Home Leaderboard 1
Home Leaderboard 1

Pemerintah Buka Wacana Terapkan Sertifikat Bebas Corona

Angga Yudha PratamaAngga Yudha Pratama - Rabu, 04 Maret 2020
Pemerintah Buka Wacana Terapkan Sertifikat Bebas Corona

Wakil Presiden Ma'ruf Amin. ANTARA/Fransiska Ninditya

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

Merahputih.com - Pemerintah telah menyiapkan langkah-langkah antisipatif dalam menghadapi penyebaran virus corona, antara lain memperketat akses masuk warga negara asing dan warga negara Indonesia dari luar negeri.

Pemerintah juga menyiapkan ratusan rumah sakit dengan fasilitas isolasi sesuai standar Badan Kesehatan Dunia atau World Health Organisation (WHO). Pemerintah juga memungkinkan bakal menerapkan Sertifikat bebas corona.

Baca Juga

Tamu dan ASN yang Masuk ke Balai Kota Diperiksa Suhu Tubuhnya

"Memperketat dengan berbagai upaya pemeriksaan, bahkan mungkin juga kita akan menerapkan sertifikasi bebas corona, dan kita juga akan meneliti jejak perjalanan ke mana saja dia (WNA) dan dari mana saja," ujar Wakil Presiden Ma'ruf Amin di kantornya, Rabu (4/3).

Wapres Ma'ruf juga menyebutkan Pemerintah telah menyiagakan ratusan rumah sakit di seluruh daerah untuk menangani pasien-pasien terduga terjangkit virus corona sehingga penyebarannya dapat dihambat.

"Sudah (ada) 135 RS yang dilengkapi dengan kamar isolasi yang memenuhi standar atau protokol WHO kalau terjadi apa-apa," ujarnya.

Wakil Presiden Ma'ruf Amin. (ANTARA FOTO/HO-Asdep Komunikasi dan Informasi Publik Setwapres)

Kelangkaan sekaligus kenaikan harga masker dan cairan sterilisasi tangan terjadi di beberapa daerah di Indonesia menyusul adanya WNI yang terjangkit Covid-19 di Jawa Barat. Kenaikan harga itu terjadi akibat masyakarat membeli dalam jumlah besar sebagai bentuk kekhawatiran dan antisipasi terjangkit virus corona.

mengimbau masyarakat untuk tidak berbelanja kebutuhan sehari-hari secara berlebihan untuk mengantisipasi penyebaran Covid-19 karena Pemerintah telah memastikan ketersediaan bahan pokok mencukupi.

Baca Juga

Pemerintah Diminta Lakukan Sosialisasi, Komunikasi dan Edukasi Kesiapannya Hadapi Corona

"Masyarakat tidak perlu panik hingga kemudian memborong ini dan memborong itu. Saya kira itu tidak perlu, karena Pemerintah sudah mengantisipasi kemungkinan terjadinya kebutuhan-kebutuhan dalam jangka panjang," tutup Wapres.

Sementara itu, Menteri Kesehatan Agus Terawan Putranto, sebagaimana dikutip Antara, menekankan bahwa penggunaan masker tidak efektif untuk menangkal virus. Perilaku hidup sehat dan menjaga imun tubuh lebih efektif mencegah penyakit daripada menggunakan masker. (*)

#Virus Corona #Pasien Corona #Penyakit Corona
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Angga Yudha Pratama

Seorang jurnalis profesional, reporter senior, editor berita, dan asisten redaktur yang telah berkarya di industri media online nasional selama lebih dari satu dekade. Selalu mengedepankan akurasi, objektivitas, dan kualitas informasi dalam setiap karyanya berbekal dari pengalaman langsung bertahun-tahun melakukan peliputan di lapangan, penulisan berita, penyuntingan artikel, hingga pengelolaan konten digital. Keahlian tersebut membuat pemahaman secara menyeluruh proses produksi konten digital modern, mulai dari pencarian data, wawancara narasumber, verifikasi fakta, penulisan artikel, optimasi SEO, editing naskah, hingga publikasi berita sesuai kode etik jurnalistik. Lebih spesifik, pemahaman mengenai strategi optimasi SEO dan Digital Content untuk mesin pencari juga menjadi fokus saat ini di tengah disrupsi media. Keahlian itu meliputi SEO writing, content writing, copywriting, keyword research, semantic SEO, search intent, on page SEO, optimasi, artikel google, struktur heading SEO, evergreen content, optimasi readability, meta description hingga internal linking.
Show More
Follow Me

Berita Terkait

Dunia
Ilmuwan China Temukan Virus Corona Kelelawar Baru yang Sama dengan COVID-19, Disebut Dapat Menular ke Manusia Lewat
Virus baru ini berasal dari subgenus merbecovirus, yang juga termasuk virus penyebab Middle East Respiratory Syndrome (MERS).
Dwi Astarini - Jumat, 21 Februari 2025
 Ilmuwan China Temukan Virus Corona Kelelawar Baru yang Sama dengan COVID-19, Disebut Dapat Menular ke Manusia Lewat
Bagikan