Pemilih Tambahan Datangi TPS Beijing Jelang Penutupan
Antrian WNI untuk verifikasi Daftar Pemilih Tambahan (DPTb) dan Daftar Pemilih Khusus (DPK) di KBRI Beijing, China pada Rabu (14/2/2023) (ANTARA/Desca Lidya Natalia)
MerahPutih.com - Warga Negara Indonesia (WNI) yang masuk dalam Daftar Pemilih Tambahan (DPTb) dan Daftar Pemilih Khusus (DPK) hadir di TPS Beijing. Mereka memenuhi TPS yang berlokasi di KBRI Beijing tersebut dua jam sebelum penutupan.
Terpantau ada 90-an orang calon pemilih di halaman KBRI mulai pukul 16.30 waktu setempat. Mereka menanti Panitia Pemilihan Luar Negeri (PPLN) Beijing melakukan verifikasi bagi DPTb pada pukul 16.45. Sementara verifikasi untuk DPK dimulai setelah DPTb selesai melakukan verifikasi.
Baca Juga:
Perolehan Suara Prabowo-Gibran Unggul Sementara di TPS Tokyo
"Saya terlambat untuk mengurus data pemilih sehingga tidak masuk ke Daftar Pemilih Tetap (DPT), akhirnya masuk ke DPTb," kata Amanda, mahasiswi di Tsinghua University, seperti dilansir Antara, Rabu (14/2). Amanda tiba di Beijing sejak Oktober 2022.
Di lain hal, seorang pekerja kantoran bernama Ivan yang tiba di Beijing pada Januari 2023 mengaku tidak memiliki waktu untuk mengurus kepindahan. Alhasil, dia masuk ke DPK.
Pemilihan di dua TPS Beijing dilaksanakan pada Rabu, 14 Februari 2024 pukul 09.00-19.00 WIB. PPLN Beijing akan langsung melakukan penghitungan suara yang dimulai pukul 20.30 waktu setempat.
Data PPLN Beijing mencatat total DPT adalah 786 pemilih yang terdiri dari 294 pemilih laki-laki dan 492 pemilih perempuan. (ikh)
Baca Juga:
Di TPS Jokowi Memilih, Prabowo- Gibran Menangi Perolehan Suara
Bagikan
Berita Terkait
DKPP Ungkap 31 Perkara Politik Uang di Pemilu dan Pilkada 2024, Perlunya Sinergi Kuat dari Bawaslu hingga KPU
Surat Suara Bekas Pemilu 2024 Laku Dijual Rp 210 Juta dalam Lelang Daring
DKPP akan Luncurkan IKEPP 24 Oktober 2024
Artis Jadi Ketua Tim Sukses Pilkada Hanya Buat Naikkan Popularitas
Suka Cita Rayakan Pelantikan Anggota DPRD DKI Jakarta Periode 2024-2029
Puan Sebut Pemilu 2024 Harus Menjadi Koreksi
Puan Sesalkan Rakyat tidak Pernah Benar-Benar Berkuasa
Jamin Keselamatan Petugas Ad Hoc di Pilkada, Pemprov DKI Diminta Gandeng BPJS
Tak Setorkan LHKPN, 6.969 Caleg Terpilih Pemilu 2024 Berpotensi Gagal Dilantik
Caleg Terpilih Pemilu 2024 Belum Lapor LHKPN Terancam Batal Dilantik