Pemkot Tangerang Minta Warga Terdampak Cuaca Ekstrem Hubungi 112
Ilustrasi hujan. (Foto: Antara)
MerahPutih.com - Pemerintah Kota Tangerang di Provinsi Banten melakukan langkah-langkah mitigasi guna mengantisipasi dampak kondisi cuaca ekstrem di wilayahnya.
Wali Kota Tangerang Arief R. Wismansyah mengatakan, Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang telah melakukan langkah-langkah untuk meminimalkan dampak kondisi cuaca ekstrem.
Baca Juga:
Antisipasi Cuaca Ekstrem di Jabodetabek, Polri Siagakan Pasukan SAR
Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang secara berkala membersihkan dan membenahi drainase, mengecek kondisi pompa air dan pintu air, memantau tinggi muka air embung dan situ, serta memantau prakiraan cuaca.
Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang juga telah membangun kisdam di titik-titik rawan.
Selain itu, Wali Kota menginstruksikan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang mengatur pembukaan Pintu Air Sarakan sedemikian rupa sehingga air Sungai Cirarab tidak meluap serta membuka pintu air yang ada di situ-situ, termasuk Situ Gede dan Cipondoh.
"Pintu Air Situ Cipondoh buka semua, flushing habis airnya sehingga bisa menampung air jika hujan lebat," katanya.
Ia mengingatkan warga untuk mewaspadai kemungkinan terjadi kondisi cuaca ekstrem serta menghubungi pusat panggilan 112 jika membutuhkan bantuan.
"Masyarakat diharap untuk tetap tenang, namun waspada terhadap kemungkinan yang bisa terjadi," katanya. (*)
Baca Juga:
Persiapkan Rumah Hadapi Cuaca Ekstrem
Bagikan
Alwan Ridha Ramdani
Berita Terkait
Prakiraan Cuaca Jakarta Senin 2 Februari: Hujan Merata Hingga Malam
Bahar bin Smith Tersangka Kasus Pemukulan Banser, Dijerat Pasal Berlapis
13 Ribu Kepala Keluarga Korban Banjir Dapat Bantuan Pangan Dinsos Kabupaten Tangerang
Jumat Siang Ini 50 RTdi Ibu Kota Masih Kebanjiran, 2 Jalan Tergenang
BMKG Ungkap Puncak Musim Hujan Jabodetabek, Warga Diminta Tetap Waspada
BMKG Keluarkan Peringatan Gelombang Tinggi di Perairan Sumatera Utara hingga 2,5 Meter
Pramono Tegaskan Modifikasi Cuaca Pakai Material Tidak Berbahaya
BMKG Catat Angin Kencang, Layanan Kapal Cepat Kepulauan Seribu Disetop Sementara
Gubernur Pramono Perpanjang Operasi Modifikasi Cuaca Hingga Awal Februari 2026
Gempa Bumi Magnitudo 4,5 Guncang Bantul Yogyakarta, Bikin Panik