MerahPutih, Bisnis-Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Rini Soemarno memastikan serius untuk program pembelian kembali (buy back) sahamnya yang anjlok hingga jauh di bawah nilai fundamentalnya di Bursa Efek Indonesia (BEI). Namun, untuk saat ini masih harus melakukan analisa yang tepat terlebih dahulu secara keseluruhan.
"Tetap berjalan (program buyback). Tapi masing-masing BUMN harus melakukan analisis secara total," tuturnya di kantor BUMN, Jakarta Pusat, Kamis (3/9).
Beberapa saham perusahaan plat merah yang siap kembali dibeli sahamnya dalam waktu dekat dengan jumlah besar seperti Bank BRI, Bank BNI, Bukit Asam, dan Waskita Karya.
"Sekarang yang sudah siap buyback itu BRI, BNI, Bukit Asam, dan Waskita Karya. Namun, itu masih betul-betul dihitung terlebih dahulu harganya," sambungnya.
Tujuan dari buyback itu sendiri, lanjut Rini, yakni selain untuk meningkatkan kembali harga saham. Hal ini juga bertujuan untuk penyerapan saham Incentive Stock Options (ISO).
"Tujuannya seperti untuk ISO (Incentive Stock Options), untuk employment, ada juga untuk melihat P/E (Price to earning ratio) yang cukup rendah," ujarnya.
Pembelian saham ini, selain didanai oleh anggaran dari BUMN, ini juga akan ditopang oleh BUMN Asuransi dan dana pensiun yang menginvestasikan dananya dari saham BUMN.
"Sumber dana buyback selain dari BUMN yang bersangkutan, juga ditopang oleh BUMN Asuransi dan dana pensiun yang menginvestasikan dananya di saham BUMN," pungkasnya. (rfd)
Baca Juga:
IHSG Rebound, Pemerintah Siapkan Rp10 Triliun untuk Buyback
Rini Soemarno: Alhamdulillah Saya Masih Pegang BUMN
Pekerja JICT Kritisi Sikap Menteri BUMN