Peletakan Batu Pertama Rumah Pensiun Jokowi Dilakukan Tertutup, Camat dan Kades Tak Diundang

Angga Yudha PratamaAngga Yudha Pratama - Selasa, 02 Juli 2024
Peletakan Batu Pertama Rumah Pensiun Jokowi Dilakukan Tertutup, Camat dan Kades Tak Diundang

Lahan yang bakal menjadi rumah pensiun Jokowi di Desa Blulukan, Kecamatan Colomadu Karanganyar, Kabupaten Karanganyar mulai dibangun, Rabu (26/6). (Foto:MP/Ismail)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.com - Pemerintah mulai membangun rumah pensiun Presiden Jokowi ditandai peletakan batu pertama di Desa Blulukan, Kecamatan Colomadu, Kabupaten Karanganyar, Jawa Tengah, Senin (7/1). Peletakan batu pertama dilakukan secara tertutup.

Camat Colomadu, Dwi Susilo Adi, membenarkan jika pemerintah dalam hal ini Sekretariat Negara (Setneg) telah memulai pembangunan rumah pensiun Presiden Jokowi dengan ditandai peletakan batu pertama.

“Ya benar (peletakan batu pertama). Tadi saya konfirmasi. Acaranya selesai sampai pukul 09.00 WIB, dengan menyebut dari pemerintah kecamatan dan desa tidak ada yang diundang saat peletakan batu pertama,” ujar Dwi, Senin (1/7).

Baca juga:

Istana Pastikan Rumah Pensiun Presiden Bisa Diwariskan

Dia mengatakan tenda yang ada di dalam untuk acara peletakan batu pertama langsung dibongkar. Dan dari Paspampres sementara dilarang memfoto dan drone.

“Saya sebagai pihak kecamatan sendiri juga tidak diundang. Tidak ada yg diundang dan dilibatkan. Sepertinya agenda keluarga calon pemilik rumah," katanya.

Dwi menambahkan berdasarkan konfirmasi dari pihak kontraktor, luas lahan untuk pembangunan rumah pensiun Jokowi itu totalnya 12.000 meter persegi.

"Sebelumnya seluasnya hanya 9.000 meter persegi," pungkasnya.

Diberitakan sebelumnya, Rumah tempat tinggal Presiden Jokowi saat pensiun Oktober 2024 nanti mulai dibangun oleh negara. Rumah pemberian negara untuk Jokowi pensiun tersebut dibangun di atas lahan seluas 12.000 meter persegi yang berlokasi di Desa Blulukan, Kecamatan Colomadu, Kabupaten Karanganyar, Jawa Tengah.

Baca juga:

Harga Tanah Desa Blulukan Lokasi Rumah Pensiun Jokowi Meroket Rp 17 Juta Per Meter

Pantauan MerahPutih.com, lokasi rumah Jokowi yang dibangunkan negara itu berada di pusat ekonomi kawasan Colomadu Jalan Adi Sucipto. Lokasi tanah berada di pinggir batas Kota Solo-Karanganyar. Yang mana disamping kanan tanah terdapat Rumah Makan Taman Sari.

Sedangkan disisi kiri terdapat restoran Grandis Barn. Di Lokasi proyek juga sudah tertutup sebagian seng setinggi 1,5 meter dengan warna putih. Sejumlah pegawai tampak menggunakan alat berat meratakan tanah dan membersihkan semak belukar.

Sebagian pegawai mulai membangun tempat kantor pekerja. Alat material pembangunan juga mulai berdatangan di lokasi proyek. (Ismail/Jawa Tengah).

#Joko Widodo #Presiden Joko Widodo #Dana Pensiun
Bagikan

Berita Terkait

Indonesia
Tampilkan Sketsa, Begini Ucapan Presiden Prabowo untuk Hari Ulang Tahun Jokowi
Sejumlah ucapan hadir untuk Jokowi, termasuk dari Presiden Prabowo.
Frengky Aruan - Minggu, 21 Juni 2026
Tampilkan Sketsa, Begini Ucapan Presiden Prabowo untuk Hari Ulang Tahun Jokowi
Indonesia
Daya Magis Jokowi Sukses Dongkrak Citra Positif PSI, Partai Anak Muda Tapi Rasa Mantan Presiden
Hasil studi mengonfirmasi bahwa arus perpindahan sentimen positif dari figur personal menuju institusi partai, khususnya Partai Solidaritas Indonesia (PSI)
Angga Yudha Pratama - Sabtu, 20 Juni 2026
Daya Magis Jokowi Sukses Dongkrak Citra Positif PSI, Partai Anak Muda Tapi Rasa Mantan Presiden
Indonesia
Roy Suryo dan dr Tifa Ditahan Polda Metro Jaya, Jokowi: Kita Ikuti Proses Hukum
Jokowi menanggapi penahanan Roy Suryo dan Dokter Tifa dalam kasus dugaan fitnah ijazah UGM. Ia menegaskan akan mengikuti proses hukum yang berjalan.
Ananda Dimas Prasetya - Jumat, 19 Juni 2026
Roy Suryo dan dr Tifa Ditahan Polda Metro Jaya, Jokowi: Kita Ikuti Proses Hukum
Indonesia
Sekjen PDIP: Tantangan Pemerintahan Prabowo Warisan Era Jokowi
Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto menilai tantangan yang dihadapi Presiden Prabowo Subianto merupakan warisan dari pemerintahan Jokowi.
Wisnu Cipto - Senin, 01 Juni 2026
Sekjen PDIP: Tantangan Pemerintahan Prabowo Warisan Era Jokowi
Indonesia
[HOAKS atau FAKTA]: Jokowi Dinobatkan Jadi Alumni Terbaik UGM
Beredar informasi yang menyebut Presiden ke-7 RI, Joko Widodo, dinobatkan sebagai lulusan terbaik UGM. Cek kebenaran informasinya.
Ananda Dimas Prasetya - Rabu, 27 Mei 2026
[HOAKS atau FAKTA]: Jokowi Dinobatkan Jadi Alumni Terbaik UGM
Indonesia
[HOAKS atau FAKTA]: Pembuat Ijazah Jokowi Buat Pengakuan soal Adanya Modifikasi
Beredar informasi yang menyebut, pembuat ijazah Jokowi muncul ke publik dan membuat pengakuan.
Frengky Aruan - Sabtu, 09 Mei 2026
[HOAKS atau FAKTA]: Pembuat Ijazah Jokowi Buat Pengakuan soal Adanya Modifikasi
Indonesia
Kabar Jokowi 'Caplok' Partai NasDem, Jubir PSI Bestari: Tidak Benar, Coba Bentuk Opini Publik Negatif
Jubir PSI yang merupakan mantan kader NasDem heran Jokowi selalu disebut-sebut.
Frengky Aruan - Senin, 13 April 2026
Kabar Jokowi 'Caplok' Partai NasDem, Jubir PSI Bestari: Tidak Benar, Coba Bentuk Opini Publik Negatif
Indonesia
Bantah Isu Ambil Alih NasDem, Jokowi: Jangan Menuduh yang Tidak Benar
Jokowi membantah isu ingin mengambil alih Partai NasDem dan NasDem Tower. Ia menegaskan tudingan tersebut tidak benar dan tidak masuk akal.
Ananda Dimas Prasetya - Senin, 13 April 2026
Bantah Isu Ambil Alih NasDem, Jokowi: Jangan Menuduh yang Tidak Benar
Indonesia
Rismon Sianipar Harus Memohon Langsung ke Jokowi, Restorative Justice-nya Masih Dikaji
Polda Metro Jaya mengungkapkan syarat utama yang harus dipenuhi oleh kedua belah pihak, sehingga restorative justice Rismon Sianipar bisa terpenuhi
Frengky Aruan - Minggu, 12 April 2026
Rismon Sianipar Harus Memohon Langsung ke Jokowi, Restorative Justice-nya Masih Dikaji
Indonesia
Jokowi Bantah Kasih Rp 50 Miliar untuk Restorative Justice, Sebut tak Masuk Akal
Presiden ke-7 RI, Joko Widodo, membantah isu memberikan Rp 50 miliar untuk restorative justice. Ia mengatakan, hal tersebut tak masuk akal.
Soffi Amira - Sabtu, 11 April 2026
Jokowi Bantah Kasih Rp 50 Miliar untuk Restorative Justice, Sebut tak Masuk Akal
Bagikan