MerahPutih.Com - Pemerintah kota Kagoshima, Jepang berguru ke Kabupaten Sleman, Yogyakarta dalam hal penangangan bencana, khususnya erupsi gunung api. Keberhasilan Pemkab Sleman menanggulangi erupsi Gunung Merapi tahun 2010 silam bakal diadopsi pemerintah Kota Kagoshima.
"Kota Kagoshima menilai penanganan bencana erupsi Gunung Merapi 2010 cukup baik, sehingga mereka tertarik untuk mempelajari upaya penanggulangan bencana serupa," kata Kabag Humas Setda Kabupaten Sleman Sri Winarti, Jumat (3/11).
Menurut Sri Winarti sebagaimana dilansir Antara, Kota Kagoshima ingin belajar mulai dari persiapan sebelum prabencana, pada saat bencana dan pascabencana.
"Oleh Karena itu Pemerintah Kagoshima jepang mengundang Bupati Sleman Sri Purnomo untuk secara khusus untuk mempresentasikan pengalaman Pemerintah Kabupaten Sleman dalam penanganan kejadian bencana pada Erupsi Merapi 2010," katanya.
Ia mengatakan, Bupati Sleman kemudian didampingi peserta dari Kabupaten Sleman, Kabupaten Kabupaten Magelang, Kabupaten Klaten dan Kabupaten Boyolali, Jawa Tengah yang juga merupakan daerah terdampak erupsi Merapi.
"Disamping itu peserta juga berasal dari UGM Yogyakarta, Balai SABO, BPPTKG Yogyakarta dan Badan Geologi. Anggaran Perjalanan Dinas ini ditanggung oleh Japan International Coorporation Agency (JICA)," katanya.
Sri Winarti mengatakan erupsi Gunung Merapi pada 2010 memang luar biasa dahsyatnya untuk ukuran erupsi di jaman modern ini dengan kategori erupsi dengan skala IV (material yang dimuntahkan lebih dari 100 juta m3).
"Hal inilah yang membuat masyarakat kalang kabut karena dalam waktu 100 tahun lebih gunung tersebut tidak mengalami letusan sedahsyat ini," katanya.
Ia mengatakan, tidak ada saksi hidup atau data sejarah yang bisa menceritakan kejadian tersebut secara rinci.
Peta Kawasan Rawan Bencana pun hanya memprakirakan radius tujuh kilometer di sekitar Gunung Merapi. Hal itulah yang membuat masyarakat "tidak percaya" atas analisis BPPTKG dan PVMBG yang mengeluarkan peta ancaman sampai dengan radius 20 kilometer dan penduduk di dalam radius tersebut harus keluar dan mengungsi.(*)