Pemerintah Ungkap Alasan Gerbong Khusus Perempuan Ada di Ujung Kereta

Dwi AstariniDwi Astarini - Selasa, 28 April 2026
Pemerintah Ungkap Alasan Gerbong Khusus Perempuan Ada di Ujung Kereta

Kondisi KRL yang Terlibat kecelakaan di RS Bekasi Timur. (Foto: MerahPutih.com/Kanu)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MERAHPUTIH.COM - MENTERI Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) Arifah Fauzi mengomentari banyaknya penumpang perempuan yang menjadi korban kecelakaan maut kereta api di Bekasi Timur karena gerbong khusus yang berada di depan. Arifah telah berkoordinasi dengan pihak KAI sekaligus menanyakan gerbong khusus perempuan.

Dia mendapat penjelasan KAI dengan terkait posisi gerbong perempuan di posisi depan atau belakang.

"Tadi kalau tadi kami ngobrol dengan KAI itu kenapa ditaruh di paling depan, paling belakang, supaya tidak terjadi rebutan," ucapnya kepada wartawan di Jakarta, Selasa (28/4).

Namun, menurut Arifah, imbas kecelakaan ini, dia ingin ada perubahan. Ia meminta gerbong yang ujung diisi gerbong pria.

Dalam kecelakaan maut ini, KA Argo Bromo menabrak bagian belakang KRL yang sedang berhenti di Stasiun Bekasi. Korban seluruhnya perempuan yang berada di gerbong perempuan.

Baca juga:

Sempat Hilang Kontak, Karyawati Kompas TV Jadi Korban Kecelakaan Kereta di Stasiun Bekasi



Arifah Fauzi mengungkapkan pentingnya pemulihan korban kecelakaan KRL Bekasi, termasuk hak pekerja untuk beristirahat hingga pulih sepenuhnya tanpa kehilangan haknya. Menurut Arifah, pemulihan korban tidak hanya soal fisik, tetapi juga psikologis. Pemerintah mendorong keterlibatan perusahaan dalam memastikan hak korban tetap terpenuhi selama masa pemulihan. Hal itu sempat dia ungkapkan saat mengunjungi korban di RSUD Bekasi.

“Ya, untuk pekerja. Tadi ada salah satu perusahaan yang hadir, kemudian saya sudah menyampaikan bahwa tolong yang korban dari perusahaan Bapak, biarkan mereka sampai sembuh benar, baru boleh masuk, tapi haknya tolong terpenuhi," kata Arifah.

Dia menegaskan upaya pendampingan akan dilakukan bersama berbagai pihak.

Tabrakan kereta terjadi di Stasiun Bekasi Timur pada Senin (27/4) malam. Insiden bermula saat KRL Cikarang arah Jakarta menabrak taksi yang melintas di perlintasan tanpa palang pintu.

Akibat kejadian itu, perjalanan KRL lainnya arah Jakarta-Cikarang yang ada di Stasiun Bekasi Timur terhambat sehingga rangkaian KRL tersebut belum melaju. Namun, nahasnya, rangkaian KRL itu ditabrak kereta api jarak jauh Argo Bromo Anggrek relasi Gambir-Pasar Turi sehingga kecelakaan tak dapat dihindari.

Akibat kejadian tersebut, hingga Selasa (28/4), tercatat 15 orang meninggal dunia dan 84 lainnya mengalami luka-luka.(knu)

Baca juga:

Identitas 10 Jenazah Kecelakaan KRL vs Argo Bromo di Bekasi Timur yang Berhasil Diidentifikasi RS Polri



Foto : Evakuasi Kecelakaan Kereta Bekasi/ Kanu Mp


#Kecelakaan #PT KAI #Kecelakaan Kereta #Menteri PPPA
Bagikan

Berita Terkait

Indonesia
166,15 Juta Orang Gunakan Layanan Urban Listrik KAI Group, Pangkas Emisi Karbon dengan Transportasi Ramah Lingkungan
Layanan urban berbasis listrik KAI Group menjadi bagian penting dari mobilitas perkotaan modern.
Dwi Astarini - Minggu, 14 Juni 2026
166,15 Juta Orang Gunakan Layanan Urban Listrik KAI Group, Pangkas Emisi Karbon dengan Transportasi Ramah Lingkungan
Indonesia
KAI Susun Strategi Net Zero Emission, Targetkan Emisi Nol Bersih pada 2060
PT KAI menyusun strategi Net Zero Emission untuk mendukung target NZE Indonesia 2060. Fokus utama meliputi elektrifikasi jalur rel hingga penghijauan.
Ananda Dimas Prasetya - Jumat, 12 Juni 2026
KAI Susun Strategi Net Zero Emission, Targetkan Emisi Nol Bersih pada 2060
Fun
Pelanggan Kereta Panoramic Melonjak 62 Persen, Wisata Berbasis Pengalaman Kian Diminati
Kereta Panoramic mencatat lonjakan pelanggan lebih dari 62 persen berkat panorama alam jalur selatan Jawa.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 11 Juni 2026
Pelanggan Kereta Panoramic Melonjak 62 Persen, Wisata Berbasis Pengalaman Kian Diminati
Indonesia
KAI Angkut 1,09 Juta Ton BBM hingga Mei 2026, Perkuat Distribusi Energi Nasional
KAI mencatat pengangkutan lebih dari 1 juta ton BBM hingga Mei 2026. Peran kereta api dalam distribusi energi dinilai semakin penting untuk menjaga kelancaran pasokan.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 11 Juni 2026
KAI Angkut 1,09 Juta Ton BBM hingga Mei 2026, Perkuat Distribusi Energi Nasional
Indonesia
92 Lokasi Operasional PT KAI Sudah Sudah Pakai Pembangkit Listrik Tenaga Surya
Saat ini, panel surya yang terpasang di berbagai stasiun, balai yasa, depo, dan fasilitas operasional lainnya telah menjadi bagian dari aktivitas sehari-hari perusahaan.
Alwan Ridha Ramdani - Rabu, 10 Juni 2026
92 Lokasi Operasional PT KAI Sudah Sudah Pakai Pembangkit Listrik Tenaga Surya
Indonesia
Mobil Listrik BYD Seruduk Pemotor Bekasi Sampai Tewas di Tempat
Petugas segera mengevakuasi jenazah korban menuju Rumah Sakit Bhayangkara TK I Pusdokkes Polri Kramat Jati
Angga Yudha Pratama - Selasa, 09 Juni 2026
Mobil Listrik BYD Seruduk Pemotor Bekasi Sampai Tewas di Tempat
Indonesia
KAI Angkut 21,56 Juta Ton Batu Bara hingga Mei 2026, Perkuat Rantai Pasok Nasional
PT KAI mencatat angkutan batu bara mencapai 21,56 juta ton selama Januari-Mei 2026. Pada Mei saja, volume distribusi menembus 4,93 juta ton.
Ananda Dimas Prasetya - Selasa, 09 Juni 2026
KAI Angkut 21,56 Juta Ton Batu Bara hingga Mei 2026, Perkuat Rantai Pasok Nasional
Indonesia
DPR Dukung Rel Kereta Banda Aceh-Bandar Lampung, Minta KAI Jangan Abaikan Jalur Lama
DPR mendukung pembangunan jalur kereta api Banda Aceh-Bandar Lampung. KAI pun diminta tak mengabaikan jalur lama.
Soffi Amira - Minggu, 07 Juni 2026
DPR Dukung Rel Kereta Banda Aceh-Bandar Lampung, Minta KAI Jangan Abaikan Jalur Lama
Indonesia
Asik Nih! PT KAI Berikan Diskon 30 Persen Kereta Api Ekonomi Komersial
Masyarakat dapat memanfaatkan program tersebut dengan merencanakan perjalanan lebih awal sehingga memperoleh pilihan jadwal dan tujuan yang sesuai kebutuhan.
Alwan Ridha Ramdani - Jumat, 05 Juni 2026
Asik Nih! PT KAI Berikan Diskon 30 Persen Kereta Api Ekonomi Komersial
Indonesia
116 Perlintasan Kereta Berisiko Tinggi Sudah Ditutup, Sisa Tinggal 56 Titik Lagi
PT KAI menutup 116 dari 172 perlintasan sebidang berisiko tinggi. Data menunjukkan 1.074 kecelakaan terjadi sejak 2023, mayoritas di perlintasan tidak terjaga.
Wisnu Cipto - Rabu, 03 Juni 2026
116 Perlintasan Kereta Berisiko Tinggi Sudah Ditutup, Sisa Tinggal 56 Titik Lagi
Bagikan