Pembentukan Kementerian Baru Bisa Buat Tumpang Tindih Kebijakan

Alwan Ridha RamdaniAlwan Ridha Ramdani - Senin, 07 Oktober 2024
Pembentukan Kementerian Baru Bisa Buat Tumpang Tindih Kebijakan

Presiden terpilih, Prabowo Subianto. (Foto: ANTARA FOTO/Galih Pradipta/YU

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.com - Rencana pembentukan kementerian baru di era Presiden terpilih Prabowo Subianto menjadi yang paling ditunggu publik. Terutama setelah dibebaskannya presiden terpilih menentukan jumlah menteri atau pembantunya.

Ahli Kebijakan Publik Achmad Nur Hidayat menilai, jika pembentukan kementerian lebih didorong oleh selera atau preferensi pribadi seorang presiden, risiko yang dihadapi bisa sangat besar.

"Dampak dari keputusan semacam ini tidak hanya bersifat jangka pendek tetapi juga berpotensi menimbulkan masalah serius dalam jangka panjang," kata Achmad dalam keteranganya di Jakarta dikutip Senin (7/10).

Ia memaparkan, salah satu bahaya terbesar ketika pembentukan kementerian atau badan baru hanya mengikuti selera presiden adalah hilangnya dasar akademis yang kuat sebagai landasan keputusan.

Baca juga:

Dasco Sebut Prabowo akan Teken Keppres Pemindahan IKN

"Pembentukan kementerian baru yang hanya menyesuaikan dengan selera pemimpin tertinggi berpotensi merusak tatanan ini," katanya.

Bentuk nyata dari dampak negatif pembentukan kementerian berdasarkan selera presiden adalah terjadinya tumpang tindih kewenangan dan ketidakefisienan dalam pelaksanaan tugas.


"Pembentukan kementerian baru tanpa pertimbangan yang tepat sering kali menciptakan situasi di mana beberapa kementerian memiliki peran dan tanggung jawab yang saling tumpang tindih,” jelas Achmad.

Sehingga ketika tugas-tugas kementerian baru tidak terdefinisikan dengan jelas, akan sulit bagi birokrasi untuk berfungsi secara efektif.

Baca juga:

Prabowo Masih Kaji Rencana Waktu Tanda Tangan Keppres IKN

"Tumpang tindih ini tidak hanya membingungkan pegawai negeri yang bekerja di dalam birokrasi, tetapi juga menghambat proses pengambilan keputusan yang seharusnya cepat dan tepat,” tutur Achmad.

Selain itu, pembentukan kementerian yang hanya didasarkan pada preferensi presiden dapat mengakibatkan alokasi anggaran yang tidak efisien.

Pembentukan kementerian baru secara sembarangan akan menyebabkan anggaran negara terkuras untuk membiayai operasional kementerian yang mungkin sebenarnya tidak dibutuhkan.

“Alokasi anggaran yang seharusnya bisa digunakan untuk progrram-program yang lebih berdampak luas pada kesejahteraan masyarakat malah habis untuk mendanai struktur birokrasi yang terlalu besar,” tutur Achmad.

Ekonom dari UPN Veteran ini mengingatkan, birokrasi pemerintahan adalah mesin yang seharusnya berfungsi secara profesional dan objektif. Birokrasi memiliki aturan main dan sistem yang dirancang untuk melayani kepentingan masyarakat secara luas.


"Birokrasi tidak boleh menjadi korban perubahan yang hanya didasarkan pada like dan dislike seorang presiden. Sifat birokrasi yang harus stabil dan konsisten memerlukan keputusan yang matang serta dipandu oleh data dan analisis yang kuat," katanya. (Knu)

#UU Kementerian Negara #Prabowo
Bagikan

Berita Terkait

Indonesia
Pidato Dihadapan Pengusaha Muda, Prabowo Sepil Buku "The Spirit of Capitalism: Nationalism and Economic Growth".
Presiden Prabowo juga menyoroti sejarah lahirnya HIPMI yang sejak awal dibangun dengan semangat nasionalisme.
Alwan Ridha Ramdani - Rabu, 10 Juni 2026
Pidato Dihadapan Pengusaha Muda, Prabowo Sepil Buku
Indonesia
Pesan Prabowo ke Siswa Sekolah Rakyat: Angkat Derajat Orang Tuamu
Dalam suasana yang hangat dan penuh keakraban, Presiden juga memberikan semangat kepada salah seorang siswa yang menceritakan pengalaman pernah menjadi sasaran ejekan.
Alwan Ridha Ramdani - Minggu, 07 Juni 2026
Pesan Prabowo ke Siswa Sekolah Rakyat: Angkat Derajat Orang Tuamu
Indonesia
Prabowo Makan Siang Menu MBG Dengan Siswa Sekolah Rakyat di Tabanan Bali
Di tengah-tengah para pelajar SRMP 17 Tabanan, Prabowo duduk makan siang bersama para siswa dan juga wali murid.
Alwan Ridha Ramdani - Minggu, 07 Juni 2026
Prabowo Makan Siang Menu MBG Dengan Siswa Sekolah Rakyat di Tabanan Bali
Indonesia
Presiden Prabowo Curhat Sering Diejek Pada Siswa Sekolah Rakyat
Pendidikan merupakan kunci utama untuk mewujudkan kesejahteraan rakyat di berbagai bidang kehidupan.
Alwan Ridha Ramdani - Minggu, 07 Juni 2026
Presiden Prabowo Curhat Sering Diejek Pada Siswa Sekolah Rakyat
Indonesia
Puluhan Calon Dubes Belum Serahkan Kredensial ke Prabowo, Ini Kata Menlu Sugiono
Sugiono memastikan bahwa belum diserahkannya surat kepercayaan para duta besar kepada Presiden RI tidak berdampak apapun bagi kerja sama bilateral dengan negara dimaksud.
Alwan Ridha Ramdani - Kamis, 04 Juni 2026
Puluhan Calon Dubes Belum Serahkan Kredensial ke Prabowo, Ini Kata Menlu Sugiono
Indonesia
Presiden Prabowo Subianto Tinjau MBG di SMPN 111 Jakarta, Tanya Siswa Soal Cita-Cita
Presiden juga meninjau Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Palmerah, Jakarta, pada hari ini
Alwan Ridha Ramdani - Selasa, 02 Juni 2026
Presiden Prabowo Subianto Tinjau MBG di SMPN 111 Jakarta, Tanya Siswa Soal Cita-Cita
Indonesia
Mantan Wamenlu Kritik Perjalanan Luar Negeri Prabowo, Kader Gerindra Nilai Tidak Produktif
Habiburokhman bahkan mencontohkan sejumlah pemimpin dunia yang tetap melakukan kunjungan ke berbagai negara untuk memperkuat kerja sama bilateral dan memperjuangkan kepentingan nasional masing-masing.
Alwan Ridha Ramdani - Selasa, 02 Juni 2026
Mantan Wamenlu Kritik Perjalanan Luar Negeri Prabowo, Kader Gerindra Nilai Tidak Produktif
Indonesia
Kunjungan Kerja Prabowo ke Luar Negeri Diklaim Hasilkan Ribuan Triliun Investasi
Masuknya investasi senilai sekitar Rp 2.430 triliun berdasarkan data Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM
Alwan Ridha Ramdani - Selasa, 02 Juni 2026
Kunjungan Kerja Prabowo ke Luar Negeri Diklaim Hasilkan Ribuan Triliun Investasi
Indonesia
Disorot Sering Dinas ke Luar Negeri, Seskab Teddy Tegaskan Kelebihan Biaya Ditanggung Pribadi Presiden
Teddy bicara soal jumlah rombongan yang ikut Prabowo saat kunjungan ke luar negeri. Jumlah rombongan yang ikut Prabowo jauh berkurang dibandingkan era presiden-presiden terdahulu.
Alwan Ridha Ramdani - Selasa, 02 Juni 2026
Disorot Sering Dinas ke Luar Negeri, Seskab Teddy Tegaskan Kelebihan Biaya Ditanggung Pribadi Presiden
Berita Foto
Presiden Prabowo Subianto Pimpin Upacara Peringatan Hari Lahir Pancasila 2026
Presiden Prabowo Subianto menyampaikan pidatonya saat upacara peringatan Hari Lahir Pancasila di Lapangan Gedung Pancasila, Jakarta, Senin (1/6/2026).
Didik Setiawan - Senin, 01 Juni 2026
Presiden Prabowo Subianto Pimpin Upacara Peringatan Hari Lahir Pancasila 2026
Bagikan