MerahPutih.Com - Pemerintah Daerah Istimewa Yogyakarta akan mempercantik pedestrian sisi Barat kawasan Malioboro Yogyakarta.
Tempat berjalan kaki disisi barat ini nantinya akan diperlebar. Pedagang kaki lima (PKL) akan ditata dan dirapikan agar wisatawan bebas melenggang dikawasan legendaris ini.
PLT Kepala Dinas PUP-ESDM Muhammad Mansyur mengatakan revitalisasi pedestrian sebelah barat akan dimulai Maret 2019.
"Kita akan membuat pedestrian di sisi barat rapi dan bagus seperti di sisi timur," kata Mansyur di Kepatihan Yogyakarta, Senin (22/1).
Perbaikan pedestrian ini akan dimulai dari sisi utara yang dekat dengan Jalan Pasar Kembang dan stasiun Tugu Yogyakarta hingga ke depan Mirota Batik. Pemda DIY menargetkan proyek ini selesai akhir tahun 2018. Sehingga kawasan Malioboro akan semakin menarik untuk disinggahi para wisatawan.
Demi mempercantik icon Yogyakarta ini, Pemda tak segan merogoh kocek sebesar 70 miliar sampai 80 miliar. Dana ini bersumber dari dana keistimewaan (Danais) yang khusus digelontorlan pemerintah pusat kepada provinsi DIY.
"Dana segitu untuk revitalisasi pedestrian sekitar 35 miliar dan untuk membangun gedung Sentra PKL sebesar 40 miliar," jelas Mansyur.
Tak hanya PKL, Pemda turut akan menata jalan untuk becak dan andong agar tidak semerawut saat ini. Seperti yang diketahui pedestrian di sisi barat Malioboro saat ini nampak penuh dan semrawut dengan kehadiran PKL, andong dan becak. Para PKL ini meletakkan lapak-lapak dagangannya di sepanjang selasar toko Malioboro. Hal ini membuat pengunjung kerap berdesak-desakan saat melintas di wilayah Malioboro.(*)
Berita ini ditulis berdasarkan laporan Teresa Ika, reporter dan kontributor merahputih.com untuk wilayah Yogyakarta dan sekitarnya.