Pemain Timnas U22 Dilarang Makan Kerupuk
Pemain timnas Indonesia U22 sedang berlatih di SPH Karawaci, Tangerang, Banten, Selasa (21/2). (Foto ANTARA/Lucky R)
Pemain tim nasional (timnas) sepak bola Indonesia U22 mulai bisa menjalankan instruksi jajaran pelatih termasuk dalam hal menghindari makanan yang tidak disarankan untuk seorang atlet. Menurut dokter timnas Indonesia, Syarief Alwi pemain timnas U22 tidak boleh makan kerupuk.
"Pemain ini memang beda. Dia sudah mulai terbiasa dengan tidak makan makanan yang kurang disarankan seperti kerupuk. Mereka langsung bisa menerima," kata pria yang akrab dipanggil Papi ini di sela latihan timnas di lapangan Karawaci, Tangerang, Banten, Kamis (23/2).
Melihat keseharian pemain yang menjalani seleksi, pria berkumis ini mengaku memiliki tingkat kebugaran yang bagus. Bahkan, untuk memenuhi gizi dan kalori, semua pemain juga terlihat nyaman saat makan makanan yang disediakan.
"Mereka makannya banyak. Mereka juga tidak mengeluh dengan makanan yang disiapkan. Semuanya di makan. Saya cukup senang melihat kondisi mereka," kata salah satu dokter senior itu.
Syarief Alwi menambahkan kondisi ini harus terus dipertahankan. Pihaknya juga berharap perilaku pemain ini dibawa terus termasuk saat kembali ke klubnya masing-masing sehingga saat dipanggil masuk timnya tidak kaget dengan sistem yang digunakan.
Sistem makan yang bagus, kata dia memang sangat berdampak dengan kondisi fisik pemain. Hal itu dibuktikan saat menjalani seleksi selama tiga hari terakhir dibawah pimpinan pelatih Luis Milla. Pemain terlihat tenang meski digembleng dengan program yang berat.
"Lihat pertandingan tadi. Semua pemain dalam kondisi bugar sehingga mampu menunjukkan kemampuan terbaiknya. Jika ada yang bermasalah, tidak sampai krusial. Itu biasa dalam bermain bola," kata Papi.
Pada pertandingan internal, semua pemain yang dipanggil turun. Mereka diminta menunjukkan kemampuan terbaiknya sebelum dipulangkan ke klubnya. Hasilnya banyak pemain yang benar-benar maksimal. Seperti yang dilakukan Saddil Ramdani.
"Saya mulai bisa beradaptasi dengan program Luis Milla meski belum maksimal. Saya senang cara melatih Luis Milla. Yang jelas, sejak hari pertama saya berusaha menunjukkan kemampuan terbaik," kata Saddil usai latihan.
Pemain Persela Lamongan ini pada pertandingan internal mampu mencetak satu gol. Hanya saja, kata dia meski mampu membuat gol belum menjadi jaminan untuk masuk menjadi pemain timnas U-22 untuk turun di SEA Games 2017.
Sumber: ANTARA
Bagikan
Berita Terkait
Timnas U-22 Kalah dari Filipina, Indra Sjafri: Pemain Tidak Bermain Sesuai Seperti Latihan
Laga Perdana SEA Games, Indra Sjafri Bocorkan Strategi Lawan Filipina Tanpa Marcelino
18 Pemain SEA Games Andalan Indra Sjafri Sudah di Kantong, Slot Sisa 5 Lagi
Timnas Indonesia U-22 Takluk 0-3 dari Mali pada Laga Uji Coba Jelang SEA Games 2025
Tiket Laga Timnas U-23 Indonesia Lawan Mali Mulai Dijual, Harganya Rp 50-75 Ribu
Terhindar dari Grup Neraka, Timnas U-22 Indonesia Berpeluang Pertahankan Tradisi Emas di SEA Games 2025 Thailand
Gerald Vanenburg Tetap Tangani Timnas U-23, Indra Sjafri 'Si Penghasil Emas' Siap Merebut Kembali Tahta Asia Tenggara
Tampil di Piala Dunia, Hanya Masalah Waktu dan Akan Jadi Pencapaian Terbesar bagi Jay Idzes
Indonesia U-17 Libas India 3-1, Ketum PSSI Erick Thohir Belum Puas
Catat Nih! Jadwal Timnas Indonesia dari Berbagai Kelompok Umur di Bulan Juni