Penanganan COVID-19 Sektor Hulu Masih Perlu Perbaikan

Alwan Ridha RamdaniAlwan Ridha Ramdani - Senin, 23 Agustus 2021
Penanganan COVID-19 Sektor Hulu Masih Perlu Perbaikan

Vaksinasi COVID-19. (Foto: Sekretariat Presiden))

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.com - Pemerintah harus segera memperbaiki penanganan sektor hulu pengendalian COVID-19 untuk menekan jumlah kasus kematian akibat virus yang menyerang saluran pernapasan tersebut.

"Sejumlah indikator pengendalian COVID-19 membaik cukup signifikan. Namun, angka kematian akibat penyakit ini secara nasional belum juga bisa ditekan hingga di bawah 1.000 kasus," kata Wakil Ketua MPR RI Lestari Moerdijat di Jakarta, Minggu (22/8).

Baca Juga:

PPKM bakal Dilonggarkan, Kapolri Ajak Masyarakat Kerjasama Tangani COVID-19

Politisi NasDem tersebut, mendesak perbaikan penanganan COVID-19 di sektor hulu secara masif perlu terus dilakukan dan ditingkatkan.

Lestari berharap, para pemangku kepentingan segera melakukan perbaikan dan upaya-upaya pengendalian di sektor hulu secara masif dan terukur.

Rerie, sapaan akrabnya, menduga masih banyak masyarakat di berbagai daerah belum memahami bahaya dari COVID-19. Hal itu berdasarkan upaya edukasi bagi masyarakat yang kurang maksimal.

Faktanya, ujar dia, banyak pasien yang datang ke fasilitas kesehatan dalam kondisi sudah parah akibat terlambat terdeteksi COVID-19 sehingga menambah jumlah kasus kematian.

Bila masyarakat paham tentang COVID-19, dua upaya pencegahan yaitu pemeriksaan dini jika mengalami gejala ringan dan vaksinasi yang telah dilakukan tentunya terealisasi dengan maksimal.

Terkait distribusi vaksin, Rerie juga menegaskan agar penyaluran dari pemerintah pusat ke sejumlah daerah lebih ditingkatkan sesuai kebutuhan setiap. Tujuannya agar kekebalan komunitas segera tercapai sebagai bagian dari strategi pencegahan COVID-19.

Wakil Ketua MPR Lestari Moerdijat. (Foto: Dok. Pribadi)
Wakil Ketua MPR Lestari Moerdijat. (Foto: Dok. Pribadi)

Melalui kombinasi masyarakat lewat upaya pencegahan di hulu dan penanganan COVID-19 di hilir oleh para pemangku kepentingan yang baik, Rerie percaya COVID-19 di Tanah Air segera bisa diatasi sesuai rencana.

Berdasarkan data Kementerian Kesehatan, kasus harian COVID-19 di Indonesia pada Sabtu (21/8) terjadi penambahan 16.744 kasus. Kendati demikian, kasus positif mengalami penurunan cukup signifikan dibanding Jumat (20/8) yakni 20.004 kasus.

Untuk jumlah tes yang dilakukan pada Sabtu (21/8) yakni 116.306 orang dengan positivity rate harian mencapai 14,40 persen. Kemudian, untuk kasus kematian pada Sabtu (21/8) mengalami kenaikan sebanyak 1.361 orang. Padahal, sehari sebelumnya kasus kematian akibat COVID-19 tercatat 1.348 orang. (Pon)

Baca Juga:

PPKM Buat Angka COVID-19 Menurun

#PPKM Level 1-4 #COVID-19 #Vaksin Covid-19 #MPR RI
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Berita Terkait

Indonesia
MPR Desak Pemerintah dan Pertamina Percepat Penanganan Antrean BBM di Bali
Antrean panjang kendaraan yang ia saksikan secara langsung menunjukkan masyarakat tengah menghadapi kesulitan mendapatkan BBM.
Dwi Astarini - Sabtu, 17 Oktober 2026
MPR Desak Pemerintah dan Pertamina Percepat Penanganan Antrean BBM di Bali
Indonesia
Saksikan Langsung Antrean di SPBU, Wakil Ketua MPR Suarakan Keprihatinan Kelangkaan Bensin di Bali
Ia mengaku melihat kondisi itu setelah menghadiri kegiatan Bali Climate Week.
Dwi Astarini - Sabtu, 17 Oktober 2026
Saksikan Langsung Antrean di SPBU, Wakil Ketua MPR Suarakan Keprihatinan Kelangkaan Bensin di Bali
Olahraga
Aib Saat di Arsenal Terbongkar, Karier Kapten Timnas Swiss Granit Xhaka di Ujung Tanduk
Terjerat skandal sertifikat COVID-19 palsu, Kapten Swiss Granit Xhaka akui kesalahannya dan mundur dari Timnas. Simak kronologi dan ancaman hukumannya di sini!
Wisnu Cipto - Selasa, 22 September 2026
Aib Saat di Arsenal Terbongkar, Karier Kapten Timnas Swiss Granit Xhaka di Ujung Tanduk
Indonesia
Karhutla Mulai Masuk Kawasan Konservasi, Jadi Tantangan Serius
Tantangan serius terlebih karhutla berlangsung di tengah musim kemarau panjang yang membuat sumber air semakin sulit ditemukan.
Frengky Aruan - Sabtu, 29 Agustus 2026
Karhutla Mulai Masuk Kawasan Konservasi, Jadi Tantangan Serius
Berita
Demo Jakarta Hari Ini 27 Agustus: Cek Lokasi dan Jalan yang Berpotensi Macet
Demo Jakarta hari ini, Kamis 27 Agustus 2026, digelar di sekitar DPR/MPR. Simak lokasi demo dan ruas jalan yang berpotensi mengalami kepadatan.
ImanK - Kamis, 27 Agustus 2026
Demo Jakarta Hari Ini 27 Agustus: Cek Lokasi dan Jalan yang Berpotensi Macet
Berita Foto
Pidato Kenegaraan Presiden Prabowo Subianto dalam Sidang Tahunan MPR 2026
Presiden Prabowo Subianto menyampaikan pidato dalam Sidang Tahunan MPR RI Tahun 2026 di Gedung Nusantara, Kompleks Parlemen, Jakarta, Jumat (14/8/2026).
Didik Setiawan - Jumat, 14 Agustus 2026
Pidato Kenegaraan Presiden Prabowo Subianto dalam Sidang Tahunan MPR 2026
Indonesia
Ketua MPR Berpantun, Minta Masyarakat tak Saling Menghujat
Di akhir pidato, Muzani melemparkan tiga pantun yang membuat peserta riuh di dalam ruang sidang.
Dwi Astarini - Jumat, 14 Agustus 2026
Ketua MPR Berpantun, Minta Masyarakat tak Saling Menghujat
Indonesia
Pemerintah Akan Mulai Membangun 1.582 Kapal Ikan Modern Pada 2027
Prabowo menilai pembangunan Kampung Nelayan menjadi bagian penting untuk menjadikan laut sebagai sumber kemakmuran bagi nelayan Indonesia.
Alwan Ridha Ramdani - Jumat, 14 Agustus 2026
Pemerintah Akan Mulai Membangun 1.582 Kapal Ikan Modern Pada 2027
Indonesia
Ketua MPR Minta Ruang Publik Tidak Dipenuhi Bahasa Merendahkan Martabat Manusia
Demokrasi akan menjadi kuat jika kebebasan berbicara disertai tanggung jawab, jika kemerdekaan bicara disampaikan dengan argumentasi
Alwan Ridha Ramdani - Jumat, 14 Agustus 2026
Ketua MPR Minta Ruang Publik Tidak Dipenuhi Bahasa Merendahkan Martabat Manusia
Indonesia
Ketua MPR Serukan Penghentian Perang di Timur Tengah: Dunia Butuh Keberanian untuk Berdamai
Muzani menilai perdamaian membutuhkan keberanian untuk menahan diri.
Dwi Astarini - Jumat, 14 Agustus 2026
Ketua MPR Serukan Penghentian Perang di Timur Tengah: Dunia Butuh Keberanian untuk Berdamai
Bagikan