MerahPutih.com - Polri menindak tegas pelaku begal yang belakangan marak terjadi di berbagai daerah. Ia menegaskan aparat tak boleh memberi ruang kompromi terhadap pelaku kejahatan jalanan tersebut.
Kami mendukung penuh Kepolisian Republik Indonesia untuk menindak tegas dan tanpa kompromi terhadap seluruh para pelaku kejahatan begal yang sudah sangat meresahkan masyarakat di berbagai wilayah Indonesia,
kata Ketua Komisi III DPR RI Habiburokhman kepada wartawan, Sabtu (23/5).
Politikus Gerindra itu menilai aksi begal kini sudah berada di level yang mengkhawatirkan. Menurutnya, begal bukan lagi sekadar tindak kriminal karena faktor ekonomi, tetapi telah berkembang menjadi aksi brutal yang berkaitan dengan penyalahgunaan narkoba.
Kejahatan begal saat ini sudah berada pada tahap yang sangat mengkhawatirkan,
ujarnya.
Habiburokhman menyoroti korban begal yang kini bukan hanya masyarakat biasa. Aparat kepolisian hingga warga negara asing pun disebut ikut menjadi sasaran para pelaku.
Terlebih lagi yang menjadi korban kejahatan begal saat ini bukan hanya masyarakat biasa, tetapi juga aparat kepolisian bahkan sampai warga negara asing,
katanya.
Ia menyinggung kasus di Lampung yang menewaskan anggota polisi Bripka Arya Supena saat bertugas menangani aksi begal.
Di Lampung misalnya, kasus kejahatan begal telah menyebabkan anggota kepolisian gugur saat menjalankan tugasnya yaitu bernama Bripka Arya Supena,
lanjutnya.
Habiburokhman meminta Polri terus meningkatkan tindakan tegas demi menciptakan rasa aman bagi masyarakat. Menurut dia, negara harus hadir agar masyarakat tidak takut beraktivitas di jalan.
Polri tidak boleh membiarkan jalanan Indonesia dikuasai oleh para begal. Jangan sampai masyarakat takut dalam melaksanakan aktivitas seperti bekerja dan kegiatan lainnya,
ujarnya.
Ia menegaskan keselamatan dan kenyamanan masyarakat harus menjadi prioritas utama. Karena itu, penindakan terhadap begal dinilai perlu dilakukan secara konsisten dan tanpa kompromi.
Keselamatan dan kenyamanan masyarakat harus menjadi prioritas utama kita semua,
tegas Habiburokhman. (Pon)

