Pemasangan Eskalator di Candi Borobudur, Pemerintah Jelaskan Tujuan Sebenarnya

Hendaru Tri HanggoroHendaru Tri Hanggoro - Senin, 26 Mei 2025
Pemasangan Eskalator di Candi Borobudur, Pemerintah Jelaskan Tujuan Sebenarnya

Pemerintah jelaskan pemasangan eskalator non-permanen di Candi Borobudur hanya untuk kunjungan kenegaraan Presiden Prancis Emmanuel Macron. (Foto: YouTube/Sekretariat Presiden)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.com - Pemasangan eskalator di Candi Borobudur bikin heboh media sosial, terutama di platform X.

Kabar bermula dari akun @MurtadhaOne1 pada Minggu (25/5).

"PARAH! Candi Borobudur Akan Dipasang Ekskalator Agar Prabowo Bisa Naik ke Atas Gak cukup sejarah yang direvisi, bangunan sejarah sehebat candi borobudur pun juga direnovasi menuruti kemauan rezim," cuit @MurtadhaOne1.

Banyak warganet khawatir situs warisan dunia ini dirusak secara fisik dan makna demi modernisasi.

Kepala Kantor Komunikasi Kepresidenan (PCO), Hasan Nasbi, membenarkan rencana pemasangan eskalator tersebut.

Hasan menerangkan, pemasangan fasilitas tersebut bersifat sementara dan hanya untuk kunjungan resmi Presiden Prancis Emmanuel Macron.

Dalam konferensi pers di Gambir, Jakarta Pusat, Senin (26/5), Hasan menyebutkan bahwa fasilitas bantu itu dipasang karena permintaan khusus dari pihak Prancis.

Baca juga:

Nilai Spiritual Borobudur Diharapkan Jadi Inspirasi Perdamaian Dunia pada Waisak 2025

"Pemerintah kita akan menerima kunjungan kenegaraan dari negara yang sangat penting, yaitu Prancis. Ini tentu sangat penting bagi Indonesia," kata Hasan.

Macron akan datang didampingi Presiden Prabowo Subianto. Karena waktu kunjungan terbatas, pemerintah menyiapkan jalur landai (ramp) hingga lantai empat dan stair lift (kursi bantu naik) sampai lantai tujuh atau delapan.

"Candi Borobudur itu kira-kira setinggi gedung 12 lantai. Jadi tentu waktu yang dimiliki Presiden Prancis sangat terbatas," ujar Hasan.

Semua fasilitas ini dipasang tanpa paku atau bor.

“Itu semua hanya ditaruh. Jadi, nanti bisa dibongkar dengan mudah,” jelasnya.

Pemasangan juga diawasi langsung oleh Kementerian Kebudayaan demi menjaga keaslian situs.

Video awal yang menampilkan pemasangan pelat besi dan papan kayu itu menimbulkan kehebohan.

Namun, Hasan memastikan tidak ada yang dilanggar, tidak ada yang dirusak. (*)

Baca juga:

Ratusan Umat Buddha Gelar Puja Bakti di Candi Borobudur, Pertama Kali Diiringi Musik

#Candi Borobudur #Emmanuel Macron #Presiden Prabowo
Bagikan
Ditulis Oleh

Hendaru Tri Hanggoro

Berkarier sebagai jurnalis sejak 2010 dan bertungkus-lumus dengan tema budaya populer, sejarah Indonesia, serta gaya hidup. Menekuni jurnalisme naratif, in-depth, dan feature. Menjadi narasumber di beberapa seminar kesejarahan dan pelatihan jurnalistik yang diselenggarakan lembaga pemerintah dan swasta.

Berita Terkait

Indonesia
Haji 2026, Kang Cucun: Presiden Perintahkan Antrean Dipangkas Lagi
Presiden ingin agar antrean ibadah haji yang saat ini hampir mencapai 30 hingga 40 tahun dapat ditekan menjadi sekitar 26 tahun.
Dwi Astarini - 50 menit lalu
Haji 2026, Kang Cucun: Presiden Perintahkan Antrean Dipangkas Lagi
Indonesia
[HOAKS atau FAKTA] : Gara-gara Kasus Korupsi, Prabowo Ganti MBG dengan Bantuan Tunai
Bakom menegaskan bahwa tidak ada instruksi dari pihak Badan Gizi Nasional (BGN) untuk menghentikan operasional dapur MBG di seluruh Indonesia.
Dwi Astarini - Rabu, 17 Juni 2026
[HOAKS atau FAKTA] : Gara-gara Kasus Korupsi, Prabowo Ganti MBG dengan Bantuan Tunai
Indonesia
Arti Penting Kedatangan Presiden Jerman ke Indonesia di Tengah Ketidakpastian Global
Kunjungan itu menandai rangkaian peringatan 75 tahun hubungan bilateral kedua negara yang akan diperingati pada 2027.
Dwi Astarini - Senin, 15 Juni 2026
Arti Penting Kedatangan Presiden Jerman ke Indonesia di Tengah Ketidakpastian Global
Indonesia
Bertemu Presiden Jerman, Prabowo Bahas Kerja Sama Bisnis dan Tenaga Kerja yang bakal Untungkan Indonesia
Kedua presiden membahas potensi kerja sama bisnis, energi, iklim, tenaga kerja, dan budaya.
Dwi Astarini - Senin, 15 Juni 2026
Bertemu Presiden Jerman, Prabowo Bahas Kerja Sama Bisnis dan Tenaga Kerja yang bakal Untungkan Indonesia
Indonesia
Presiden Prabowo Targetkan Renovasi 400 RS dan Modernisasi 10 Ribu Puskesmas dalam 3 Tahun
Pemerintah melalui Kementerian Kesehatan telah menyusun rencana besar untuk meningkatkan kualitas infrastruktur kesehatan nasional, terutama di daerah-daerah yang masih membutuhkan penguatan layanan kesehatan.
Dwi Astarini - Rabu, 10 Juni 2026
Presiden Prabowo Targetkan Renovasi 400 RS dan Modernisasi 10 Ribu Puskesmas dalam 3 Tahun
Indonesia
Presiden Prabowo Bertemu Luhut dan Chatib Basri Bahas Strategi Ekonomi, bukan Kursi Menkeu
Luhut hadir sebagai Ketua DEN, sedangkan Chatib Basri merupakan anggota DEN. 

Dwi Astarini - Selasa, 09 Juni 2026
Presiden Prabowo Bertemu Luhut dan Chatib Basri Bahas Strategi Ekonomi, bukan Kursi Menkeu
Indonesia
Kasus Dadan dan Silmy Karim, Presiden Prabowo Nyatakan Perang terhadap Korupsi
Pemerintah menegaskan komitmen memperkuat pengawasan terhadap pelaksanaan berbagai program strategis nasional guna memastikan seluruh kebijakan dapat berjalan secara akuntabel dan bebas dari praktik korupsi.
Dwi Astarini - Jumat, 05 Juni 2026
Kasus Dadan dan Silmy Karim, Presiden Prabowo Nyatakan Perang terhadap Korupsi
Indonesia
Prihatin Dadan dan Silmy Karim Dipenjara karena Kasus Korupsi, Istana: sudah Diingatkan Prabowo
Presiden Prabowo Subianto selalu mengingatkan jajarannya untuk melawan praktik-praktik korupsi setiap menjalankan tugas.
Dwi Astarini - Kamis, 04 Juni 2026
Prihatin Dadan dan Silmy Karim Dipenjara karena Kasus Korupsi, Istana: sudah Diingatkan Prabowo
Indonesia
Sosok Sonny Sonjaya, Pensiunan Jenderal Polisi yang Didepak Prabowo dari Kursi Wakil Kepala BGN
Ia merupakan lulusan Akademi Kepolisian (Akpol) Angkatan 1991 atau seangkatan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo.
Dwi Astarini - Selasa, 02 Juni 2026
Sosok Sonny Sonjaya, Pensiunan Jenderal Polisi yang Didepak Prabowo dari Kursi Wakil Kepala BGN
Indonesia
Profil Lodewyk Pusung, Pimpinan BGN yang Juga Dicopot Presiden Prabowo
Pria yang fasih berbahasa Inggris dan Prancis ini memulai pendidikan militer (Akmil) di Magelang dan lulus pada 1981.
Dwi Astarini - Selasa, 02 Juni 2026
Profil Lodewyk Pusung, Pimpinan BGN yang Juga Dicopot Presiden Prabowo
Bagikan