Pemerintah Siapkan Teknologi Baru Lacak Penyebaran Corona

Angga Yudha PratamaAngga Yudha Pratama - Rabu, 18 Maret 2020
Pemerintah Siapkan Teknologi Baru Lacak Penyebaran Corona

Pakar dari Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Wiku Adisasmito dalam konferensi pers di Jakarta pada Rabu (18/3/2029) (ANTARA/Prisca Triferna)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.com - Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 tengah menyiapkan teknologi terbaru guna melacak penyebaran virus corona. Teknologi itu akan digunakan di daerah yang berisiko tinggi dan rentan akan terpapar virus yang berasal dari Wuhan, Tiongkok tersebut.

"Kami menggunakan teknologi sehingga pelacakannya tidak lagi menggunakan cara konvensional," kata Ketua Tim Pakar Gugus Tugas, Wiku Adisasmito di Graha BNPB, Jakarta, Rabu (18/3).

Baca Juga:

Buka Riwayat Perjalanan Pasien Corona Hanya Ciptakan Kepanikan di Masyarakat

Teknologi tersebut akan terhubung dengan fasilitas layanan kesehatan di setiap daerah. Penggunaan teknologi tersebut, dapat memastikan betul proses penyebaran virus corona.

"Sehingga kita juga bisa mendapatkan itu dan nanti berhubungan dengan fasilitas kesehatan baik tempat Puskesmas dan rumah sakit sehingga kita semua bisa memastikan proses penyebarannya untuk bisa dibatasi," jelas Wiku.

Virus corona jenis Covid-19 lebih cepat tertular kepada perokok
Ilustrasi - Bahaya virus corona yang mematikan. ANTARA/Shutterstock/am.

Sebelumnya, pemerintah telah menyampaikan adanya penambahan pasien positif terinfeksi virus corona sebanyak 38 kasus. Dengan demikian, total pasien positif COVID-19 menjadi 172 kasus per Selasa (17/3).

Sebanyak 12 kasus, didapat pada Senin (16/3) malam. Sedangkan 20 kasus lainnya, diperoleh dari hasil pemeriksaan spesimen Balitbangkes. Sementara, 6 kasus lainnya didapat dari hasil pemeriksaan spesimen oleh Universitas Airlangga.

Baca Juga:

Tetap Gelar Kongres, Anies Sarankan Partai Demokrat Bawa Dokter

Dari 172 kasus itu, 9 dinyatakan sembuh dan 7 meninggal dunia. Dengan demikian, masih ada 156 kasus yang terinfeksi virus corona. Wilayah DKI Jakarta masih menempatkan daerah yang paling tinggi penyebaran virus corona. (Pon)

#Virus Corona #Pasien Corona #Penyakit Corona
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Angga Yudha Pratama

Seorang jurnalis profesional, reporter senior, editor berita, dan asisten redaktur yang telah berkarya di industri media online nasional selama lebih dari satu dekade. Selalu mengedepankan akurasi, objektivitas, dan kualitas informasi dalam setiap karyanya berbekal dari pengalaman langsung bertahun-tahun melakukan peliputan di lapangan, penulisan berita, penyuntingan artikel, hingga pengelolaan konten digital. Keahlian tersebut membuat pemahaman secara menyeluruh proses produksi konten digital modern, mulai dari pencarian data, wawancara narasumber, verifikasi fakta, penulisan artikel, optimasi SEO, editing naskah, hingga publikasi berita sesuai kode etik jurnalistik. Lebih spesifik, pemahaman mengenai strategi optimasi SEO dan Digital Content untuk mesin pencari juga menjadi fokus saat ini di tengah disrupsi media. Keahlian itu meliputi SEO writing, content writing, copywriting, keyword research, semantic SEO, search intent, on page SEO, optimasi, artikel google, struktur heading SEO, evergreen content, optimasi readability, meta description hingga internal linking.
Show More
Follow Me

Berita Terkait

Dunia
Ilmuwan China Temukan Virus Corona Kelelawar Baru yang Sama dengan COVID-19, Disebut Dapat Menular ke Manusia Lewat
Virus baru ini berasal dari subgenus merbecovirus, yang juga termasuk virus penyebab Middle East Respiratory Syndrome (MERS).
Dwi Astarini - Jumat, 21 Februari 2025
 Ilmuwan China Temukan Virus Corona Kelelawar Baru yang Sama dengan COVID-19, Disebut Dapat Menular ke Manusia Lewat
Bagikan