MerahPutih.com - Pergerakan masyarakat pada Mudik Lebaran 2026 diperkirakan mencapai lebih dari 143 juta orang.
Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK), Pratikno berharap pergerakan arus mudik Lebaran tahun ini dapat terdistribusi secara merata dan tidak menumpuk hanya pada hari puncak.
"Bahkan survei kementerian memperlihatkan potensi yang lebih tinggi lagi. Dengan bentang waktu libur yang cukup panjang, kami mengharapkan ada distribusi mudik yang tidak tertumpu pada hari puncak," kata Pratikno.
Rentang waktu libur yang panjang ini didukung oleh kebijakan akhir pekan yang bersambung dengan sistem kerja fleksibel bagi Aparatur Sipil Negara (ASN), cuti bersama, perayaan Hari Raya Nyepi, hingga Idul Fitri.
Baca juga:
Mudik Lebaran 2026: KAI Tambah Kapasitas Angkut Jadi 61,8 Juta Kursi Penumpang
Penerapan skema kerja fleksibel (kerja dari mana saja/WFA) dan penyesuaian jadwal masuk sekolah yang berlangsung hingga 30 Maret diharapkan mampu mengurai kepadatan, baik pada arus mudik maupun arus balik.
Terkait kesiapan infrastruktur dan layanan, Menko PMK memastikan seluruh pihak terkait telah menyatakan kesiapannya. Ia menyebutkan banyak inovasi yang dihadirkan pada pelayanan tahun ini untuk mempertahankan tingkat kepuasan publik yang dinilai sangat tinggi pada tahun sebelumnya.
Meski seluruh persiapan telah matang, Pratikno menekankan pentingnya antisipasi terhadap hal-hal yang tidak terduga di lapangan, seperti kondisi cuaca ekstrem.
Ia meminta seluruh pemangku kepentingan untuk terus bersinergi, bekerja secara responsif, dan memberikan pelayanan yang ramah kepada pemudik.
"Ini adalah kerja kita bersama. Kami juga mengimbau masyarakat untuk selalu mengikuti aturan pemerintah dan arahan dari petugas di lapangan, supaya arus mudik dan balik bisa berjalan dengan aman, nyaman, lancar, dan selamat," ujarnya setelah menggelar rapat koordinasi (Rakor) dan meninjau kesiapan arus mudik di Pelabuhan Merak, Kota Cilegon, Banten, Jumat (13/3).