Pemerintah Tetap Jaga Fleksibilitas APBN dan Lanjutkan PEN di Tahun 2022

Angga Yudha PratamaAngga Yudha Pratama - Kamis, 09 Desember 2021
Pemerintah Tetap Jaga Fleksibilitas APBN dan Lanjutkan PEN di Tahun 2022

Menko Perekonomian, Airlangga Hartarto menyampaikan pidato kunci pada seminar Virtual Market Outlook 2022 'Indonesia Towards 2022 Economic Recovery: Stability or Growth?' yang digelar BNI Asset Manage

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.com - Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto memaparkan strategi Pemerintah dalam rangka percepatan Pemulihan Ekonomi Nasional pada tahun 2022.

Strategi yang dipaparkan Airlangga menggarisbawahi bahwa pemerintah akan tetap menjaga fleksibilitas APBN dan melanjutkan Program PEN di tahun 2022.

"Untuk mengantisipasi perluasan dampak pandemi di tahun depan," ujar Airlangga.

Hal itu disampaikan Airlangga saat menyampaikan pidato kunci pada seminar Virtual Market Outlook 2022 bertajuk 'Indonesia Towards 2022 Economic Recovery: Stability or Growth?' yang digelar BNI Asset Management, Kamis (9/12).

Baca Juga:

Mobilitas Tinggi, Konsumsi Masyarakat Masih Terseok

Sementara dari sisi kebijakan fiskal, Dirjen PPR Kementrian Keuangan, Luky Alfirman juga menyampaikan pemaparannya. Dia menegaskan pentingnya insentif fiskal bagi percepatan pemulihan perekonomian Indonesia.

Pemerintah akan menjaga konsistensi kebijakan fiskal di masa pandemi. Krisis ini, kata dia, akan menjadi momentum untuk melanjutkan reformasi struktural dengan 5 strategi prioritas, reformasi fiskal, dan reformasi sektor keuangan.

"Perekonomian nasional diharapkan lebih maju dan sejahtera sesuai dengan visi Indonesia 2045," ucap dia.

Luky juga menambahkan bahwa strategi pertumbuhan ekonomi 2022-2025 yaitu living with pandemic, refromasi program perlindungan sosial, pembangunan infrastuktur, pemanfaatan dinamikan geopolitk, dan penguatan reformasi strutural.

Executive Director JP Morgan Singapore, Mr. Sin Beng Ong yang hadir dalam acara tersebut juga menyampaukan pandangan terkait kondisi di Indonesia. Dimana, respon positif diberikan oleh analis asing kepada kolaborasi dari Pemerintah, Bank Indonesia, dan OJK terkait kebijakan ekonomi yang disinkronisasi sehingga, meminimalisir dampak ekonomi atas pandemi yang terjadi. Penanganan dampak di Indonesia dianggap lebih baik dibandingkan di negara berkembang lain seperti Brasil.

Baca Juga:

Kepulauan Riau Turun ke PPKM Level Satu

Chief Economist BNI Sekuritas, Damhuri Nasution juga menyatakan bahwa ekonomi dunia masih dalam fase ekspansi. Tumbuh pesat di 2021 dan akan melambat di 2022, Namun tetap relatif tinggi dibandingkan rata-rata pertumbuhan historikalnya.

Indonesia juga bisa terhindar dari kenaikan inflasi seperti AS dan Eropa karena pertumbuhan supply dan demand masih cenderung seimbang.

"Stimulus kita relatif kecil, serta pasokan energi masih mencukupi," bebernya.

Khusus untuk sektor investasi, Presdir BNI Asset Management, Putut Endro Andanawarih menekankan bahwa pada 2022 kenaikan suku bunga tidak bisa dihindari, justru akan terjadi lebih cepat. Oleh karenanya Investor dapat melakukan diversifikasi portfolionya kepada Instrument saham, pasar uang, dan pada obligasi jangka-menengah pendek.

Baca Juga:

Varian Delta Bikin Konsumsi Masyarakat Anjlok ke 1 Persen

"BNI Asset Management juga tetap menerapkan strategi untuk bertahan dalam kondisi sekarang dengan senantiasa tetap bertindak pruden, menjaga etik, dan terus melakukan sinergi dengan BNI Group dalam mengelola dana nasabah," jelas Putut.

Sebagai penutup acara, Direktur Bisnis BNI Asset Management, Donny Susatio Adjie menyampaikan bahwa Market Outlook ini diselenggarakan dengan tujuan utama untuk melihat proyeksi perekonomian global dan pertumbuhan ekonomi Indonesia di tahun 2022 dari sisi makro ekonomi.

"Dan tentunya dapat menjadi suatu rekomendasi investasi yang komprehensif bagi para nasabah," tutup dia. (Pon)

#Airlangga Hartarto #Ekonomi #Resesi Ekonomi
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Berita Terkait

Indonesia
Pemerintah Siapkan Bermacam Bantuan, Genjot Ekonomi Kuartal IV-2026
Kebijakan itu di antaranya pembukaan rekening untuk warga negara dengan usia 17 tahun ke atas, bantuan pangan, hingga Bantuan Subsidi Upah (BSU).
Dwi Astarini - Kamis, 01 Oktober 2026
Pemerintah Siapkan Bermacam Bantuan, Genjot Ekonomi Kuartal IV-2026
Indonesia
PPh 21 Ditanggung Pemerintah Bakal Diperluas, Pekerja Gaji di Bawah Rp 10 Juta Dapat Keringanan
Pemerintah berencana memperluas PPh 21 Ditanggung Pemerintah untuk pekerja bergaji di bawah Rp 10 juta. Kebijakan ditargetkan mencakup 7,5 juta pekerja.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 01 Oktober 2026
PPh 21 Ditanggung Pemerintah Bakal Diperluas, Pekerja Gaji di Bawah Rp 10 Juta Dapat Keringanan
Indonesia
Simpanan Warga di Koperasi Diusulkan Dijamin LPS
Persoalan tersebut dapat diselesaikan dengan melibatkan Komisi XI DPR RI, termasuk untuk mengamandemen undang-undang yang diperlukan.
Alwan Ridha Ramdani - Jumat, 25 September 2026
Simpanan Warga di Koperasi Diusulkan Dijamin LPS
Indonesia
Antisipasi Risiko Inflasi, Pemerintah Mitigasi El Nino dan Cuaca Ekstrem
Mitigasi dilakukan melalui optimalisasi pengelolaan air irigasi, percepatan dan pengaturan pola tanam, pemetaan wilayah rawan, penguatan early warning system, serta koordinasi Tim Pengendalian Inflasi Pusat dan Daerah (TPIP dan TPID).
Dwi Astarini - Kamis, 24 September 2026
Antisipasi Risiko Inflasi, Pemerintah Mitigasi El Nino dan Cuaca Ekstrem
Indonesia
Hingga Akhir 2026, Pemerintah Pastikan Harga BBM Subsidi Tak Bakal Naik
Pemerintah memastikan harga bahan bakar minyak (BBM) tidak naik hingga akhir 2026.
Yusuf Abdillah - Rabu, 23 September 2026
Hingga Akhir 2026, Pemerintah Pastikan Harga BBM Subsidi Tak Bakal Naik
Indonesia
Menko Airlangga: Industri Tekstil Bukan Sunset Industry, Masih Terbuka Ruang Ekspansi
Airlangga Hartarto menyebut industri tekstil bukan sunset industry. Sektor TPT menyumbang 0,97% PDB, menyerap 4 juta tenaga kerja dan ekspor US$12 miliar.
Ananda Dimas Prasetya - Rabu, 23 September 2026
Menko Airlangga: Industri Tekstil Bukan Sunset Industry, Masih Terbuka Ruang Ekspansi
Indonesia
Presiden Prabowo Bicara Ambisi Ekonomi RI, Target Masuk 4 Besar Dunia pada 2050
Prospek tersebut berkaitan dengan kondisi fundamental ekonomi Indonesia yang dinilainya tetap kuat.
Dwi Astarini - Kamis, 17 September 2026
Presiden Prabowo Bicara Ambisi Ekonomi RI, Target Masuk 4 Besar Dunia pada 2050
Indonesia
Saldo Awal Gratis 200 Juta Rekening WNI Butuh Rp 11 Triliun, Uangnya dari Mana?
Rencana pemerintah untuk membagikan saldo awal gratis dalam program pembukaan rekening bank massal bagi masyarakat Indonesia mendadak jadi perbincangan hangat.
Wisnu Cipto - Kamis, 10 September 2026
Saldo Awal Gratis 200 Juta Rekening WNI Butuh Rp 11 Triliun, Uangnya dari Mana?
Indonesia
200 Juta Warga Bakal Dikasih Rekening Dengan Saldo Awal Rp 50 Ribu
Rencana pembukaan rekening, akan dilakukan secara bertahap. Diharapkan kebijakan ini dapat dimulai sebelum akhir 2026.
Alwan Ridha Ramdani - Kamis, 10 September 2026
200 Juta Warga Bakal Dikasih Rekening Dengan Saldo Awal Rp 50 Ribu
Indonesia
[HOAKS atau FAKTA]: Indonesia Resmi Keluar dari Keanggotaan World Bank
Beredar konten yang menyebut Indonesia keluar dari keanggotaan World Bank. Cek kebenaran informasinya.
Ananda Dimas Prasetya - Senin, 07 September 2026
[HOAKS atau FAKTA]: Indonesia Resmi Keluar dari Keanggotaan World Bank
Bagikan