Pelatih Timnas Irak Graham Arnold Kritik Format Kualifikasi Piala Dunia 2026 Putaran 4 yang Untungkan Arab Saudi dan Qatar
Pelatih Timnas Irak, Graham Arnold kritik format Kualifikasi Piala Dunia 2026 Putaran Keempat Asia. (Facebook/Iraq National Team)
MerahPutih.com - Pelatih Timnas Irak, Graham Arnold mengkritik format penyelenggaraan Kualifikasi Piala Dunia 2026 Putaran Keempat Zona Asia. Kritik disampaikan setelah tim asuhan bermain imbang 0-0 dengan Arab Saudi di laga kedua atau pamungkas Grup B di Stadion King Abdullah Sports City, Jeddah, Rabu (15/10) dini hari WIB.
Hasil itu membuat Irak harus puas menyelesaikan kualifikasi putaran keempat sebagai runner-up Grup B. Sehingga harus memainkan putaran kelima lebih dahulu melawan peringkat kedua Grup A Uni Emirat Arab (UEA) pada November, kemudian tampil di playoff antarkonfederasi jika meraih kemenangan.
Kualifikasi Putaran 4 digelar di tempat salah satu peserta. Grup A dimainkan di Qatar, sementara Arab Saudi menjadi tuan rumah Grup B yang juga melibatkan Timnas Indonesia.
"Saya sangat bangga dengan para pemain dan apa yang mereka tunjukkan di lapangan,” kata Graham Arnold usai pertandingan dikutip dari Arriyadiyah.
Baca juga:
Hasil Kualifikasi Piala Dunia 2026: Timnas Arab Saudi Lolos Setelah Imbang 0-0 dengan Irak
"Saya belum pernah melihat sistem kualifikasi seperti ini seumur hidup saya. Ketika saya melatih Australia, mereka memberi tahu kami bahwa play-off tidak akan diadakan di negara peserta (di tempat netral),” jelasnya.
Qatar dan Arab Saudi semakin diuntungkan karena mendapat istirahat lebih panjang setelah laga pertama pada 8 dan 9 Oktober.
Sementara Irak memainkan laga terakhir pada 12 Oktober melawan Indonesia. Sehingga hanya punya waktu sekitar tiga hari.
“Tim yang telah lolos setelah memiliki keuntungan kandang dan enam hari istirahat.”
Menurutnya, ini kurang adil bagi seluruh peserta.
"Anehnya tim tuan rumah mendapat enam hari istirahat, sementara tim yang datang dari luar negeri hanya mendapat tiga hari istirahat.”
Hal ini juga disampaikan oleh Carlos Queiroz, pelatih Timnas Oman.
"Kami membahas bagaimana kualifikasi akan diselenggarakan, dan mereka memberi tahu kami bahwa kualifikasi akan dimainkan di tempat netral seperti Malaysia. Kemudian, kami mendapati mereka memberi tahu kami bahwa dua tim dengan peringkat tertinggi akan menjadi tuan rumah.”
Bagikan
Frengky Aruan
Berita Terkait
TVRI Pegang Hak Siar Piala Dunia 2026, Cak Imin Nilai Bisa Jadi Penggerak Ekonomi UMKM
FIFA Pamer Teknologi Referee View Berbasis AI, Piala Dunia 2026 Bakal Jadi Turnamen Paling 'Pintar'
Jadwal Piala Dunia 2026 Lengkap! Semua Laga Fase Grup Ada di Sini
FIFA Rilis Jadwal Lengkap Piala Dunia 2026: Kick Off Paling Awal Jelang Tidur Malam dan Banyak di Jam Kantor
Trauma 2 Kali Gagal di Fase Grup, Jerman Tolak Label Curacao Lawan Enteng
Hasil Drawing Piala Dunia 2026: Brasil dan Prancis Terjebak di Grup Neraka, Argentina Full Senyum
Drawing Piala Dunia 2026 Akan Dihadiri Presiden AS Donald Trump, PM Kanada, dan Pemimpin Meksiko, Simak Jadwal Siaran Langsung dan Live Juga Link Streaming
Superkomputer Prediksi Spanyol Juara Piala Dunia 2026, Argentina Longsor dari Puncak Unggulan
Gennaro Gattuso Sangat Percaya Diri Italia Lolos, Waspada Kekuatan Fisik Irlandia Utara
Heboh Cristiano Ronaldo Makan Malam Bareng Donald Trump, Ternyata Temani Mohammed bin Salman