Peluang Pelajar Indonesia Menempuh Pendidikan Global Terbuka Lebar
Proses penandatanganan MOU yang dilakukan pekan lalu di Jakarta. (Foto: SIM)
MerahPutih.com - Singapore Institute of Management (SIM) resmi menandatangani perjanjian kerja sama dengan tiga sekolah di Indonesia. Kerja sama ini akan memperbesar peluang pelajar untuk menempuh pendidikan di tingkat global.
Penandatanganan itu dilakukan pada pekan lalu di Hotel Pulman, Jakarta. Sekolah yang resmi bekerja sama dengan SIM antara lain Elyon Christian School (Surabaya) dan Yayasan Haluan Abadi Sejahtera (Batam). Yayasan tersebut sekaligus menjadi Overseas Teaching Center SIM.
“SIM telah berada di garis terdepan dalam mendorong pembelajaran sepanjang hayat (lifelong learning) dan peningkatan keterampilan tenaga kerja di Singapura dan kawasan Asia," ujar Director Brand, Marketing and Communication, Singapore Institute of Management Gerald Lum, setelah penandatanganan kerja sama tersebut, seperti dikutip dari rilis pers yang diterima oleh merahputih.com, Senin (29/7).
Kerja sama ini juga membuat sekolah-sekolah tersebut berkesempatan untuk mengikuti program pertukaran pelajar agar memperluas jejaring pendidikan.
Baca juga:
Selain itu, Overseas Teaching Center SIM menawarkan program Foundation in Management Studies kepada masyarakat Indonesia. Hal ini dapat membuka jalan dan memberikan kesempatan bagi masyarakat Indonesia untuk melanjutkan pendidikan Diploma dan sarjana pilihan mereka di SIM, Singapura, setelah lulus. Pendaftaran pertama dijadwalkan pada Oktober 2024.
"Kami membuka akses bagi lebih banyak orang Indonesia untuk mendapatkan pendidikan kelas dunia dari universitas terbaik di Inggris, Amerika Serikat, Australia, dan Eropa melalui SIM di Singapura," tambah Gerald.
Terkait kerja sama ini, Provost, Singapore Institute of Management Global Education, Professor Wei Kwok Wee, menyatakan inisiatif ini mendukung tujuan SIM, yaitu untuk membina pola pikir pembelajaran sepanjang hayat.
"Kami juga berkontribusi pada dampak sosial dengan memperjuangkan masyarakat yang lebih adil melalui akses pendidikan berkualitas," papar Wei Kwok Wee, yang juga hadir dalam kesempatan tersebut. (ikh)
Bagikan
Berita Terkait
Komisi X DPR Nilai Gaji Guru Honorer Belum Sejahtera, Usulkan Rp 5 Juta per Bulan
1.000 Lebih Kasus Kekerasan Terjadi Selama 2025, Jadi Alarm Serius Dunia Pendidikan
Temui Profesor Oxford hingga Imperial College, Prabowo Ingin Bangun 10 Kampus Baru di Indonesia
Legislator NasDem Ingatkan Program Sekolah Rakyat Harus Fokus di Daerah Tertinggal
Bertemu Rektor Seluruh Indonesia di Istana Negara, Presiden Prabowo Terima Dokumen Berisi Kritik dan Masukan kepada Pemerintah
Pemerintah Siapkan 5.750 Kuota Beasiswa LPDP di 2026
Pemerintah Terbitkan 156 Izin Prodi Spesialis Kedokteran Baru
Presiden Minta Program Revitalisasi Ditambah 60 Ribu Sekolah, DPR Sebut masih Banyak Gedung Rusak
Prabowo Canangkan Taruna Nusantara Cetak Pemimpin Antikorupsi
Prabowo Dorong Perbanyak SMA Unggulan Seperti Taruna Nusantara