MerahPutih Kriminal - Setelah dikabarkan bahwa pelaku begal yang dibakar massa beberapa waktu lalu di Pondok Aren, Tangerang Selatan adalah Hendriansyah, lagi-lagi Sutinah, ibunda Hendriansyah (pelaku begal yang dibakar hidup-hidup) diinterogasi oleh anggota penyidik Polsek Pondok Aren.
Seorang tetangganya, Dede merasa heran ketika polisi menjemput Sutinah ke Polsek Pondok Aren. Kabarnya, Sutinah dipanggil polisi untuk memberikan keterangan terkait tulisan yang diuploadkan melalui account facebook SR, yang merupakan adik kandung Hendriansyah.
Namun begitu, sebagai warga Indonesia yang taat hukum, Dede, sangat mendukung terhadap aksi polisi yang saat ini sedang bekerja keras dalam meminimalkan aksi begal motor. Aksi yang meresahkan masyarakat.
"Kami sebagai masyarakat sangat mendukung terhadap aksi polisi yang saat ini sedang bekerja keras dalam mengurangi aksi pembegal motor yang meresahkan masyarakat saat ini," ungkap Dede melalui merahputih.com di Larangan Selatan, Tangerang, Selasa (3/3). (Baca: Ibunda Pembegal Panggang Diinterogasi Polisi)
Menurutnya, bahwa masalah yang terjadi pada Sutinah telah selesai. Kenapa? Karena pihak keluarga pelaku sudah terima atas tindakan Hendriansyah yang menjadi biang kerok aksi begal di Pondok Aren.
Buktinya saja hingga sekarang ini, pihak keluarga tidak dendam dengan massa yang melakukan panggang terhadap Hendriansyah.
"Awalnya saya resah kenapa ibu Sutinah dipanggil lagi oleh Polsek Pondok Aren. Ternyata panggilan tersebut akibat adiknya Hendriansyah, SR. SR menulis di facebook, dirinya dendam dengan aksi massa yang membakar kakaknya itu. Kami berharap kepada pihak polisi agar terus mengejar pelaku begal ini sampai tuntas karena kamipun merasa resah dan penuh ketakutan apalagi dengan beredarnya pesan berantai bahwa begal akan bertambah jumlah anggotanya yang diturunkan dari Lampung," tutupnya. (gms).