Pemerintah Diminta Lanjutkan Program Pembangunan Rumah Layak Huni di Papua

Angga Yudha PratamaAngga Yudha Pratama - Minggu, 24 Januari 2021
Pemerintah Diminta Lanjutkan Program Pembangunan Rumah Layak Huni di Papua

Ketua DPD RI La Nyalla Mattalitti. Foto: Humas DPD

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

Merahputih.com - Ketua Dewan Perwakilan Daerah (DPD), AA LaNyalla Mahmud Mattalitti meminta agar Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) melanjutkan lagi program pembangunan rumah layak huni di provinsi Papua.

"Ini menjamin warga Papua Barat bisa mendapatkan kehidupan yang layak. Oleh karena itu, saya mendukung program yang merupakan tindak lanjut dari program sebelumnya itu," ucap LaNyalla, Minggu (24/1).

Baca Juga

Gunung Merapi 36 Kali Meluncurkan Lava Pijar

LaNyalla mendorong program ini bisa menyentuh seluruh masyarakat asli Papua yang ada di Papua Barat. Program tersebut juga harus dilaksanakan secara merata di 13 kabupaten dan kota.

"Meskipun program ini terbatas hanya tujuh unit di masing-masing daerah, tapi kita berharap ada tindak lanjutnya," beber dia.

Ketua DPD RI La Nyalla Mattalitti. Foto: Humas DPD
Ketua DPD RI La Nyalla Mattalitti. Foto: Humas DPD

Alumnus Unversitas Brawijaya Malang itu mengatakan program pembangunan rumah layak huni merupakan satu paket dengan program padat karya dan juga proyek infrastruktur lain yang terintegrasi dengan program pemulihan ekonomi.

Senator asal Jawa Timur itu mengatakan, dengan program ini diharapkan masyarakat Papua, khususnya Papua Barat, dapat memanfaatkan pembangunan infrastruktur untuk menumbuhkan ekonomi lokal yang potensial dikembangkan. Terutama pengembangan sumber daya manusia.

Baca Juga

Aktivitas Gunung Semeru Meningkat, BPBD Jatim Minta Warga tidak Panik

"Dan yang lebih penting adalah adanya peningkatan perekonomian bagi masyarakat lokal. Sehingga taraf hidup masyarakat Papua juga bisa semakin meningkat," pungkasnya. (Asp)

#La Nyalla Mattalitti #Papua #DPD RI
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Berita Terkait

Indonesia
Pentolan OPM Dikabarkan Tewas Dalam Baku Tembak di Intan Jaya Papua Tengah
Saat peristiwa kontak senjata terjadi, Hermanus Hogajau-lah yang pertama kali menghujani Pasukan Timsus Yonif 315 Garuda dan Tim Taipur Koops TNI Habema di bawah kendali Kogabwilhan III
Alwan Ridha Ramdani - Selasa, 29 September 2026
Pentolan OPM Dikabarkan Tewas Dalam Baku Tembak di Intan Jaya Papua Tengah
Indonesia
Bos OPM Komplain Serangan Udara, Panglima TNI: Separatis Harus Ditumpas
Bos OPM Egianus Kogoya komplain serangan pesawat Super Tucano di Nduga. Panglima TNI Agus Subiyanto tegaskan separatis wajib ditumpas habis!
Wisnu Cipto - Senin, 28 September 2026
Bos OPM Komplain Serangan Udara, Panglima TNI: Separatis Harus Ditumpas
Indonesia
Panglima TNI Senang 8 Senjata Disita Dari OPM, Termasuk SS1 V1
Delapan pucuk senjata yang disebut Agus termasuk jenis SS1 V1 yang sebelumnya direbut OPM dari satuan TNI.
Alwan Ridha Ramdani - Minggu, 27 September 2026
Panglima TNI  Senang 8 Senjata  Disita Dari OPM, Termasuk SS1 V1
Indonesia
4 Anggota OPM Tewas Dalam Kontak Senjata di Intan Jaya Papua Tengah
Personel TNI juga menyita sejumlah barang dari lokasi, antara lain satu pucuk SS2 V1, satu senjata api laras panjang dengan alat bidik Trijicon
Alwan Ridha Ramdani - Jumat, 25 September 2026
 4 Anggota OPM Tewas Dalam Kontak Senjata di Intan Jaya Papua Tengah
Indonesia
Kekerasan KKB Terus Berulang, DPR Desak Pemerintah Gerak Cepat
Pemerintah didesak untuk memperkuat perlindungan terhadap warga sipil di Papua.
Yusuf Abdillah - Minggu, 20 September 2026
Kekerasan KKB Terus Berulang, DPR Desak Pemerintah Gerak Cepat
Berita Foto
Sidang Paripurna Luar Biasa ke-2 DPD Bahas RUU tentang APBN TA 2027
Sidang Paripurna Luar Biasa ke-2 DPD Masa Persidangan I Tahun Sidang 2026-2027 di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (16/9/2026).
Didik Setiawan - Rabu, 16 September 2026
Sidang Paripurna Luar Biasa ke-2 DPD Bahas RUU tentang APBN TA 2027
Indonesia
Penculikan Warga Oleh KKB Papua, 7 Korban masih Dicari
Aparat bersama tokoh masyarakat terus melakukan upaya untuk menemukan dan mengevakuasi korban lainnya.
Dwi Astarini - Selasa, 15 September 2026
Penculikan Warga Oleh KKB Papua, 7 Korban masih Dicari
Indonesia
Penyanderaan KKB Papua, 1 Korban Ditemukan Meninggal dengan Tubuh Kurus
Yosina ditemukan bersama Demerina Uamang, 23, salah satu dari sembilan perempuan yang sebelumnya menjadi korban penculikan pada 17 Agustus 2026.
Dwi Astarini - Selasa, 15 September 2026
Penyanderaan KKB Papua, 1 Korban Ditemukan Meninggal dengan Tubuh Kurus
Indonesia
20 Hari Bertahan di Hutan, Korban Penculikan KKB Akhirnya Dievakuasi ke Timika
Korban ditemukan dalam kondisi lemah di Kampung Bela 1, Distrik Alama, Kabupaten Mimika.
Dwi Astarini - Selasa, 15 September 2026
20 Hari Bertahan di Hutan, Korban Penculikan KKB Akhirnya Dievakuasi ke Timika
Indonesia
Alasan Mendagri Tito Rumuskan Ulang Definisi Orang Asli Papua
Hingga saat ini masih terjadi perbedaan pandangan di tingkat daerah mengenai kriteria Orang Asli Papua dalam UU Otsus Papua.
Wisnu Cipto - Senin, 14 September 2026
Alasan Mendagri Tito Rumuskan Ulang Definisi Orang Asli Papua
Bagikan