Pemilih Militan Gibran 32, 6 Persen, IPI: Istilahnya 'Biar Gepeng Nderek Banteng'

Angga Yudha PratamaAngga Yudha Pratama - Kamis, 27 Agustus 2020
Pemilih Militan Gibran 32, 6 Persen, IPI: Istilahnya 'Biar Gepeng Nderek Banteng'

Pasangan Gibran Rakabuming Raka dan Teguh Prakosa mendapatkan rekomendasi maju Pilwakot Solo, Jumat (17/7). (MP/Ismail)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

Merahputih.com - Direktur Eksekutif Indonesian Public Institute (IPI) Karyono Wibowo menyatakan bahwa calon Wali Kota Solo Gibran Rakabuming Raka memiliki kelompok pemilih militan sebesar 32,6 persen. Angka itu merupakan yang tertinggi dibandingkan figur lain dalam kontestasi Pilkada 2020 di Solo, Jawa Tengah.

"Pemilih Gibran ada 32,6 persen, pemilih militan. Istilahnya 'biar gepeng nderek banteng'. Dulu kan sampai ada slogan itu waktu Orde Lama," ujar Karyono saat merilis survei IPI secara virtual, Kamis (27/8).

Di bawahnya yakni Achmad Purnomo yang punya pemilih militan 4,8 persen, Bagyo Wahyono (0,9 persen), dan Abdul Ghofar Ismail (0,7 persen).

Baca Juga

Gibran dan Putri Ma'ruf Amin Ikut Pilkada, Hasto: Mereka Punya Hak untuk Dipilih

Namun, hasil survei itu menunjukkan bahwa tingkat "swing voter" atau massa mengambang dalam militansi pemilih memang sangat tinggi, yakni masih mencapai 61,1 persen.

"'Swing voter', yaitu pemilih yang belum memutuskan dan pemilih yang masih dapat berubah pilihannya sebesar 61,1 persen," beber dia.

Dalam rilis survei bertajuk "Potret Dinamika Pilkada Solo: Membaca Peluang Kandidat dan Perilaku Pemilih" itu, hingga Agustus 2020 ada beberapa nama kandidat yang sudah populer.

Menurut dia, Gibran berada di urutan teratas tingkat kepopulerannya, yakni 95,2 persen, disusul Achmad Purnomo 89,4 persen, dan Teguh Prakosa 89,4 persen.

Sementara kandidat lainnya masih di bawah 20 persen, yakni BRA Putri Woelansari Dewi (17,8), FX Supardjo (16,4), Bagyo Wahyono (13,2), dan lainnya di bawah 13 persen.

"Popularitas Gibran juga naik, pada bulan Desember 2019 sebesar 91,6 persen, kemudian Juni 2020 meningkat menjadi 94,2 persen dan Agustus 95,2 persen," katanya.

Bakal cawali dari PDIP Gibran Rakabuming Raka. (MP/Ismail)
Bakal cawali dari PDIP Gibran Rakabuming Raka. (MP/Ismail)

Menurut dia, publik yang mengetahui akan adanya pemilihan wali kota pada 9 Desember 2020 juga semakin meningkat dibanding beberapa bulan yang lalu.

"Publik yang mengetahui per Agustus 2020 sebesar 72,9 persen, yang belum mengetahui sebesar 20,5 persen, yang tidak menjawab 6,6 persen. Biasanya, semakin dekat hari pemilihan semakin banyak yang mengetahui," katanya.

Survei itu juga menyebutkan elektabilitas pasangan calon Wali Kota dan calon Wakil Wali Kota Solo Gibran Rakabuming Raka-Teguh Prakosa atau Gibran-Teguh semakin melejit pada sisa waktu pelaksanaan Pemilihan Wali Kota Solo, Jawa Tengah, 9 Desember 2020.

"Jika skenarionya pasangan Gibran-Teguh melawan Bagyo Wahyono-FX Supardjo (Bajo), tingkat dukungan Gibran-Teguh 49,7 persen, pasangan Bajo 1,6 persen dan 'undecided' 48,7 persen," kata Karyono.

Baca Juga

Pengamat Sebut Ada Kebangkitan Politik Dinasti di Indonesia

Survei tersebut, sebagaimana dikutip Antara, dilaksanakan 3-7 Agustus 2020 menggunakan metode "multistage random sampling" dengan "margin of error" kurang lebih 4,8 persen dan jumlah sebanyak 440 responden. (*)

#Pernikahan Gibran Rakabuming Raka-Selvi Ananda #Karyono Wibowo
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Angga Yudha Pratama

Seorang jurnalis profesional, reporter senior, editor berita, dan asisten redaktur yang telah berkarya di industri media online nasional selama lebih dari satu dekade. Selalu mengedepankan akurasi, objektivitas, dan kualitas informasi dalam setiap karyanya berbekal dari pengalaman langsung bertahun-tahun melakukan peliputan di lapangan, penulisan berita, penyuntingan artikel, hingga pengelolaan konten digital. Keahlian tersebut membuat pemahaman secara menyeluruh proses produksi konten digital modern, mulai dari pencarian data, wawancara narasumber, verifikasi fakta, penulisan artikel, optimasi SEO, editing naskah, hingga publikasi berita sesuai kode etik jurnalistik. Lebih spesifik, pemahaman mengenai strategi optimasi SEO dan Digital Content untuk mesin pencari juga menjadi fokus saat ini di tengah disrupsi media. Keahlian itu meliputi SEO writing, content writing, copywriting, keyword research, semantic SEO, search intent, on page SEO, optimasi, artikel google, struktur heading SEO, evergreen content, optimasi readability, meta description hingga internal linking.
Show More
Follow Me

Berita Terkait

Bagikan