadap pengembang League of Legends, Riot Games, telah memakan banyak waktu yang membuat frustrasi penggugat dan tergugat.
Sebelumnya tergugat mengajukan biaya penyelesaian senilai USD 10 juta (Rp 140 miliar) namun ditolak oleh Departemen Keadilan Ketenagakerjaan dan Perumahan California.
Penyelesaian federal dengan Activision itu sempat mengancam akan menggagalkan gugatan terhadap Riot Games, dan masih ada lebih banyak hambatan yang mewarnai proses gugatan tersebut.
Namun kini nampaknya upaya untuk gugatan itu hampir berakhir, sebab pengajuan penyelesaian senilai USD 100 juta (Rp 1,4 triliun) telah disetujui oleh pengadilan California.
Baca juga:
Riot Games Membuka Kantor Cabang Pertamanya di Indonesia
Seperti dilaporkan Gamerant, pengadilan California telah menyetujui penyelesaian yang akan memberikan hadiah USD 100 juta (Rp 1,4 triliun) kepada perempuan yang bekerja atau pernah bekerja di Riot Games antara November 2014 hingga Desember 2021.
Penyelesaian tersebut merupakan hasil dari gugatan diskriminasi gender terhadap Riot Games yang menyatakan bahwa perusahaan menolak memberi gaji yang sama dan menghambat karier perempuan yang bekerja di studio pengembang game itu.
Memang masih belum jelas apa langkah berikutnya dari proses gugatan itu, meski telah dicatat bahwa perempuan di Riot Games akan mulai menerima pemberitahuan terkait penyelesaian gugatan pada bulan Agustus dan akan memiliki waktu hingga Oktober untuk memilih keluar.
Itu mungkin menyiratkan bahwa tuntutan hukum lebih lanjut dapat menyusul, jika karyawan atau mantan karyawan perempuan tertentu merasa penyelesaiannya masih belum sesuai.
Baca juga:
Direktur Game Valorant, Joe Zigler Keluar dari Riot Games
Aspek lain dari penyelesaian di luar USD 100 juta adalah bahwa Riot telah menyetujui untuk diadakannya pengawasan independen di dalam perusahaan.
Pengawasan akan berlangsung selama tiga tahun dan akan melibatkan evaluasi keluhan sumber daya manusia di perusahaan, serta keseimbangan gaji yang adil antara jenis kelamin karyawan.
Badan pengawas nantinya tentu akan memerlukan persetujuan dari Riot dan Departemen Pekerjaan dan Perumahan yang Adil di California. Setiap perubahan yang direkomendasikan oleh badan pengawas akan diberlakukan oleh hakim California Elihu M. Berle. (waf)
Baca juga:
Riot Games Rencanakan League of Legends Cinematic Universe
Bagikan
Andrew Francois
Berita Terkait
10 Tips Penting Game TheoTown agar Kota Cepat Maju, 100 Persen Efektif!
Interaksi Sosial di Platform Gim Daring Jadi Wadah Sebarkan Paham Radikalisme
Simu Liu Jadi Bintang Utama Film Adaptasi Game 'Sleeping Dogs', Disutradarai Timo Tjahjanto
BNPT Pantau Roblox, Takut Jadi Media Penyebaran Radikalisasi Pada Anak
Film Adaptasi Gim Sleeping Dogs, Bakal Disutradarai Timo Tjahjanto
Trailer Film Live-Action 'Street Fighter' Rilis, Ini Deretan Aktor-Aktris Pemeran Ryu Dkk
Trailer Perdana Film Live-Action 'Street Fighter' Dirilis, Siap Suguhkan Aksi Laga Intens
Timnas MLBB Indonesia Ukir Sejarah Peringkat 4 Dunia IESF WEC 2025, Langsung Fokus SEA Games Thailand
Indonesia Genggam Dunia Esports: MLBB Putri Pertahankan Tahta IESF WEC 2025, Win Rate 100 Persen Cuy
Pakar Ungkap Dua Kunci Kerentanan Anak di Ruang Digital yang Bisa Dimanfaatkan Jaringan Terorisme