Pencinta Kopi Merapat, ILAC 2021 Siap Digelar

Raden Yusuf NayamenggalaRaden Yusuf Nayamenggala - Jumat, 26 Februari 2021
Pencinta Kopi Merapat, ILAC 2021 Siap Digelar

Mengulas Kompetisi Latte Art pada talkshow 'Road To ILAC 2021: Sharing Session' (Foto: Mp/Raden Yusuf Nayamenggala)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

Indonesia Latte Art Championship (ILAC) 2021 siap digelar akhir Maret tahun ini meski tahun lalu ditunda karena pandemi. Kegiatan tersebut akan berlansung di kawasan Jakarta Selatan.

Sylvia Feranisa selaku Kompartemen Edukasi bagian Juri di SPECIALITY Coffee Association of Indonesia (SCAI), mengatakan bagian kompetisi Indonesia Coffee Events (ICE) itu akan digelar pada 23-25 Maret 2021.

Baca Juga:

Seni dalam Secangkir Kopi, Buat 'Latte Art' ala Barista dengan Tips Mudah Ini

ILAC tahun ini diadakan cukup berbeda dari tahun-tahun sebelumnya. Seluruh kegiatan menyesuaikan situasi pandemi COVID-19 dengan menerapkan protokol kesehatan.

"Nanti kita adain acara enggak ada penonton, tidak terbuka untuk umum, jadi untuk yang berkepentingan aja yang masuk di area venue acara," tutur Sylvia pada talkshow bertajuk 'Road To ILAC 2021: Sharing Session' di So So Good Coffee Company, Jakarta, Kamis (25/2).

Para pembicara membagikan informasi dan pengalaman seputar event Latte Art. (Foto: Mp/Raden Yusuf Nayamenggala)

Baca juga:

Kepribadian Seseorang Dapat Dilihat Dari Jenis Kopi yang Diminum

Untuk pencinta kopi yang ingin menyaksikan keseruan kompetisi ini tidak perlu khawatir. Meskipun kamu tidak bisa menyaksikan langsung, seluruh rangkaian kompetisi dapat kamu saksikan secara daring. "Nanti kita akan ada live dari channelnya merahputih dan ada live streaming juga," tambahnya.

Sebanyak 28 peserta dari berbagai wilayah Indonesia akan bersaing pada ILAC 2021. Mereka merupakan peserta yang sudah mendaftar tahun lalu. Boleh dibilang, para peserta tersebut tetap antusias walau pandemi masih melanda Indonesia.

Ada beberapa regulasi dan peraturan yang harus diperhatikan oleh para peserta kompetisi. (Foto: pixabay/0102oxy)

Setiap peserta Latte Art harus mengikuti peraturan dan regulasi ILAC, yang mengacu pada peraturan World Latte Art Championship. Mereka akan menghadapi tiga babak, yakni preliminary, semi final, dan final. Pada setiap babaknya, ada beberapa bagian penilaian seperti free pour, art bar, hingga stage performance.

Kemampuan peserta akan dinilai oleh tiga juri, Head Judge, Visual Judge dan Technical Judge. Para peserta akan dinilai secara keseluruhan dari mulai hasil latte art yang digambar, teknik yang digunakan, kerapian, hingga kebersihan. Mereka bebas membuat gambar apapun. (ryn)

Baca juga:

Canda, Tawa, Hingga Cinta dari Secangkir Kopi

#Kompetisi Kopi #Kopi #Latte Art Competition
Bagikan
Ditulis Oleh

Raden Yusuf Nayamenggala

I'm not perfect but special

Berita Terkait

Berita
Dari Secangkir Kopi ke Komunitas: Expat. Roasters Ekspansi ke BSD dengan Pengalaman Unik
Expat. Roasters resmi membuka gerai di AEON Mall BSD Tangerang. Hadirkan pengalaman coffee sensory, kelas edukasi kopi, dan lebih dari 12 origin kopi Nusantara.
Ananda Dimas Prasetya - Sabtu, 11 April 2026
Dari Secangkir Kopi ke Komunitas: Expat. Roasters Ekspansi ke BSD dengan Pengalaman Unik
Fun
Sambut Hari Kartini, Roemah Koffie Angkat Peran Barista Perempuan Lewat 'Women of Purposeful Light'
Roemah Koffie merayakan Hari Kartini lewat kampanye 'Women of Purposeful Light' dengan menghadirkan kreasi kopi dari barista perempuan sebagai simbol inspirasi.
Ananda Dimas Prasetya - Jumat, 10 April 2026
Sambut Hari Kartini, Roemah Koffie Angkat Peran Barista Perempuan Lewat 'Women of Purposeful Light'
Fun
Sambut Hari Kartini, Roemah Koffie Beri Akses Belajar Kopi untuk Perempuan
Roemah Koffie Academy hadirkan program edukasi kopi untuk perempuan dengan diskon 21% selama April dalam rangka Hari Kartini.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 09 April 2026
Sambut Hari Kartini, Roemah Koffie Beri Akses Belajar Kopi untuk Perempuan
Fun
Jejak Kopi Tertua di Semarang, Warisan Rasa Sejak 1915
Bekas pabrik kopi legendaris Koffie Branderij Margo Redjo, yang berdiri sejak 1915, tetap hidup dan kini menjelma sebagai Dharma Boutique Roastery.
Wisnu Cipto - Minggu, 22 Maret 2026
Jejak Kopi Tertua di Semarang, Warisan Rasa Sejak 1915
Indonesia
Prabowo Heran Kopi Indonesia Terbaik Tapi Masih Impor, Pabrik Pohon Industri Jadi Solusi
Presiden Prabowo Subianto menyoroti tata kelola komoditas strategis Indonesia seperti kopi dan cokelat yang dinilai memiliki kualitas terbaik di dunia.
Wisnu Cipto - Jumat, 20 Maret 2026
Prabowo Heran Kopi Indonesia Terbaik Tapi Masih Impor, Pabrik Pohon Industri Jadi Solusi
Indonesia
12 Ribu Hektare Lahan Kopi di Aceh Tengah Rusak Akibat Banjir
Kopi arabika merupakan komoditas unggulan asal Kabupaten Aceh Tengah yang telah mendunia dan menjadi penghasilan utama masyarakat di dataran tinggi Gayo itu.
Alwan Ridha Ramdani - Minggu, 11 Januari 2026
12 Ribu Hektare Lahan Kopi di Aceh Tengah Rusak Akibat Banjir
Lifestyle
Roemah Koffie Perkenalkan ‘Anak Daro’, Hampers Kopi Eksklusif Pembawa Cerita Minangkabau ke Dunia
Roemah Koffie memperkenalkan Anak Daro di Jacoweek 2025, Jumat (31/10). Hampers kopi ini membawa cerita Minangkabau.
Soffi Amira - Jumat, 31 Oktober 2025
Roemah Koffie Perkenalkan ‘Anak Daro’, Hampers Kopi Eksklusif Pembawa Cerita Minangkabau ke Dunia
Fun
Roemah Koffie Ramaikan Jakarta Coffee Week 2025, Angkat Kopi Nusantara lewat Latte Art Competition
Roemah Koffie kembali tampil di Jakarta Coffee Week 2025 di ICE BSD City, usung kompetisi Latte Art bertaraf global untuk majukan kopi Nusantara.
Ananda Dimas Prasetya - Rabu, 29 Oktober 2025
Roemah Koffie Ramaikan Jakarta Coffee Week 2025, Angkat Kopi Nusantara lewat Latte Art Competition
Kuliner
Jakarta Coffe Week 2025 'A Decade of Passion' Siap Digelar 31 Oktober - 2 November, Etalase Kopi Tanah Air
Tahun ini, Jakarta Coffe Week memasuki usia satu dekade, menunjukkan aksi progresif.
Dwi Astarini - Selasa, 28 Oktober 2025
Jakarta Coffe Week 2025 'A Decade of Passion' Siap Digelar 31 Oktober - 2 November, Etalase Kopi Tanah Air
Lifestyle
Pemanasan Global Ancam Stok Kopi, Picu Kenaikan Harga
Banyak petani kopi yang mengeluhkan aktivitas pertanian kopi tak produktif lantaran menurunnya jumlah produksi biji kopi.
Dwi Astarini - Senin, 13 Oktober 2025
Pemanasan Global Ancam Stok Kopi, Picu Kenaikan Harga
Bagikan